[Sepeda] Warban – Tahura

Sepeda Warban - TahuraSuasana warban yang ‘ngangenin’ membuat saya tidak bosan untuk jalan kesini, kali ini mencoba trek berangkat yang berbeda dari biasanya, setelah beberapa kali ke warban yang lewat jalur biasa atau pulang turun lewat Cartil. Kali ini berangkat lewat belakang dan lewat jalur tanah setelah sebelumnya melewati daerah bukit Dago Pakar Timur yang banyak cafe berjejer, dan turun lewat jalur hutan ke arah Taman Hutan Raya Juanda, yang berujung di goa Belanda. Jadi jalur ini tidak melewati tanjakan warban yang terkenal tetapi malah melewati tanjakan yg lebih curam dan panjang wkwkwkwk yg harus dilewati dan juga berakhir di jalan tanah dan tembus beberapa ratus meter menjelang warban. Dengan rasa penasaran ingin mencoba jalur ini selepas cigadung kami langsung kearah Jalan Bukit Dago Pakar timur tanpa melewati Goa Pakar, tetapi setelah dilihat di peta ternyata jalur ini sedikit lebih panjang dan juga lebih cape karena ada tanjakan yg super curam dan super panjang xixixixi. Tetapi di jalur ini kita tidak terlalu bosan menggowes di jalan aspal biasa karena di selingi masuk ke single trek jalan tanah.

Pagi hari yang lumayan dingin sampai di komplek keliatan berkabut membuat badan menolak untuk bangun pagi hehe, tetapi karena ada jadwal bersepeda dengan tujuan Warban memaksakan badan untuk bangun dari tempat tidur. Setelah keliling komplek ngumpulin masa buat bersepeda akhirnya berangkat juga, dan yang paling saya benci kalau ke warban adalah harus bersepeda lumayan jauh melewati jalan raya dari Cipadung menuju Cigadung, bergumul sama pengemudi angkot yang suka berhenti mendadak di depan kita, belum lagi pengendara motor yang seenaknya zig zig di depan kita wakkkkkkk. Tetapi itulah harga yg harus di bayar untuk menuju Warban hehe.

Sepeda Warban - Tahura Sepeda Warban - Tahura
Sepeda Warban - Tahura Sepeda Warban - Tahura

Dengan melewati jalur yang biasa kalau kami ke Warban yaitu Cipadung-Ujungberung-Cicaheum-Pahlawan-Cigadung dan kembali pemanasan lutut ada di Cigadung yang merupakan tanjakan aspal mulus yang tengil karena panjang hehe. Dan ada yang tidak biasa ketika kami melewati beberapa meter dari pertigaan Dago Resort , kami tidak lurus menuju pertigaan Goa Pakar tetapi berbelok ke kanan di pertigaan Bukit Dago Pakar Timur yg pertigaannya aneh, karena selain pertigaan yg berbelok patah juga menanjak lumayan curam. Melewati kawasan ini jadi inget kalau lagi jalan mau makan disini hehe , karena disini pusat nya cafe2 atau rumah makan di dago dengan view yang indah.

Setelah melewati deretan cafe2 yang lumayan banyak akhirnya ada belokan kekiri menuju tanjakan dasyat yang curam dan panjang wkwkwk. Setelah melewati tanjakan tersebut jalan berbatu yang besar2 menyambut kita dan sebelum di ujung jalan berbatu tersebut kami belok kanan menuju single trek jalan tanah yang agak licin karena hujan. Setelah melewati jalur tanah yang ada pohon bambunya akhirnya kami keluar dari single trek tanah tersebut menuju jalur utama menuju warban dan dari situ warban cuman berjarak beberapa ratus meter saja.

Sepeda Warban - Tahura Sepeda Warban - Tahura
Sepeda Warban - Tahura

Berhubung perut yg kosong sesampainya di warban tidak lain dan tidak bukan adalah makan hahaha. Karena kebayang pulang harus melewati jalan raya lagi maka setelah menyantap lotek dan minum teh Rosella dingin, langsung turun lagi. Kali ini menuju Hutan Raya Djuanda dan ternyata ini lagi2 sepertinya bukan jalur sepeda melainkan jalur hiking wkwkwkw. Jadi ingat kejadian di Ranca Upas yang terulang disini xixiix, kami hiking dengan menggunakan baju sepeda sambil menggotong sepeda. Tetapi setelah tembus di kawasan wisatanya ternyata seru juga, dan kami pun terus menggowes di jalan setapak yang memakai paving block menuju goa Belanda. Sesampainya di goa Belanda kami pun masuk ke goa tersebut untuk menuju ke pintu gerbang Goa Pakar.

Dan selepas goa pakar akhirnya moment yang paling menjengkelkan ketika pulang dari Warban harus di lewati juga … menggenjot sepeda di jalan raya yang super ramai dan panas di sengat teriknya matahari amat sangat tidak ok.

  1. salam kenalan kang. Saya beginner goweser nih.
    Menarik sekali nih cerita pengalaman gowesnya si akang . Kalau boleh minta peta jalurnya. Supaya yg nubie-nubie gag kesasar kalau mau coba jalurnya. Sekali lagi nuhun ceritanya yang seru-seru nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *