Sunset dan Object yang bergerak

.
Jimbaran 1

Peralatan saya siapkan khusus untuk menangkap momen sunset di Jimbaran. Setiap kali jalan ke Bali tanpa peduli dengan beratnya peralatan kamera, barang2 seperti Lensa,Flash dan Tripod WAJIB dibawa hukumnya. Lebih baik mubazir dan menyesal membawa barang berat dan tidak kepakai, dari pada saya harus menyesali ketika mau ambil gambar peralatannya kurang hehehe. Situasi keduanya pernah saya alami di tempat yang sama yaitu Jimbaran. Yang pertama  akhir tahun 2005 saya hanya membawa 1 lensa dan tidak membawa yang laen, kesempatan kedua sekitar akhir tahun 2006 lupa membawa flash tambahan. Dan di dua kesempatan tsb nyeselnya minta ampun saya hanya bisa melihat sunset yang sempurna tanpa ‘memanfaatkannya’ dengan sempurna. Dan di kesempatan ketiga di Oct 2008 dengan di lengkapi peralatan yg cukup komplit (hahaha komplit ukuran kantong saya) berhubung sunsetnya lagi ngambek dan ngumpet di balik awan maka peralatan yg saya bawa jadi mubazir.

Tapi kalau di suruh memilih situasi yang mana, saya sendiri lebih memilih gagal karena sunset-nya ngambek dari pada ketika mau ambil gambar peralatannya tertinggal ;). Dari pada diem melihat sunset yang gagal akhirnya saya suruh temen2 saya berbaris untuk antri loncat satu persatu di atas pasir pantai hehe. Ternyata ambil foto2 orang yang lagi loncat membutuhkan feeling yang kuat kapan kita harus memijit tombol kamera. Setiap orang dengan bobot tubuh yang berbeda2 membutuhkan timing yang berbeda pula kapan kita pijit tombol. Saya akan share pengalaman amatir saya bagaimana sih ambil foto orang2 yang lagi loncat / bergerak.

  1. Ambil mode Shutter Priority  dan set Shutter speed yang cepet supaya object nge-freeze
  2. Berhubung shutter speednya kenceng dan suasana agak sedikit mulai gelap (walaupun  backlit nya masih kuat), kalau bisa dibantu pake  flash external karena lebih kuat dan cepat load powernya. Dan jagan takut ada bayangan di belakang object karena background yang membetang luas serta arah cahaya/flash yang keatas. Dengan catatan kita ambil gambar sambil jongkok.
  3. Metering tergantung selera bisa Spot(Nikon)/Partial(Canon) atau pake Matrix(Nikon)/Evaluative(Canon), walaupun suasana mulai gelap tetapi backlit nya masih kuat maka kalau pake matrix dan tanpa flash di jamin akan menghasilkan pencahayaan background yang bagus tetapi objectnya gelap malah jadi gambar silhoutte. Jadi kalau ingin objectnya lebih terang pake Spot/Partial metering tetapi pencahayaan background kurang bagus. Berhubung saya pake  flash external (set manual full power) saya pilih metering matrix karena saya ingin pencahayaan background dan object yang bagus. Background dapet karena pake metering matrix tetapi object juga dapet karena dapat pencahayaan dari flash external dan itulah salah satu gunanya flash external bisa di atur se-manual yang kita inginkan hehe.
  4. Ini yang paling sulit kapan timing yg tepat untuk ambil gambar, saya selalu memberi aba-aba pada hitungan ketiga harus loncat (  dan justru disinilah  kuncinya … yang kasih aba2 harus yg ambil gambar sehingga feeling-nya tepat) , dan ketika hitungan ketiga berjalan dan object meloncat jangan langsung ambil gambar biarkan jeda sepersekian detik  tergantung bobot dan tingginya loncatan object baru ambil gambarnya.
  5. Sebelum berhitung dan object meloncat, kunci focusnya terlebih dahulu (pijit setengah) dan tahan. Jadi ketika kita berhitung focus sudah terkunci tinggal pijit full untuk ambil gambar. Jangan ambil focus ketika object meloncat .. apabila lensanya jelek seperti lensa saya object akan turun duluan sebelum focus dapet. Untuk Auto Focus(AF) Area mode nya saya pakai ‘Single Area’ karena setelah di kunci focusnya saya bisa dengan bebas atur komposisi letak object. Sebenarnya untuk moving object lebih enak pake ‘Dynamic Area’ tetapi kita tidak bisa dengan leluasa mengatur komposisi letak object karena setiap kita geser dikit atau objectnya bergerak, focus akan berubah. ‘Dynamic Area’ lebih cocok untuk foto candid bergerak yang unpredictable pergerakan objectnya seperti foto2 yang lagi sepakbola di bawah. BTW komposisi AF mode Dynamic Area dengan lensa Tamron 70-300 saya hmmm benar2 menguras batre dan berisiknya minta ampun hehehe.
  6. Terakhir tanya object terlebih dahulu .. loncatnya ke atas lurus atau agak kesamping kanan atau kiri karena kita harus menyediakan space kosong dimana object tersebut di ambil. Kalau dia cuman ke atas maka sediakan tempat diatas agak luas.

Dengan cara2 diatas alhasil saya hanya membutuhkan mereka untuk sekali locat saja untuk mendapatkan 1 gambar tanpa harus berulang2 loncat. Tetapi giliran saya yg minta di foto, ternyata berkali-kali saya loncat  sampai peluh membanjiri muka  .. tetep … hasilnya nihil hahaha. Ya udah buat saya hitung2 olahraga loncat2-an di atas pasir pantai.

Jimbaran 2

Foto2 sepakbola dan loncat2an kurang kerjaan (pagi hari di Kuta)

Kuta 1
.
Kuta 2

Foto2 sunset di Jimbaran

Jimbaran 3
.
Sunset Jimbaran
.
  1. hahaha mungkin bukan menggunakan foto tanpa izin .. lebih tepatnya menggunakan/mempublish model tanpa izin hehe…..
    sapa neeh … pasti salah satu orang yg fotonya nongkrong di atas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *