Travelling Alone #Day 3 : Taman Laut Bunaken, Manado

Taman Laut Bunaken, ManadoBagi saya Manado adalah Bunaken, dan Bunaken adalah Taman Lautnya. Jadi ngak terlalu mempermasalahkan bisa tidaknya explore kota Manado yang penting adalah explore Taman Laut Bunakennya!!. Nama Bunaken sudah sangat mendunia sehingga menjadi salah satu tempat yang wajib di kunjungi buat penggemar aktivitas bawah laut. Samar-samar me-recall ingatan kecil tentang gambar-gambar Taman Laut di Indonesia di permainan kartu kwartet yang sudah membentuk saya jadi seseorang yang mencintai atlas. Dua gambar Taman Laut yang akan selalu diingat adalah Taman Laut Banda dan Bunaken. Ini salah satu perjalanan yang lumayan jauh yang pernah dilalui dan yang menjadikannya lebih special adalah sebagai Solo Traveller tanpa ditemani sohib travel yang biasanya selalu menjadi teman jalan-jalan. Skill komunikasi menjadikan kunci sukses perjalanan seorang diri, istilah ‘Malu bertanya sesat dijalan’ itu 100% benar. Masih seperti mimpi dan tidak menyangka diperjalanan kali ini satu persatu mimpi tentang tempat-tempat indah di Indonesia bisa terealisasikan. Selang sehari sebelumnya masih bisa explore sekitar teluk Jailolo di pulau Halmahera. Bahkan belum genap 1 jam kebelakang kaki ini masih berpijak di pulau Ternate , tepatnya di Bandara Sultan Babullah. Beberapa menit kemudian ketika pesawat Sriwijaya Air dari Ternate mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado, kaki pun sudah berpindah pijakan di atas kota Manado. Bahkan masih tidak percaya setelah menikmati keindahan bawah air Maluku Utara yang sepertinya masih beberapa menit yang lalu sekarang badan sudah terombang-ambing oleh gelombang laut tepat di atas indahnya terumbu karang Bunaken.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Pagi hari sekitar jam 6, semua barang-barang sudah masuk dalam 1 tas carrier. Walau jadwal pesawat jam 8 pagi cukup percaya diri untuk berangkat jam 6 lebih karena transport di Ternate benar2 bisa di andalkan khususnya ojek. Kurang dari hitungan menit berdiri di depan pintu gerbang Losmen Kita, tukang ojek sudah mengklakson dan membonceng menuju bandara Sultan Babullah. Kurang dari jam setengah tujuh ojek sudah berada di lokasi bandara, jam 6.30 pagi diTernate sepertinya lebih gelap dibanding di Bandung atau Jakarta hehe. Kali ini jadwal terbang lumayan tepat waktu jam 8.00 pesawat Sriwijaya Air tujuan Manado sudah take off dan sekitar jam 7.50 pesawat mendarat di bandara Sam Ratulangi Manado. Tanpa menyia-nyiakan waktu langsung mencari kendaraan yang bisa mengantar ke daerah pelabuhan penyebrangan buat ke Bunaken, karena Daeng yang akan mengantar ke Bunaken sudah menunggu di pelabuhan. Keluar dari bandara ada beberapa supir taxi yang menawarkan jasanya, tanpa buang waktu pula langsung menawar salah satu supir taxi tersebut, akhirnya disetujui harga 60rb. Ternyata wujud taxi yang dibilang supir tadi itu, bukan taxi seperti pada umumnya hehe, ternyata hanya mobil avanza plat hitam biasa wkkk. Tapi it’s ok bukan masalah selama dia bisa mengantar ke pelabuhan yang berada di belakang hotel Celebes.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Tidak berapa lama langsung ketemu Daeng di pelabuhan, hmmm orang yang di panggil Daeng ini ternyata bukan orang Makassar wkkk, dia orang Bunaken asli. Setelah itu Daeng mengantar menuju kantor dipelabuhan buat mendaftarkan diri karena semua perahu yang akan ke Bunaken mencatatakan diri disini, disini bayar 30 ribu (ato 35ribu lupa). Daeng mungkin sedikit terkejut kalau ternyata yang menyewa perahu ini hanya sendirian tanpa ditemani yang lain, jadilah kru awak perahu lebih banyak dari penumpangnya haha. Cuaca pagi itu sangat cerah saking cerahnya keringat tidak henti-hentinya mengucur dari badan. Perahu kecil yang berwarna pink melaju lumayan cepet karena mungkin penumpang yang sedikit haha, semua perahu wisata yang penumpangnya banyak di salip habis haha. Karena di dalam perahu sendirian, maka dengan leluasanya langsung berganti pakaian. Sepatu trekking sudah berganti dengan fin, kaos dan kemeja kotak-kotak sudah berganti dengan baju rushguard, celana jeans sudah berganti celana renang dan imbasnya tas carrier yang tadinya rapih sudah berantakan karena barang-barangnya sudah di keluarin semua.

Pulau Bunaken yang berdasarkan imaginasi bentuknya seperti stick PS3 yang gagang kananya lebih panjang merupakan salah satu pulau yang ada di kawasan Taman Nasional Bunaken. Pulau-pulau lainnya adalah pulau Manado Tua yang berada di sebelah barat Bunaken, pulau Siladen berada di sebelah timur Bunaken dan pulau Montehage, pulau Nain serta pulau Nain Kecil yang berada di Utara Bunaken. Tercatat 13 genera karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter. Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan tunikates/ascidian. Sumber www.dephut.go.id

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Pulau Bunaken-nya sendiri kurang lebih berjarak 17KM dari pelabuhan Manado. Serta perjalanan membutuhkan kurang dari 45 menit ketika Daeng membawa ke pantai Liang pulau Bunaken. Di pantai Liang inilah ternyata tujuan utama wisatawan berlabuh di Bunaken, ketika akan berlabuh sudah terlihat dengan jelas hamparan terumbu karang yang lumayan jernih airnya. Disinilah istimewanya wisata Bunaken, banyak sekali berjejer kios-kios buat penyewaan alat-alat olahraga laut dari snorkel,fin, pelampung sampe peralatan selam ada semua. Walau kios-kios penjual cenderamata juga banyak berjejer disini tetapi kebersihannya tetap terjaga, tapi sampah-sampah kecil masih selalu ada. Daeng mengajak buat sarapan terlebih dahulu sebelum snorkeling. Sambil menunggu pesanan makanan datang , liat-liat sekeliling suasana pulau Liang, dikejauhan ada tugu sebagai icon pulau Bunaken dan banyak orang yang berpoto disitu sebagai bukti kalau anda sudah sampai di Bunaken wkkkk. Dengan sigap Daeng mengajak poto disitu, dia bilang sayang kalau sudah ke Bunaken tidak berpoto disitu haha dan disitulah satu-satunya poto saya yang berpose sendirian selama perjalanan 4 hari ini wkkkk. Oh iya untuk masuk ke kawasan pantai Liang ini dikenakan tiket restribusi sebesar Rp.2500 (atau Rp.3.500 lagi2 lupa haha) dan tidak tahu apakah tiket restribrusi tersebut hanya buat ke pantai Liang atau sudah ke Taman Lautnya, tapi yang pasti tidak ada pungutan lain di Bunaken selain yang itu.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Kenyang sarapan siap-siap buat snorkeling di sekitar Bunaken, ternyata disini banyak sekali bule-bule yang lagi menyelam. Setiap perahu yang lagi diem diatas laut bisa dipastikan lagi menunggu penyelam di bawahnya, perahu-perahu tersebut banyak sekali menyebar di beberapa titik. Belum lagi perahu-perahu besar yang ada glass bottom-nya buat mengakomodir orang-orang yang ingin melihat keindahan bawah laut Bunaken tetapi takut air. Ketika Daeng membawa ke sekitar drop off Bunaken, dari atas perahu sudah terkesima akan Terumbu Karangnya. Walau banyak yang bilang terumbu karangnya sudah mulai rusak, setidaknya masih bisa melihat dengan kepala sendiri legenda keindahan taman laut ini. Segera menyiapkan kamera underwater dan masker, setelah itu nyemplung dengan semangatnya. Ketika menyisiri pinggiran drop off banyak banget ikan-ikan yang berseliweran, belum lagi terumbu karang disini semuanya fotogenik. Dengan bebas bisa poto kondisi terumbu karang di sana sini dengan enjoy, saking enjoynya ternyata batre kamera underwater habis. Mungkin juga sudah mau habis ketika dipake buat mendokumentasikan keindahan bawah laut pantai Sulamadaha Ternate sebelumnya. Kembali ke perahu buat mengganti batre sambil istirahat karena lumayan lama snorkeling.

Tidak peduli cuaca yang sangat cerah (alias puuuaaanaaaass) sekali ini membakar dan sukses menggosongkan badan, tetap lanjut turun setelah istirahat dan ganti batre sebentar. Ternyata indikator bar batre cadangan kamera hanya setengahnya saja. Nyesek, menyesal, kesel kenapa sebelumnya tidak mengecek kondisi batre, akhirnya di sesi dua ini dengan selektif ambil gambar, tidak asal ambil seperti sesi sebelumnya. Selanjutnya sampai tidak bisa mendeskripsikan gimana keadaan terumbu karang di sekitar drop off Bunaken ini, biarlah poto-poto dibawah inilah yang berbicara.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Naik ke Perahu untuk istirahat lalu turun nyemplung ke laut lagi dan itulah rutinitas selama berada di Bunaken haha. Sampai lupa ada berapa sesi nyemplung dilaut hehe dan tempatnya berubah-rubah, kadang di dekat penyelam x dan kadang deket dengan penyelam z. Makan siang dilakukan di atas perahu dengan menu pisang goreng wkk, sampai akhirnya menyerah karena saking lelahnya snorkeling kesana kemari. Jarum jam sudah menunjukan pukul 2 Siang, kondisi fisik sudah benar-benar lelah akhirnya putuskan ke Daeng buat kembali ke Manado karena benar2 butuh istirahat. Sekitar jam setengah tiga sudah sampai dipelabuhan Manado. Saya pikir kali ini beruntung bisa menginap di Sintesa Peninsula Hotel yang berbintang 5 gara-gara dapet diskon 70% dari Agoda, konon presiden SBY ketika ke Manado menginapnya di hotel ini juga. Tetapi ketika naik ojek dari pelabuhan Manado ke hotel ini… alamaaaaaaak sepertinya salah memilih hotel ini. Bukan karena hotel ini jelek atau pelayanan yg kurang memuaskan, karena secara fasilitas hotel ini bintang 5 dan keliatan masih baru apalagi kalo sudah berada dalam kamar hotel lumayan nyaman, tetapi jarak antara jalan raya diluar dan lobby hotel selain jauh ternyata menanjak, hadohhhh. Tidak akan mudah bagi pengunjung hotel untuk bolak balik keluar hotel karena nanjak dan jaraknya yg merepotkan, kecuali anda punya transportasi sendiri. Ini dialami sendiri ketika mau cari makanan keluar, oke anda bisa pesen taxi dari lobby tetapi apakah setiap anda keluar harus pesen taxi ? kedua untuk balik lagi kehotelnya juga amat sangat merepotkan, apalagi kalo cuma untuk keluar beli sesuatu di minimarket terdekat wweeeeeeewww. Kalori makanan yg dimakan langsung habis untuk berjalan kaki dari jalan raya ke lobby hotelnya. Ketika memasuki lobby beberapa pegawai hotel tersenyum melihat kaos yang basah sama keringat.

Ketika selesai snorkeling ngak pernah membilas diri sama air tawar selama masih ada dilaut, pantai atau pulau. Selama rushguard masih menempel dibadan, tidak akan pernah membilas. Rushguard tidak akan pernah dilepas walau sudah sampai ke daratan, yang ada biasanya rushguard dirangkap memakai kaos serta celana renang dirangkap pakai celana pendek supaya lebih sopan ketika di daratan. Biasanya akan membilas badan ketika mandi sebelum tidur haha.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Turun dari Ojek langsung check-in tanpa ada pemeriksaan apalagi di cek apakah bawa Voucher Agodanya ato tidak. Yg unik lagi-lagi karena ini hotel bintang 5 yg juga salah satu hotel paling elit di Manado, dress code yang dipakai benar-benar tidak sesuai dangan yang lain wkkk. Yang lain semuanya berpakaian rapih dan walau ada beberapa yg memakai celana pendek tetapi masih terlihat rapih. Koper-koper tamu yang lain dengan rapihnya berjejer sedangkan saya hmmmm lagi-lagi badan lusuh kumel habis dari Bunaken yang belum sempet bilas badan, dengan baju rushguard buat snorkeling masih menempel, celana renang yang semi basah yg membasahi celana pendek di bagian2 tertentu wkkkk serta tas carrier seperti orang yang mau naek gunung hahaha. Tetapi tetap salut ke pegawai hotel yang tidak membedakan tamu kucel atau tamu elit wwkk. Abis masuk kamar hal pertama yg dilakukan adalah bersih-bersih peralatan snorkeling, masker,snorkel dan fin dibilas pake air sabun dan detol. Kamera underwater direndam sebentar di air hangat. Baju rushguard dan celana renang direndam di air hangat yg sudah di campur detol, habis itu barulah mandi. Setelah merasa badan bersih, godaan tempat tidur putih, bersih dan empuk tak terelakan lagi dalam waktu singkat sudah tertidur dengan pulasnya. Sebelum maghrib terbangun karena perut yg kosong, akhirnya dengan males pesen taxi untuk keluar area hotel buat makan tetapi kejadian balik lagi ke hotelnya lah yang membuat kemungkinan besar tidak akan menginap lagi di hotel ini.

Saya kurang bisa menikmati kota Manado apalagi sekitar Boulevard yang kata banyak orang ramai sama muda-mudi Manado. Begitu pula staff hotel yang merekomendasikan buat main kesitu, staff hotel tersebut salah menilai saya wkkk. Saya bukan tipe orang yg suka nongkrong-nongkrong ngak karuan di tempat seperti itu haha, malah akan menghindari tempat-tempat wisata seperti pantai Boulevard yang ada di Manado, karena saya penikmat tempat-tempat yang lebih sunyi. Akhirnya di Boulevard hanya makan secepatnya dan balik ke hotel dengan keringat bercucuran membasahi kaos , setelah berjalan kaki menuju lobby hotel.

Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado
Taman Laut Bunaken, Manado Taman Laut Bunaken, Manado

Malam hari di hotel browsing sana sini buat mengetahui tempat-tempat sekitar Manado yang menurut saya ok. Dengan mengandalkan google map, itenerary yg secara singkat disusun. Akhirnya untuk perjalanan esok hari diputuskan buat sewa mobil saja buat keliling wisata Sulawesi Utara. Browsing sana-sini juga akhirnya dapet juga rental mobil dengan harga 350rb sudah include supir tetapi diluar bensin.
Dan itenerary buat esok hari seperti ini : Tomohon, Danau Linau, Tomohon Tondano , Makam Waruga Sawangan dan keliling Bitung.

Bersambung ..

Tips Perjalanan Bunaken :

  • Jalan2 ke Bunaken dari Jakarta sebenarnya bisa di lakukan sabtu minggu saja, dengan menggunakan flight pagi hari dan pulang sore hari.
  • Anda bisa menginap di Bunaken dan full liburan di laut
  • Atau anda bisa mengina di Manado .. lalu jelajah Bunaken di hari pertama dan hari Kedua keliling Sulut (ini yang saya lakukan).
  • Apabila ingin ke Bunaken anda bisa menghubungi Daeng yang punya perahu KM. IRA di no ini : 081 3562 30505 dgn sewa Rp.500.000, Lokasi penjemputan di pelabuhan Manado belakang hotel Celebes ( ada jembatan layang yang menghubungkan Boulevard)
  • Atau kalau perlu kontak rental mobil di Manado bisa hubungi :085395651122 (saya lupa namanya hehe) , Avanza Rp.350.000 sudah supir tapi belum include BBM

Link lainnya di seri Traveling Alone :

  1. Travelling Alone #Day 1 : Ternate, Maluku Utara
  2. Travelling Alone #Day 2 : Jailolo, Halmahera Barat
  3. Travelling Alone #Day 3 : Taman Laut Bunaken, Manado
  4. Travelling Alone #Day 4 : Tomohon, Tondano dan Bitung
  1. Jalan2 di google mampir di beranda anda.
    Senang membaca artkel anda. Walaupun aku bukan traveler seperti anda tapi aku suka membaca hal hal yang berbau traveling..
    Tetap semangat…..ditunggu cerita-cerita tentang pengalaman anda.

  2. Wahh seru bgt bro..gw biasa traveler sendirian jg tp g se seru itu….moga next time bisa bareng y bro……..

  3. Keren Ka travelling nya. Akhir2 ini saya juga seneng travelling tanpa banyak teman. Mau juga jadi solo travelling. ceritanya inspiratif sekali

    • @sari : terima kasih dah mampir kesini … mudah2an ceritanya membantu. Sekali2 coba jalan sendiri seru koq hehe

  4. Mas thanks artikelnya informatif banget.. kebetulan besok Desember saya mau jalan ke bunaken ber 2 sama suami.
    Udah telp Daeng juga, dan dikasih pilihan kapal besar 3 mesin, atau kapal kecil 1 mesin. Waktu itu Mas Gunawan pake yang mana? Kan lumayan cepet tuh katanya, kapal lainnya dibalap.. hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *