NTT I : Mendadak Kupang, Nusa Tenggara Timur

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur“Penumpang yang terhormat, sebentar lagi kita akan mendarat di bandara El-Tari Kupang”. Suara tersebut keluar dari pengeras suara beberapa saat sebelum pesawat yang ditumpangi mendarat di Kupang. Jam menunjukan sekitar jam 6:10 WITA. Tetapi sensor tubuh masih ada di jam 5:10 WIB dan mata masih ngantuk, sehingga otak masih terlalu santai dan lemot untuk mengolah informasi tentang apa yang harus pertama kali dilakukan setiba di Bandara. Walau tanpa ada itinerary yg terencana, tetap santai dan sama sekali tenang. Karena ini bukan yang pertama kali jalan-jalan sendiri setelah sebelumnya jalan sendiri ke Ternate, Maluku Utara. Bahkan perjalanan kali ini jauh lebih tidak terencana, baru menentukan tujuan sekitar 3 hari sebelumnya, dan memesan tiket pesawat kurang dari 48 jam sebelum berangkat, sehingga tidak bisa menggunakan kartu kredit. Yang paling parah belum packing mempersiapkan segalanya, sehingga sebelum berangkat harus balik ke Bandung untuk menyiapkan segalanya dan kembali ke Jakarta menuju Bandara. Contact person transport sama sekali tidak pegang. Hotel ??? hmmmm jangankan booking, mau nginep di hotel apa masih belum tahu. Tetapi setelah mengambil bagasi masih tetap santai atau terlalu santai untuk menentukan langkah selanjutnya. Jam 8.00 WITA para penumpang yang satu pesawat sudah berhamburan tidak berbekas. Di pintu kedatangan sepertinya saya orang terakhir yang tertinggal dan masih belum tahu mau kemana. “Apakah disini ada Ojek buat ke Kupang ? “, itu kalimat pertama yang keluar ketika di bandara. Lawan bicara kali ini penjaga pintu toilet bandara, dan dia menjawab kalau disini tidak ada ojek. “Kalau mau keluar bandara pake Taxi yg ada diloket sebelah sana pak”, itu kalimat terakhir yang keluar dari penjaga toilet tersebut.

Hmmm akhirnya mau tidak mau harus memakai taxi untuk keluar dari bandara. Tetapi sebelum memakai taxi, harus mengetahui tempat yang dituju. Googling sebentar mencari alternatif penginapan murah, akhirnya diputuskan untuk ke Pantai Timor menginap di Hotel Pantai Timor setelah membaca beberapa review orang yang pernah menginap disini. “Mama, antar saya ke Hotel Pantai Timor”, permintaan itu diarahkan ke penjaga loket pemesanan taxi. Yah wal baru pertama kali ke daerah Nusa Tenggara Timur, tetapi saya sudah mempelajari beberapa sapaan2 khas indonesia timur. Sapaan ‘Mama’ memang biasa dilalukan keperempuan yang sudah berumur. Lalu ibu tersebut menulis disecarik kertas “Hotel Pantai Timor, Rp.60.000”. Hahaha itu mengingatkan sama kelakuan taxi di bandara Husein Sastranegara kota Bandung yang main tembak. Beberapa saat kemudian Avanza hitam dengan label taxi diatasnya menghampiri. Kali ini tidak terkejut medapatkan taxi berbentuk Avanza hehe, karena sebelumnya ketika di Manado mendapatkan hal yang serupa.

Diperjalanan ke Pantai Timor saya manfaatkan untuk mendapatkan informasi2 penting tentang Kupang sama supir taxinya. Supir taxinya dengan senang hati menjelaskan all about Kupang. Bahkan dia menawarkan buat mengantar keliling Kupang kalau mau. Walau orangnya baik, tetapi kali ini kurang begitu sreg dengan supir Taxi yang ini. Akhirnya tawaran dia buat nganter keliling Kupang saya tolak dengan alasan hari ini mau istirahat dulu di Hotel. Tiba di hotel sekitar jam 8.30 WITA dan langsung reservasi kamar yang paling murah sebesar 165rb di hotel Pantai Timor hehe. Ternyata waktu checkin di hotel ini bisa jam 9.00 WITA sehingga bisa langsung rebahan sebentar untuk istirahat, karena belum tidur dengan benar ketika keberangkatan pesawat dari Jakarta yg jam 2.30 WIB dini hari.

Sebelum meluruskan pinggang dan memasukan barang bawaan kekamar, tanya ke pegawai hotel yang membantu angkat barang, apakah dihotel ini ada mobil yang bisa disewa. “Ada Bos tapi klo sewa mobil di hotel agak mahal, saya ada temen supir yang sering bawa tamu juga yang lebih murah”, itu jawaban yang keluar dari mulut pegawai hotel tersebut. “Ok nanti sekitar jam sepuluhan suruh kesini aja orangnya”, timpal saya. Kali ini karena waktu yang singkat akhirnya diputuskan untuk menyewa mobil buat keliling Kupang supaya lebih efisien dan bisa sambil istirahat. Tadinya mau pake ojek tetapi sepertinya belum memungkinkan karena kondisi fisik yang bener2 lelah. Sewa motor ?? huuu apalagi sewa motor selain masih lelah juga kurang tahu jalan-jalan di kota Kupang hehe.

Tepat jam 10.00 WITA, masih rebahan diatas tempat tidur, antara sadar dan tidak. Pintu kamar diketuk lumayan keras. “Bos .. bos …”, satu kata itu yang terus diulang-ulang untuk memanggil. Yang mengetuk pintu ternyata seorang pemuda Timor asal Kefamenanu berumur awal 20 tahunan berperawakan kurus dan berkulit gelap dengan tato full di bagian tangan kanannya. Disinilah awal perjumpaan dengan sang sopir yang menjadi teman perjalanan selama di Kupang. Walau tangannya penuh dengan Tatto dan gaya pakaiannya yang ngasal tetapi kali ini lebih mempercayai dia di banding supir taxi Bandara tadi. Orangnya asik diajak ngobrol dan sebenarnya ramah. Saya mengganggap dia sebagai teman dan begitu pun dia. Terlebih selama di perjalanan obrolan sangat cair, seolah-olah kami berdua sudah berteman sangat lama.

Hanya bilang ke Rius nama pemuda Kefamenanu tadi : “Antar saya ke pantai-pantai atau tempat yang bagus di Kupang terserah mau kemana tetapi jam 1 siang harus melihat Goa Kristal”. Dia agak sedikit terkejut karena ngak pernah ada tamu yang minta diantar ke Goa Kristal kecuali tamu bule. Dari sini Rius masih belum tahu tipe tempat2 yang saya sukai sehingga dia mengantar ke pantai Lasiana yang menjadikan icon wisata Kupang.

Pantai Lasiana

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur
Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Tempat ini adalah wisata favorit warga Kupang. Apalagi kalau hari libur pantainya dipadati warga Kupang yang ingin berlibur. Tetapi walau menjadi tempat favorit tetapi terkesan tidak terurus dan terbengkalai. Jadi kalo sudah menjadi tempat wisata favorit warga di beberapa pojokan dipastikan ada gundukan sampah, itu diluar sampah plastik dan botol/gelas plastik bekas minuman yg bertebaran dimana-mana. Pantai yang indah jadi terkesan kumuh. Saya bilang ke Rius, kurang menikmati Pantai ini (karena kotornya). Mungkin karena jarang melihat jejeran pohon lontar yang banyak disini hanya terkesan oleh jejeran pohon lontar tersebut. “Apakah ada pantai lain lagi sekitar sini ?”, pertanyaan selanjutnya ke Rius hanya beberapa saat ketika sy menginjakan di Lasiana. Rius tetap dengan ceria menangantar ke pantai berikutnya yaitu Pantai Oesapa.

Pantai Oesapa

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur
Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Hmmm harusnya tempat ini jadi wisata yg lebih favorit dibanding Lasiana. Melewati jalan besar yang mulus, di kanan jalan ada pantai. Diantara pantai dan jalan tersebut dipasang paving block dan diatasnya berjejeran fasilitas shelter/gazebo buat pengunjung yang ingin menikmati indahnya pantai. Kiri jalan jejeran pohon Lontar yang lumayan lebat, yang menjadikan tempat ini unik. Sepertinya semua jalan/fasilitas dan sesuatunya disini masih baru. Pantai Oesapa namanya, dan lebih menikmati pantai Oesapa di banding pantai Lasiana. Tempatnya jauh lebih bersih dan tertata dibanding Lasiana, setidaknya ketika kesana (dan mudah-mudahan tetep bersih). Sambil mengamati beberapa anak-anak yang sedang bermain bola di pantai, duduk di salah satu shelter dan terpaan angin semakin membuat ngantuk. Ada beberapa pasangan kekasih yang sedang bercengkrama dibawah shelter. Tetapi karena tempatnya sangat terbuka dan tidak mojok, shelter2 tersebut tidak akan pernah dijadikan tempat mesum, dan hanya dijadikan sebagai tempat mengobrol berdua saja.

Goa Kristal

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur
Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Tidak keliling Kupang dan dan tidak mengunjungi semua pantai di Kupang tidak masalah. Tetapi tidak ingin melewatkan Goa Kristal ketika berada di Kupang. Jam sudah menunjukan angka 12:15 WITA, harus menuju Goa Kristal didekat pelabuhan Bolok tepatnya pas jalan masuk polisi Air pelabuhan Bolok. Belum pernah kesini tetapi setelah melihat beberapa photo Goa Kristal entah kenapa tempat ini menjadi tempat yang ‘wajib’ dikunjungi ketika berada di Kupang. Ternyata ekspektasinya sesuai dengan kenyataan. Tidak ada papan nama penunjuk ke Goa , tidak ada loket masuk karena tempat ini memang bukan tempat wisata dan benar2 hilang dari radar wisatawan. Siapa sangka di dalam lubang kecil gelap yang terlihat dari luar, didalamnya menyimpan pemandangan yang luar biasa. Yah walau lubang masuknya kecil tetapi setelah berada di dalam ternyata lumayan luas dan yang lebih asik ada genangan air sebening kristal. Mungkin dari sinilah nama goa ini berasal. Benar-benar menikmati berenang disini, dan kalau bisa malah pengen berlama-lama disini. Tapi waktulah yang membatasi buat menikmati keindahan Goa Kristal ini, karena semakin sore didalam goa semakin gelap. Saya bilang ke Rius kalau sangat menyukai tempat2 sepi seperti ini, bukan tempat2 wisata umum yang kumuh dan rame serta ada loket masuk dan lain2nya.

Saking sukanya sama Goa Kristal maka deskripsi tentang Goa Kristal yang lebih detail akan ditulis terpisah.

Hutan Bakau Oesapa

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur
Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur
Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Keluar dari Goa Kristal sebenarnya masih ada waktu sebentar buat melihat satu atau dua tempat lagi. Setelah Rius mengetahui tempat seperti apa yang saya suka, maka dia membawa lagi ke pantai Oesapa. Balik tanya kedia “Koq kita balik ke Pantai Oesapa lagi ??”. Dia dengan tenang menjelaskan kalau suka tempat sepi dan bukan tempat wisata umum, dijamin akan suka kesini. Sekarang Rius benar2 tahu apa yang saya suka. Dia membawa mobil ke hutan bakau pantai Oesapa yang sebelumnya dia ngak berani bawa kesitu karena takut ngak suka. Tempat ini sepertinya bukan tempat wisata umum, tidak ada pintu masuk tidak ada gerombolan wisatawan. Yang ada hanya jejeran hutan bakau sepi yang indah. Kondisi jalan offroad tanah berpasir tetapi mobil diarahkan semakin kedalam dirimbunnya hutan bakau. Di ujung jalan mobil sudah tidak bisa kemana2 lagi. Meneruskan berjalan kaki untuk menikmati keindahan hutan bakau Oesapa. Ada tanah luas sebagai lahan buat pengembalaan kambing dan sapi. Terlihat dua orang sedang mengembalakan ternaknya. Benar2 pemandangan yang jarang saya lihat.

Pantai Timor

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara Timur

Hari semakin gelap, dan harus kembali ke penginapan. Berhubung Hotel Pantai Timor itu berada di Pantai Timor, tidak ada salahnya jalan2 sebentar di pantai ini. Ada beberapa tukang jagung bakar di pinggir pantai, dan tak ingin melewatkan menikmati jagung bakar di pinggir pantai. Malam ini akan istirahat karena tujuan perjalanan yang sebenarnya akan dijalani esok hari.

Ok sekarang langsung buka kartu kenapa memilih Kupang sebagai tujuan jalan-jalan. Jujur awalnya Kupang hanya dijadikan sebagai tempat transit sebelum menuju tujuan utama yaitu Nemberala di Pulau Rote kabupaten Rote-Ndao. Tetapi ternyata Goa Kristal mengubah gambaran Kupang di otak ini hehe. Selain goa-nya yang keren ternyata sepanjang perjalanan antara Kupang dan Goa Kristal dijejali hamparan laut biru yang keren dan saya bener2 merekomendasikan jalan-jalan di Kupang apalagi setelah melihat pantai2 diantara pelabuhan Bolok dan Tenau. Bahkan setelah ngobrol banyak sama Rius tentang Timor Barat, malah kepikiran kalo kelak suatu hari akan balik ke sini lagi guna menjelajahi Timor Barat. Tetapi sekarang focus buat esok hari saja yaitu Nemberala sebuah tempat paling selatan Republik Indonesia di Kabupaten Rote-Ndao !!!.

Tips Perjalanan Kupang :

  • Untuk transportasi keliling Kupang sebenarnya bisa dilakukan dengan bemo (sebutan angkot di Kupang dan sekitarnya), karena beberapa object wisata yang sy sebutkan diatas berdekatan (kecuali Goa Kristal)
  • Tetapi bagi yang ingin lebih leluasa bisa sewa rental sekitar 400-500rb perhari include bensin dengan area kota Kupang. Untuk area diluar kota Kupang mungkin akan lebih. Kalau anda mencari kenalan yang biasa bawa mobil rental bisa hubungi Rius di 082339407879. Orangnya ok , bilang temenya Gunawan (yg jalan ke Goa Kristal dan Rote) dan minta potongan ;).
  • Untuk pergi ke Goa Kristal, Kalau bisa di antar oleh orang yang pernah main kesana. Salah satunya pemuda Timor yg bernama Rius yg saya sebutkan diatas.
  • Kalau ada rencana untuk menyebrang ke Rote pake kapal cepat, harap datang lebih pagi di Pelabuhan Tenau. Karena yang antri tiket lumayan banyak. Jadwal kapal berangkat antara pukul 8.30 – 9.00. Jangan lupa bawa bekal buat makan di kapal cepat 😉 .

Next Artikel : NTT II : Rote Ndao, di ujung selatan Republik Indonesia

Seri perjalanan NTT

  1. Makasih kang gun atas postingannya…
    Sangat membantu..
    Habis diajak putar2 keliling kupang sama Rius.
    Dan dia titip salam.. Ingat sekali rius sama kang gun..

  2. Kang Gun, Luar Biasa…..mantabbbb, Kang Rius makin item sekarang. Titip salam buat akang. Terima kasih yaa kang. Kupang & Rius Mantaab.

      • Hallo kak Gun… lam kenal..
        kak mau tanya.. itu bener yaaa.. klu sewa mobil gt..500rb udh sm bensinnya? / harii kan?
        Mohon petunjuknya ya.. kak…

        • @vena : iya ..tapi itu sekitar 2 tahun yang lalu yaa … itu juga tergantung tujuan, kalo diluar kota kupang mungkin lain lagi ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *