[Sepeda] Ujungberung – Tanjakan Panjang – Cipadung


Setelah bosan dengan trek Kiarapayung terus, akhirnya tim Eastern Hills nGoweser yang newbie2 dalam hal sepeda mencoba beberapa trek, diantaranya trek jalan datar keliling kampung menuju Tenda Biru, di sisi sungai Citarum yang lumayan jauh, tapi karena datar tidak terasa cape. Trus trek warung bandrek, tetapi sayangnya saya ketika itu tidak bisa ikut karena ada acara nyelem di kep.seribu. Ada trek Batu Kuda yang merupakan trek tanjakan di jalan beton/aspal yang lumayan curam. Tapi sayang beberapa trek tersebut undocumented dan untracker di GPS saya hehe. Akhirnya setelah beberapa kali tidak pernah membawa kamera, saya paksakan untuk mendokumentasikannya :). Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya tidak bawa kamera, pertama karena dulu kami terlalu sering ke kiarapayung jadi sudah tidak perlu bawa2 kamera.

Kedua jadwal jalan yang tidak bisa di prediksi kemana, tau2 ke track yang yg sama jadi sayang juga ngapain bawa kamera kalo kurang di pake –tapi ternyata ini asumsi yang salah, walopun di lokasi yang sama kalo ambil photo orang tuh akan selalu berbeda2 dan komposisinya selalu dinamis di banding dengan photo landscape, makanya terakhir2 selalu saya bawa kameranya, dan hasilnya sekarang lebih banyak gambar tim nggowesernya di banding landscape nya hehehe– , ketiga ternyata lumayan berabe juga bawa gembolan tas SLR sambil bersepeda walopun setelah beberapa kali bawa sudah mulai terbiasa tetapi alasan yang paling utama adalah yang keempat, yaitu ketika harus memotret dengan kondisi napas yang ngos-ngos-san benar2 tidak mudah, dan hasilnya pun jadi tidak maksimal. Saya harus gowes paling depan agak jauh dan nunggu rombongan mendekati saya, baru saya ambil gambar, tetapi yang paling membuat lebih cape ketika rombongan sudah berlalu saya harus mengejar dengan kondisi trek yang naik turun hehe. Tapi lagi2 sepertinya saya sudah mulai terbiasa untuk lebih menikmati ambil gambar dalam kondisi keringat bercucuran dan napas yg tersenggal2.


Sebenarnya ini untuk yang kedua kalinya saya coba di jalur ini, tetapi di percobaan yang pertama trek yg saya rekam di GPS ngak full dan juga tidak bawa kamera. Tanpa mau melakukan kesalahan dua kali setelah melihat landscape sekeliling yg ok akhirnya saya bawa kamera, yang ternyata gambar2 anggota tim nGoweser lah yg memenuhi memory card di kamera saya di banding dengan landscape bandung timur-nya hehehe. Untuk trek kali ini tidak secapai pertama kali, mungkin sudah mengenal medan. Dan di kampung tanjakan panjang pun secara fisik saya tidak merasakan secapai waktu pertama kali hehe karena lagi2 ‘mungkin’ waktu pertama kali melihat tanjakan yang panjang dan curam sudah cukup mengintimidasi kekuatan lutut saya hehe, di tambah ada plang yang bertuliskan selamat datang di kampung tanjakan panjang hmmm lengkap lah sudah menggambarkan kondisi tanjakannya :). Walopun bagi para nGoweser senior tanjakan ini ngak ada apa-apanya hahaha.

Secara lokasi sebenarnya daerah pegunungan/perbukitan di Bandung timur ini kalo di kelola dengan baik bisa di jadikan tempat wisata alternatif selain daerah Bandung Utara dan Selatan, karena memiliki keunggulan2 seperti jarak yang tidak jauh dari pusat kota dan juga pemandangan hamparan kota Bandung yang lumayan ok untuk di nikmati selain pemandangan kiri kanan yang masih bersuasana pedesaan. Jadi ingat ada artikel yang menuliskan kalau ingin suatu daerah maju bangunlah jalan yang bagus melintas desa itu niscaya desa tersebut akan maju dengan pesat. Saya juga sempet berfikir kalaulah ada akses jalan yang mulus bisa di lalui mobil dengan nyaman, niscaya beberapa investor yang ingin menanamkan modal di daerah ini, entah itu bikin taman rekreasi ato cafe akan datang dengan sendirinya.


Ok kembali ke kondisi jalan yang benar2 offroad selepas ujung tanjakan panjang tetap saya nikmati, semakin naik kondisi udara semakin segar. Kondisi jalan pun tidak sepenuhnya offroad hanya ada di beberapa titik saja yg offroad-nya super ancur. Setelah sampai di pertigaan yg menuju Palintang dan jalan Palalangon Wetan yg menuju cilengkrang, kami ambil jalan palalangon wetan dan selepas jalan palalangon yg nanjak dan super duper ancur kondisi lebih banyak turunanya. Karena berdasarkan topography om google, titik puncak ketinggian yg kita lewati ada di Jalan Palalangon Wetan ini.

Setelah masuk ke Cilengkrang kembali di suguhkan turunan dengan kondisi jalan yang ‘AMBURADUL’ padahal daerah cilengkrang ini suasananya lebih padat penduduk. Padahal sebelum masuk cilengkrang di daerah pasir angin yang lebih atas kondisi jalan masih dalam kondisi yang bagus. Setelah kurang lebih 100 meter sehabis pertigaan cilengkrang-cipulus ada short cut buat menuju jalan cipadung yang keluarnya di deket Krida Nusantara.


Masuk jalan cipadung langsung di suguhi pasar kaget khas minggu pagi di sekitar pintu gerbang perumahan wijaya kusuma sampai ke atas pertigaan warung bandrek deket krida. Setelah makan untuk isi perut di pasar kaget, akhirnya sampai juga ke base camp tim Eastern Hills Ngoweser Comunnity di Perumahan Eastern Hills Regency.

Klik Map
Klik Map

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *