Snorkeling di Batu Layar dan bilas di Citumang

Batu Layar, Pantai Timur PangandaranBatu layar dan Citumang merupakan salah satu tempat wisata yang pengunjungnya jauh lebih sedikit apabila di bandingkan dengan kumpulan wisatawan yang menyemut di pantai barat Pangandaran. Kebesaran nama pantai Pangandaran dan cagar alam Pananjung sepertinya menutupi nama Batu Layar yang berada di sebelah timur cagar alam Pananjung, begitu pula nama Green Canyon atau Cukang Taneuh yang sangat fenomenal seperti menenggelamkan nama Citumang yang menurut saya lebih seru kalau buat main air. Industri wisata di Pangandaran sekitarnya sepertinya paling maju diantara daerah2 lain yang ada di Ciamis, atau bahkan Jawa Barat. Lepas dari Ciamis dan membentuk Kabupaten sendiri dengan nama kabupaten Pangandaran yang beribu kota di Parigi, mudah2an bisa membuat pariwisata di Pangandaran lebih maju. Walau dengan akses jalan yang kurang bagus dan lumayan jauh dari Bandung apalagi Jakarta tetapi wisatawan yang menyemut buat main air di pantai Barat Pangandaran tidak pernah surut. Sepertinya Pangandaran merupakan pantai teramai dan terbanyak pengunjungnya yang pernah saya lihat selain Pantai Kuta di Bali. Salah satu kelebihan Pangandaran juga karena berbentuk tanjung yang sebelah Barat dan Timurnya laut sehingga dapat melihat Sunset dan Sunrise di satu tempat. Kalau pagi hari banyak orang yang berkumpul di Pantai Timur sedangkan sore hari lebih banyak orang yang menyemut di Pantai Barat.

Pantai Barat PangandaranPantai Barat Pangandaran
Pantai Barat PangandaranPantai Barat Pangandaran
Pantai Barat Pangandaran

Tetapi sepertinya agak susah mengatur beberapa tenda pedagang disini, yang agak membuat panorama pantai jadi kusam dan kumuh. Selain beberapa perahu wisata (atau nelayan ??) yang ada di pantai Barat juga agak sedikit mengganggu kegiatan wisatawan yang menikmati pantai Barat. Harusnya perahu wisata tersebut di kumpulkan di satu titik sehingga tidak saling menggangu antara wisatawan yang berenang dengan perahu yang hilir mudik mengangkut penumpang. Selain tidak saling mengganggu pemisahan itu juga akan membuat pantai jauh lebih rapih. Apalagi kalau harus mengatur tenda2 pedagang sepertinya sudah menjadi suatu yang tabu. Bukan berarti tidak di perbolehkan berdagang atau menyewakan perahu tetapi pembenahan di Pangandaran sangat di butuhkan gunu membuat sektor pariwisata lebih maju. Kunci utama mungkin ketegasan dari penguasa untuk membuat Pangandaran lebih rapih. Pantai Kuta di Bali yang lumayan panjang dan ramai terlihat sangat seksi dan bersih karena tidak ada tenda2 penjual yang menghalangi pantai dari jalan raya. Tidak ada perahu wisata yang hilir mudik, wisatawan seakan-akan di manjakan oleh suasana pantai yang bersih luas dan tidak kumuh. Yang patut di ingat wisatawan tidak dipungut sepeser pun ketika memasuki pantai Kuta. Berbeda sekali dengan pangandaran, ketika masuk ada tiket restribusi yang ngak jelas aturannya hanya untuk melihat kesemrawutan pantai Pangandaran.

Cagar Alam Pananjung, PangandaranCagar Alam Pananjung, Pangandaran
Cagar Alam Pananjung, PangandaranCagar Alam Pananjung, Pangandaran
Cagar Alam Pananjung

Apakah Pangandaran bisa berbenah seperti pantai Kuta di Bali ? BISA !!!… kuncinya ketegasan penguasa dan kedisiplinan pelaku wisata di Pangandarannya sendiri. Bahkan harusnya Pangandaran bisa jauh lebih indah dan maju di banding Kuta. Kenapa ?? karena banyaknya spot2 wisata yang ada di daerah tersebut. Berbeda dengan Kuta yang wisata alamnya 100% hanya pantai, di Pangandaran ada dua pantai Barat dan Timur, di Pangandaran terdapat cagar alam dari goa sampai padang pengembalaan, kalo beruntung di cagar alam bisa melihat bunga bangkai dan banteng di padang pengembalaan. Ada wisata perahu buat keliling cagar alam, ada spot2 olah raga air di pantai Timur, ada spot2 menarik seperti Batu Layar atau berwisata melihat2 bagan yang terapung di tengah laut. Posisi daratan yang di apit oleh 2 pantai juga membuat beberapa penginapan sangat dekat dengan laut. Belum lagi object wisata satelit lainnya di sekitar di Pangandaran yang lumayan banyak seperti Batu Hiu, Batu Karas, Green Canyon, Citumang, Karang Nini dll. Juga jangan lupa oleh2 makanan laut yang khas di Pangandaran yaitu Jambal Roti, yang mungkin jadi daya tarik sendiri, karena tidak bisa di temukan di banyak tempat.

Ini adalah kunjungan ke Pangandaran yang ke-4 dalam 5 bulan terakhir dari total yang keseeeekiaaaaan kaliiiiinya. Kunjungan kali ini juga sebenarnya dadakan sama temen2 jalan, karena hari rabu malem kita ketemuan di Grand Indonesia hanya untuk merencanakan Planning ke Padang. Setelah booking tiket ke Padang, kita saling tanya sabtu minggu ini mau kemana ???… dengan spontan Pangandaran karena waktu yang hanya sabtu minggu dan kebetulan temen2 jalan belum ada yang pernah jalan ke Pangandaran. Start dari Plasa Semanggi sekitar jam 9 malam, sampe rumah saya di Bandung sekitar jam 1 kurang. Jadi total hanya 4 jam perjalanan melintasi kemacetan yang enggak banget antara Jakarta – Bandung. Beruntung tertidur diperjalanan antara Jakarta-Bandung tersebut hehe. Giliran Bandung-Pangandaran saya yang nyetir karena yang paling khatam jalur Bandung-Pangandaran hehe. Start jam 1 malem dari rumah saya di Bandung sampai Pangandaran sekitar jam 5.15 pagi. Itu dengan banyak berhenti di pom bensin hanya untuk buang air. Emang agak sedikit ngebut jalanin mobil karena mengejar sunrise di Pangandaran. Sampai-sampai yang punya mobil wanti2 ketika melintas jalan yang jelek xixi. Jadi selisih total perjalanan antara Jakarta-Bandung dan Bandung-Pangandaran hanya 15 menit, karena Bandung-Pangandaran di tempuh 4 jam 15 menit.

Batu Layar, Pantai Timur PangandaranBatu Layar, Pantai Timur Pangandaran
Batu Layar, Pantai Timur PangandaranBatu Layar, Pantai Timur Pangandaran
Batu Layar dan Pantai Timur Pangandaran

Setelah me-refill isi bahan bakar di pom bensin deket Pangandaran, laju mobil di arahkan ke Pantai Timur Pangandaran, guna menikmati sunrise. Duduk2 leyeh2 sebentar karena cape nyetir sambil menikmati suasana sunrise. Dlengkapi dengan sarapan bubur ayam. Karena kami emang maniak snorkeling, belum juga istirahat dari perjalanan yang cukup melelahkan karena tanpa tidur semaleman, di pagi hari yang sebenarnya enak buat tidur kami sudah tawar menawar untuk negosiasi perahu buat snorkeling di sekitar Batu Layar wkkkk. Setelah deal dengan perahu kami ganti baju renang wkkk, setelah total +-8 setengah jam perjalanan Jakarta-Pangandaran di lanjutkan sama snorkeling di Batu Layar … mantabbbbb deh. Keindahan bawah laut di Batu Layar tidak sebagus tempat2 seperti Samalona,Belitung apalagi Derawan tetapi cukup untuk melepas rindu buat berenang di laut xixi. Tidak banyak wisatawan yang mengunjungi Batu Layar ini padahal secara keindahan alam di atasnya lumayan bagus.

Hanya ada beberapa perahu saja yang mengikuti kami ke arah Batu Layar, itupun yang nyemplung buat snorkeling hanya beberapa glintir orang saja, berbeda ketika snorkeling di pulau Air kep. Seribu atau di Karimunjawa yang lumayan ramai. Padahal kalau di bandingkan kumpulan orang yang ada di pantai Barat pangandaran sangat jomplang sekali … mungkin tidak ada 1%nya pengunjung Pangandaran yang pergi ke Batu Layar. Setelah cukup puas melepas rindu berenang di laut akhirnya kami mulai menepi di daearah cagar alam pananjung, guna melihat goa2 sekitar cagar alam. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi, yang berarti harus cepet2 berbenah ke Citumang. Masih dengan dresscode baju renang akhirnya kami jalan2 buat mencari penginapan wkkk. Setelah dapet penginapan, sekali lagi masih pake dress code baju renang kami mengendarai mobil basah2an ke arah Citumang wkkk. Sampai Citumang, permainan air di lanjutkan haha.

Citumang, PangandaranCitumang, PangandaranCitumang, Pangandaran
Citumang

Citumang berjarak kurang lebih 15km kearah barat dari Pantai Pangandaran. Hanya mengandalkan papan penunjuk jalan ke arah Citumang akhirnya kami sampai di daerah Citumang. Kesan pertama yang terlihat di daerah parkir Citumang enggak banget haha… saya pikir ini mana tempat wisatanya hahaha. Setelah daftar buat body rafting akhirnya ada guide yang nganter buat maen air di Citumang. Setelah beberapa ratus meter berjalan kaki, akhirnya mentok di ujung Goa Citumang, disinilah baru disadari keindahan aliran sungai Citumang. Ada suatu goa yang buntu yang lumayan besar tetapi justru asal mula air mengalir tuh dari sini. Di ujung goa air mengalir keluar dari bawah tanah, suasana sekitar goa agak beraura angker, bahkan temen yng lain ngak ada yang berani masuk berenang lebih dalam ke ujung goa. Walau suasana yang terlihat angker tetapi rasa penasaran yang lebih tinggilah yang bisa menutupi ketakutan saya, akhirnya memberanikan diri buat berenang kedalam goa untuk melihat seperti apa suasananya.

Citumang, PangandaranCitumang, Pangandaran
Citumang, PangandaranCitumang, Pangandaran
Citumang

Temen-teman diujung goa sudah teriak-teriak memperingatkan saya buat cepat keluar, tetapi semakin lama ternyata sy semakin enjoy berenang didalam goa yang spooky itu haha. Akhirnya keluar juga dari goa buat melanjutkan body rafting menyusuri sungai Citumang. Ternyata terjun mengapung mengalir diatas aliran sungai tuh seru juga hahaha malah lebih seru dibanding waktu main ke Green Canyon, walau suasana sekitar agak serem tetapi ketika nyemplung benar2 seru. Mungkin kalak akan balik lagi buat body rafting di Citumang ketika musim kemarau, yang katanya airnya jernih banget kalau musim kering.

Batu Hiu, Pangandaran
Batu Hiu, PangandaranBatu Hiu, Pangandaran
Batu Hiu

Selepas basah2an di Citumang, perjalanan lanjut ke arah batu hiu dengan baju renang basah yang masih menempel, lalu dilanjutkan kearah green canyon guna makan di rumah makan Tirta Bahari. Dengan dres code baju renang yang masih menempel basah ketika memasuki RM Tirta Bahari membuat sebagian besar pengunujung RM melirik ke arah kami semua hahaha.
Tidak terasa makan sambil istirahat di Tirta Bahari yang lumayan lama sehingga jarum jam sudah menunjukan angka jam 2.30 siang. Ketika menuju Green Canyon kami putuskan puter balik aja ke Pangandaran lagi karena kondisi tubuh yang lelah dan ngantuk karena semalam full nyetir belum tidur. Kita harus istirahat karena esok harinya rencana kita berangkat pagi2 banget buat jalan ke daerah Tasikmalaya untuk mampir ke Kampung Naga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *