Travelling Alone #Day 1 : Ternate, Maluku Utara

Pulau Maitara dan TidoreTernate merupakan kota kecil yang cukup ramai yg berada di pulau yang bernama sama dengan kotanya yaitu pulau Ternate. Sebenarnya pulau ini merupakan bagian atas dari gunung yang muncul dari bawah laut, kota Ternate-nya sendiri berada di lereng gunung yang bernama gunung Gamalama. Jadi ketika mengelilingi pulau Ternate, puncak gunung Gamalama akan selalu terlihat dimanapun anda berdiri. Ternate awalnya merupakan ibu kota dari provinsi Maluku Utara yang merupakan hasil pemekaran dari provinsi Maluku, sebelum ibu kota Maluku Utara dipindahkan ke kota Sofifi di pulau Halmahera. Walau ibu kota Maluku Utara sudah pindah ke Sofifi, tetapi beberapa fasilitas hiburan dan wisata masih jauh lebih tersedia di Ternate di banding di Sofifi. Pulau Ternate ini kaya akan rempah-rempahnya apalagi Cengkeh, sejarah mencatat kekayaaan akan rempah-rempahnya ini kelak menjadikan bumerang sehingga negara-negara barat waktu itu Portugal dan Spanyol (dilanjutakan Inggris dan Belanda) berebut pengaruh dan kekuasaan di kawasan ini. Kekayaan rempah-rempah di Maluku ini jugalah yang memberikan peranan penting dalam sejarah kedatangan orang-orang Eropa ke Nusantara dan menjadikan cikal bakal penjajahan terhadap bumi Nusantara ini. Dahulu Ternate merupakan salah satu kesultanan dari empat kesultanan besar di Maluku yang mempunyai pengaruh di kawasan ini selain Tidore, Bacan dan Jailolo.

Pulau Maitara dan Tidore di Uang Rp.1000
Pulau Maitara dan Tidore di Uang Rp.1000

Walau Ternate atau Halmahera sudah menjadi salah satu tempat yg masuk dalam impian buat dikunjungi tapi tak pernah menduga dengan secara spontan dan tiba2 insting bilang harus pergi ke Ternate, padahal seminggu sebelum berangkat anak-anak di kantor sudah bertanya apakah akan cuti di hari kejepit hari jum’at tanggal 7 juni 2013 karena hari kamis tanggal 6 juni 2013 nya tanggal merah, dijawab tidak karena tepat sebulan yang lalu sudah jalan ke Padang dan bulan ini emang ngak ada budget buat jalan jauh. Tetapi beberapa hari sebelum hari H berubah pikiran untuk jalan dan ambil cuti karena sayang bisa berlibur 4 hari. Kali ini iseng2 mengecek jadwal penerbangan Xpress Air, sebuah maskapai yang lebih banyak melayani penerbangan ke timur Indonesia. Dari Jakarta ada beberapa kota tujuan di Indonesia timur yang dilayani maskapai ini diantaranya : Fak-fak, Jayapura, Sorong, Kaimana, Manokwari, Manado dan Ternate. Tetapi secara budget Ternate-lah yang masuk budget, tiket Jakarta-Ternate di XpressAir harganya Rp.900rb, kalau melihat maskapai lain tiketnya diatas 1.5jt dengan tujuan yang sama. Tetapi tiket pulangnya lumayan mahal seharga 1.7jt, lalu iseng cari-cari apakah ada tiket di maskapai lain yang lebih murah untuk pulang, ternyata tidak ada. Otak berputar terus gimana caranya dapet tiket yang lebih murah, setelah liat-liat ternyata memakai tiket transit dengan beda maskapai harganya bisa lebih murah. Akhirnya didapat untuk pulang dari Ternate transit di Manado memakai maskapai Sriwijaya Air seharga Rp.325rb, dari Manado lanjut dgn tiket promo BatikAir yang merupakan premium class-nya LionAir (dan karena ke premiumanya inilah maskapai ini bener2 saya rekomendasikan hehe) dengan harga Rp825rb. Tetapi pikiran berubah lagi, ngapain cuman transit saja di Manado kalau tidak sekalian menikmati Manado??. Akhirnya di pilihah 2 hari 2 malam di Ternate dan 2 hari 1 malam di Manado . Karena waktu yang mepet ngak sempet survei lebih jauh tentang Ternate sekitarnya, apalagi survei tentang Manado . Penginapan di Ternate dan Manado dapat dari Agoda dengan mencari harga yang diskon Agodanya paling besar. Untuk Ternate dapet di Losmen Kita yang murmer dan jackpotnya dapet harga hotel Sintesa Peninsula yang berbintang lima dengan harga murah dibawah 500rb hehe. Untuk transportasi semuanya akan didadak, rencananya kalau ada ojek mending sewa ojek saja.

Under Water Sulamadaha Under Water Sulamadaha
Under Water Sulamadaha Under Water Sulamadaha
Pemandangan Bawah Laut Sulamadaha

Rabu jam 11.30 malem menuju bandara Soekarno Hatta karena jadwal penerbangan yang jam 2 pagi. Kali ini ada yang berbeda, tidak ada itenary semuanya didadak dan juga yang bikin aneh kali ini jalan sendiri tanpa di temani travelmate. Ada sensasi yang berbeda ketika anda berjalan sendiri ketempat jauh yang belum pernah anda kunjungi dan belum tahu aktivitas apa yang akan anda lakukan sesampainya di lokasi.
Kamis dini hari jam 00 lebih sudah sampai di bandara, tidak langsung check in tetapi duduk2 dulu di luar karena waktu checkin masih panjang. Ternyata ketika duduk banyak yang bertanya mau kemana .. hmmm agak aneh juga baru kali ini di bandara banyak yang nanya mau kemana. Ternyata pertanyaan itu terjawab beberapa saat kemudian ketika ada beberapa orang yg ingin menitipkan bagasi buat keluarganya yang berada di Ternate. Semua orang yang mau titip barang ditolak karena takut dititipi barang terlarang seperti narkoba dan sejenisnya. Ketika duduk ibu2 yg duduk sebelah juga tanya mau kemana. Jawab mau ke Ternate, dia cuma bilang “wahh saya sudah nitip barang ke temen saya, tapi kalo temen saya ngak jadi berangkat, bisa titip barang ke kamu dong” tapi akhirnya dia ngak jadi nitip karena temenya dateng. Yup ternyata di penerbangan ke Ternate tuh banyak org2 Ternate yg nitip barang buat sanak sodaranya di Ternate.

Batu Angus, TernateBatu Angus, Ternate
Pantai SulamadahaPantai Sulamadaha
Batu Angus (Atas) dan Pantai Sulamadaha (Bawah)

Jadwal pesawat kali ini tepat, jam 2.00 pagi pesawat berangkat. Karena takut nanti siang mengantuk akhirnya mata dipaksa buat tiduran di pesawat yang sebenarnya ngak bisa tidur juga hehe. Beberapa menit sebelum sampai di Bandara Sultan Babullah Ternate, pilot mengumumkan kalau beberapa saat lagi sampai di tujuan, melihat ke luar sinar matahari sudah mulai memunculkan cahayanya. Tidak lama pula pulau Ternate dan kotanya sudah berada di sisi kiri. Tepat jam 8.00 pesawatnya sudah mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate. Perjalanan mengelilingi pulau Ternate berlawanan arah dengan jarum jam dimulai dari sini.

Batu Angus

Batu Angus, Ternate Batu Angus, Ternate
Batu Angus, Ternate Batu Angus, Ternate

Mobil keluar dari bandara, aspal jalan yang masih hitam mulus dengan badan jalan yang tidak terlalu lebar ada di depan . Tidak berapa lama hamparan batu vulkanik hitam berserakan di kiri kanan jalan, yah inilah yang dinamakan batu angus. Berhenti sebentar untuk melihat-lihat kondisi sekitar, dari sini ke arah barat daya terlihat puncak gunung Gamalama yang sedikit tertutup awan, kearah timur laut terlihat lautan biru yang luas, di ujung lautan terlihat samar-samar gunung Jailolo di Halmahera yang membiru. Lokasi Batu Angus sebenarnya dekat sekali dengan bandara mungkin hanya beberapa ratus meter dari ujung landasan , tetapi karena kami harus memutari bandara jadi berjarak sekitar 6.7KM.

Pantai Sulamadaha

Pantai Sulamadaha Pantai Sulamadaha
Pantai Sulamadaha Pantai Sulamadaha

Dan 11KM dari bandara sampai di pantai Sulamadaha, pantai yang meghadap langsung pulau hiri ini terkenal karena pasirnya yang hitam dan air lautnya yang jernih. Untuk lebih menikmati suasana air laut yang jernih, berjalan kaki sekitar 500m menuju Hall Sulamadaha ( ngak tau yang benar tulisannya Hol, Hole, Hal atau Hall tapi yang terdengar di telinga “Hol”). Tanpa berfikir panjang langsung ganti baju pasang masker dan snorkel, walau belum tidur semalaman tetapi air laut Sulamadaha yang jernih benar2 menggoda. Setelah melihat sekeliling hmmm ternyata saya satu2 nya yang snorkeling disini, sisanya lebih banyak main di pinggir dengan ban karet atau naik perahu, tetapi tak berapa lama kemudian ada beberapa orang juga yang snorkeling tetapi tidak banyak. Lumayan lama snorkeling dan beristirahat menikmati keindahan alam Sulamadaha dan jam 10 kurang lanjut menuju danau Tolire.

Danau Tolire

Danau Tolire, Ternate Danau Tolire, Ternate

16.5 KM berikutnya sekitar jam 10.05 ada pertigaan untuk ke danau Tolire besar, danau kecil berwarna hijau yang kurang lebih berdiameter 600an meter dengan background gunung Gamalama. Ketika melihat tumpukan batu untuk dilempar, ini mengingatkan akan sumur Jalatunda di Dieng. Dimana batu-batu tersebut disediakan buat pengunjung yang penasaran untuk melempar batu tersebut ke dalam Danau, dengan ditukar dengan rupiah tentunya. Suasananya tidak se-‘angker’ sumur Jalatunda di Dieng, tetapi luas genangan airnya jauh lebih luas.

Pantai Bobana Ici

Bobana Ici

Ketika sampai di Bobana Ici sudah setengah pulau terlewati, kurang lebih kilometer ke 23. Pantai ini tidak terlalu besar dan masih dengan karakter pulau vulkanik yang berpasir hitam. Ada kolam renang di pinggir pantai buat pengunjung yang ingin berenang. Ada cafe dan tempat karaoke juga walau seadanya. Pantainya ngak terlalu luas, ketika sampai ke Bobana Ici sudah ramai dengan pengunjung. Tepat jam 11 sang, meninggalkan Bobana Ici menuju benteng Kastela.

Pantai dan Benteng Kastela

Benteng Kastela Pantai Kastela
Pantai Kastela Pantai Kastela

Agak sedikit kecewa melihat kondisi benteng Kastela ini, padahal salah satu magnet yang membuat saya jalan ke Ternate salah satunya ingin melihat benteng2 peninggalan Portugis dan Belanda yg konon banyak di beberapa titik. Walo ada sebuah tugu yg menerangkan sejarah perlawanan Sultan Babullah melawan Portugis tetapi kondisi benteng sudah tidak berbentuk, yg ada reruntuhan batu2 yg di tanami oleh rimbunan pepohonan. Tetapi kekecewaan sama lumayan terobati setelah memasuki kawasan pantai Kastela. Kondisi pantai tidak terlalu special tetapi disinilah bisa menikmati bermain dengan anak-anak kecil sekitar hehe. Mengelana sendiri memberikan waktu buat lebih berinteraksi dengan warga lokal sekitar mungkin akan berbeda kalau jalan2 dengan berkelompok, disinilah skill komunikasi yg sopan berberan sangat penting.

Unkhair
Hunting berikutnya adalah mencari letak pengambilan gambar pulau Maitara dan Tidore yg ada dibalik gambar uang seribu rupiah. Sempet penasaran ke lokasi universitas Khairun dan naik keatas untuk melihat posisi gambar tersebut. Agak mirip tetapi ternyata anglenya terlalu tinggi, akhirnya disimpulkan kalo pengambilan gambarnya pasti ada di bibir pantai atau setidaknya bukan dari ketinggian.

Gambesi sekitarnya

Gambesi, Ternate Gambesi, Ternate
Posisi Gambar di Uang seribu Rupiah

Lepas dari Unhair, petualangan berlanjut ke daerah Gambesi. Karena rasa penasaran ingin merekonstruksi ulang gambar yang ada di balik uang seribu, sendirian berjalan menyusuri kampung nelayan yang ada di sekitar Gambesi-Ternate, tak lama kemudian anak-anak kecil sekitar kampung nelayan tersebut menjadi teman yang meriah dalam merekonstruksi gambar tersebut πŸ˜‰ …. Walau sendirian tetapi keramahan warga sekitar membuat saya tidak canggung dan malah semakin dekat untuk berinteraksi. Akhirnya posisi inilah yg membuat lega, karena setidaknya lebih mendekati dengan gambar yg ada di balik uang seribu rupiah. Jujur pertama kali uang seribu rupiah edisi Kapiten Patimura muncul dan melihat gambar dua gunung di lautan lepas tersebut berharap dan bermimpi suatu saat akan berada di posisi dimana gambar ini di ambil. Alhamdulillah doa terkabulkan dan masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan pulau Maitara dan Tidore seperti yang ada di uang seribu rupiah.

Floridas cafe

View Dari Floridas Cafe

Dari Gambesi sebenarnya sudah sangat puas dengan apa yg sudah terlewati dan tidak terlalu banyak berharap lagi karena tujuan utama merekonstruksi gambar uang seribu sudah terlaksana. Tetapi suguhan pemandangan spektakuler dari floridas cafe membuat tidak terlalu menikmati makanannya haha. Pemandangan pulau Maitara dan Tidore disini sebenarnya lebih bagus dan lebih luas jangkauannya. Pelayanan cafe yang serba lelet tidak dihiraukan , malah semakin lelet semakin lama menikmati keindahan alam ini hehehe. Walo makanan di depan sudah habis, masih enggan untuk meninggalkan lokasi ini, tetapi waktu jugalah yg mengharuskan untuk melanjutkan keliling pulau.

Benteng Kalamata

Benteng Kalamata, Ternate Benteng Kalamata, Ternate
Benteng Kalamata, Ternate Benteng Kalamata, Ternate

Setelah sebelumnya agak kecewa melihat benteng Kastela, tidak terlalu antusias ketika menuju benteng Kalamata. Tetapi salah total, kondisi benteng Kalamata jauh lebih terawat, bersih dan masih utuh. Jauh lebih antusias dalam melihat-lihat benteng ini. Suasana sepi tidak ada pengunjung lain, memberikan ruang lebih buat mendokumentasikan kondisi benteng. Yang membuat benteng ini lebih menarik adalah posisi yang tepat di bibir pantai. Kegairahan untuk melihat benteng lainnya meningkat lagi. Selanjutnya perjalanan menuju pusat kota Ternate.

Bela intetnational hotel
Selanjutnya menuju lokasi hotel paling mewah di Ternate yaitu Bela international hotel, view dari hotel ini bener2 keren dan bisa melihat suasana kota dan pantai dari kejauahan karena berada di ketinggian. Sayang tidak menginap di hotel ini karena tidak masuk budget hehe.

Swering
Dari Bela int Hotel turun menuju icon kota Ternate yaitu swering .. dan ketika sampai di lokasi tidak terlalu impresif karena memang kurang suka tempat2 keramaian dan tempat nongkrong anak muda seperti ini. Hati selalu menolak untuk menikmati tempat seperti ini. Apalagi kalau sudah ada acara panggung terbuka atau tempat dugem di jamin dalam hitungan detik langsung menyingkir.

Masjid Al Munawwaroh Ternate

Masjid Ternate

Masjid yang cukup unik karena berada tepat di bibir pantai, yg membuat terbelalak adalah kejernihan air pantai sekitar masjid walau sudah pusat kota, kondisi airnya sangat jernih, sangat dimungkinkan buat snorkeling. (Kondisi june 2013). Pinggir masjid ada dermaga kecil yg cuma muat beberapa perahu atau speedboat saja buat tujuan mana (lupa hehe) atau carteran apabila anda mau keluar dari pulau Ternate.

Benteng Tolukko

Benteng Tolukko, Ternate Benteng Tolukko, Ternate
Benteng Tolukko, Ternate Benteng Tolukko, Ternate

Benteng ini termasuk paling fotogenik buat di poto. Taman hijau yg terawat sekitar benteng membuat benteng ini seperti castil dalam film2 kartun disney hehe. Benteng ini berada di ketinggian kalau menghadap laut, jadi sepertinya dulu untuk memantau kapal2 perdagangan yang membawa rempah2 dapat di monitor dari sini. Cuma koq bentengnya cukup kecil apakah dulu ada bangunan lain sekitar benteng saya tidak tahu, tetapi kalau bentengnya memang sekecil ini hmmmm ini kan cuma muat untuk beberapa puluh orang saja.

Pelabuhan dufa-dufa
Sengaja ingin melihat keadaan pelabuhan dufa-dufa seperti apa, karena pelabuhan ini merupakan pelabuhan tempat menuju ke Jailolo Halmahera Barat. Walau belum tahu apakah akan pergi ke Jailolo atau tidak tapi ngak ada salahnya mengecek pelabuhan ini. Setelah mengobrol sama org yg lagi menunggu speedboat ke Jailolo, tak terasa hari sudah mulai gelap selanjutnya Losmen Kita yang manjadi tujuan terakhir.

Losmen Kita
Losmen yg cukup sederhana tetapi masih cukup ok kalo buat beristirahat. Tetapi sebenarnya masih banyak hotel2 yang lebih bagus di banding losmen ini dan sepertinya harga yang di tawarkan losmen ini terlalu mahal dibandingkan dengan fasilitas yg di berikan. Yang paling parah adalah sarapan paginya yg hanya roti + selai saja.

Setelah keliling pulau yg melelahkan karena memang belum tidur, badan langsung dicuci bersih buat beristirahat, mungkin besok tidak akan keliling kota Ternate lagi tapi akan coba nyebrang ke pulau2 sekitar Ternate entah itu pulau Hiri , Maitara atau Tidore atau nyebrang ke Halmahera buat ke Jailolo atau Sofifi. Tapi malam ini emang harus istirahat dan tujuan esok hari masih belum di tentukan mau kemana.

bersambung..

Tips Perjalanan Ternate :

  • Ada beberapa pesawat yang bisa langsung ke Ternate dari Jakarta diantaranya XpressAir, LionAir dan Sriwijaya Air.
  • Selain itu ada juga pesawat-pesawat yang transit ke Manado, surabaya atau Makassar terlebih dulu.
  • Jangan khawatirkan penginapan ternyata hotel dan penginapan tersedia banyak di sana.
  • Juga jangan khawatirkan transportasi, disana ojek selalu setia mengantar anda kemanapun. Kalau ingin sewa mobil, Β  banyak tersedia di hotel2 tempat anda menginap.
  • Pelabuhan Bastiong buat penyeberangan ke pulau Maitara dan Tidore.
  • Pelabuhan Dufa-dufa buat penyebrangan ke Jailolo (ongkos Rp.50.000).
  • Dan kalau ingin mencarter speedboat ‘katanya’ lebih murah bila mencarter di dermaga sebelahΒ Masjid Al Munawwaroh.
  • Untuk komunikasi jangan lupa pake kartu Simp*ti karena beberapa kartu lain kurang bagus (setidaknya di juni 2013)

Link lainnya di seri Traveling Alone :

  1. Travelling Alone #Day 1 : Ternate, Maluku Utara
  2. Travelling Alone #Day 2 : Jailolo, Halmahera Barat
  3. Travelling Alone #Day 3 : Taman Laut Bunaken, Manado
  4. Travelling Alone #Day 4 : Tomohon, Tondano dan Bitung
  1. Haaaiii salam kenal,

    Kmrn saya tiba2 dapat 1 hari buat jalan2 di ternate karena transit, saya banyak terbantu sekali dengan membaca review dari blog nya…

  2. minggu lalu merencanakan liburan ke Manado; googling holiday ke manado and ketemu yg paling pas blog malebar.net…luar biasa saya jadi merasakan ikut dalam perjalanan blog kamu πŸ™‚
    awalnya hanya ingin ke Manado jadi nambah ke Ternate baru jalan ke Manado dan balik ke Jakarta.
    Terima kasih untuk sharing nya.

  3. wah, kalau niatnya mengungjungi benteng peninggalan portugis kayaknya benteng oranye terlewatkan. benteng oranye kalo tidak salah adalah yang terbesar. ada juga satu benteng (entah ini bisa disebut benteng atau tidak karena tidak terlalu luas) di depan floridas.

  4. Woow.. saya senang baca blognya mas Gunawan. Tgl 20-28juni ini saya akan ke jailolo.. ,dan blog ini salah satu guide saya.. .thanks mas..

  5. Hallo Kak, salam kenal
    Menarik sekali artikel ngetripnya. Jadi makin yakin buat solo backpackeran ke Ternate.
    Entah saya kelewat baca atau emang belum ditulis, mau nanya kak, transportasi yang dari bandara untuk keliling seharian dari Batu Angus smp ke Losmen, itu sewa mobil atau pakai jasa travel, atau gimana ya kak?
    Terima kasih

    • Untuk transport kemaren kebetulan emang dapet mobil tak terduga gara2 pernah nolong seseorang di jakarta. Tapi sewa motor/ojek seharian bakal lebih irit sih, karena pulaunya juga gak besar2 amat.

      Thanks Mbak Rilyan dah mampir sini`

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *