[Sepeda] Palintang & Kebun Kina

Trek Sepeda Palintang Trek kali ini adalah trek yang lumayan berat tapi entah kenapa kali ini ketika saya ngayuh sepeda kesini tidak secapai ketika pertama kali saya kesini, dan member nggoweser malam harinya sudah mewanti-wanti tim yang mau nggowes harus mempersiapkan fisik jangan sampai begadang karena bentrok sama jadwal Piala Eropa hehe. Persiapan fisik harus ok juga dikarenakan trek yang akan di lalui akan lebih jauh dari sebelumnya yang hanya mencapai lapangan Palintang saja. Tetapi yang ada saya malah agak telat bangun karena nunggu piala Eropa walopun yang di tunggu tidak di tonton juga hehe.
Sebelumnya saya pernah menulis tentang suasana di Desa Palintang seperti apa dan penggalan tentang Palintang dibawah ini saya ambil dari kutipan blog saya terdahulu dan sudah cukup mendeskripsikan keadaan sekitar seperti apa.

Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam. Sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan laut membuat udara sekitar desa ini sejuk di tambah gunung/bukit yang memunggungi desa tersebut selalu di selimuti oleh kabut membuat suasana pemandangan alam sekitar semakin redup dan seakan-akan membuat segala sesuatunya berjalan semakin melambat, semua beban pikiran seakan-akan tertarik oleh kabut sekitar dan menguap bersamaan dengan waktu.

Berjalan sedikit keatas keluar dari desa Palintang ada lapangan yang lumayan luas yang di apit oleh pegunungan Palasari dan Manglayang, suasana hutan yang masih hijau memunggungi lapangan tersebut dan ke arah selatan melihat kebawah terlihat jejeran atap rumah desa palintang dan semakin kebawah ke arah selatan di kejauhan terlihat suasana kota yang berada di cekungan Bandung. Beberapa penduduk desa yang sudah lumayan berumur terlihat berjalan dengan perlahan-lahan tetapi pasti melintasi lapangan ini sambil menggendong gundukan rumput di punggungnya. Dan sangat lah tepat karena keindahan suasana alam sekitar nya itu, menjadikan lapangan ini sebagai tempat buat sekedar menarik napas para nggoweser yang kecapaian dan juga tempat bercengkrama dengan nggoweser lainnya.

Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina

Untuk kondisi trek sepeda masih sama melewati Ujung Berung – Cigending – Palintang dan jarak trek sepeda sudah cukup di jelaskan isi blog tentang Palintang sebelumnya. Yang membedakan sekarang adalah jumlah pitstop istirahat dan waktu istirahat yang lebih sedikit. Pertama kali saya kesini isi botol air minum saya sudah terkuras ‘hampir’ setengahnya ketika melewati tanjakan panjang dan harus di refill di warung ketika menuju hutan pinus karena banyak istirahat di beberapa titik. Tetapi kali ini isi botol air saya masih komplit setelah melewati tanjakan panjang, dan baru saya minum ‘cuma’ satu teguk di warung sebelum hutan pinus. Bahkan sesampainya di SDN Palintang Jaya sebagai titik kalau kita sudah sampai Desa Palintang, kondisi isi botol air minum saya masih banyak kurang lebih 3/4 botol. Tetapi tetap di tanjakan terakhir ketika mau sampai di lapangan Palintang saya harus berhenti saking ngak kuatnya hehe.

Juga setelah sampai di lapangan Palintang perjalanan masih lumayan jauh dan menanjak wkwkwkwk. Tetapi sepertinya ketika sampai di lapangan Palintang sudah dalam kondisi anti klimaks. Sebenarnya fisik masih bisa menggowes tetapi selain karena tanjakannya yg semakin edun hehe kondisi mental yang sudah terlalu puas ketika sampai di lapangan Palintang lah yang membuat ngowes selanjutnya ‘agak’ ogah-ogahan hehe. Tetapi akhirnya kami sampai juga di posisi jalan tertinggi antara Palintang dan kebun Kina. Agak sedikit pesimis ketika melihat posisi jalan dilihat dari arah lapangan, karena selain kelihatan tinggi banget, juga jalannya terlihat jelas melingkar dan menanjak mengiris gunung wkwkwk.

Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina
Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina

Angka tertinggi untuk ketinggian diprogram Tracking GPS saya tercatat 1552 mdpl. Dan jarak perjalanan PP sebenarnya tidak sejauh ke warban dan tercatat hanya berjarak +-27KM tetapi di karenakan medan yang menanjak terus .. jarak segitu sudah lebih dari cukup untuk mengeraskan lutut saya. Dan ketinggian yang ditempuh dari posisi start kami kurang lebih 896 meter. Sampai-sampai kalori yang terbakar kata programnya menyampai 4000an lebih wkwkwk. Tetapi kalori tersebut harus di kurangi sama kalori yang masuk sebanyak 6 gorengan dan 2 leupeut yg sangat nikmat hahaha.

Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina
Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina

Dan sesampainya di lapangan saya langsung melampiaskan hobby saya yang lain yaitu jadi tukang poto wkwk. Enak juga membawa kamera lawas buat jalan-jalan yg agak bersifat ‘extrim’ karena saya tidak terlalu memperdulikan kondisi kamera mau kotor atau tidak, mau terbentur-bentur sepeda atau tidak sudah tidak saya pedulikan. Bahkan saya membawa kamera tersebut tanpa tas kamera, saya hanya memasukan kamera tersebut ke dalam tas sepeda saya yang cuman ada 1 ruangan yang berisi dompet, kunci rumah, handuk kecil, pompa sepeda dan obeng-obeng khas sepeda wkwkwk, layaknya tas Doraemon ketika tangan masuk ke tas berisi berbagai macam barang tanpa ada sekat wkwkwk. Mungkin akan berbeda kalo saya bawa kamera yg masih baru , bakalan ada rasa sayang kalo kamera tersebut terguncang-guncang atau bahkan kotor kena lumpur. Saya bahkan bisa dengan bebasnya meletakan kamera di atas tanah yang berdebu atau rumput yg masih basah wkwkwk atau menjadikan rumput atau batu kotor sebagai tripod alami. Dan yang ada adalah saya dapat mendapatkan sudut pandang photo yang tidak biasa karena sudut pandang tersebut tidak dimungkinkan untuk di ambil oleh kamera yg masih baru dan takut kotor wkwkwk. Tangan kotor yang penuh keringat pun sudah tidak saya pedulikan ketika memegang kamera .. yang pasti kamera lawas saya benar2 bisa diandalkan dalam perjalanan seperti ini.

Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina
Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina Trek Sepeda Palintang - Kebun Kina

Dan setelah melampiaskan menjadi tukang poto, nggowespun di lanjutkan ke arah yang lebih tinggi, dan dari sini lah sebenarnya kondisi anti klimaks sudah melanda. Kondisi lutut masih bisa nggowes tetapi secara mental saya sudah cukup puas sampai di lapangan tadi. Apalagi ketika melihat posisi jalan yang akan kita lewati terlihat dengan jelas mengarah ke atas hehe. Dan akhirnya setelah mencapai titik tertinggi tersebut nggowes pun berakhir dan balik badan kembali. Dan ketika turun kembali inilah (saya yg notabene nya phobia ketinggian) membuat kepala serasa berputar. Turunan yang tajam di tambah kerikil dan posisi jalan yang di samping lembah/jurang membuat agak mual perut. Tetapi akhirnya bisa di lalui juga dan kembali ngebut menuju arah Cigending dan Ujungberung.

  1. selamat oom dah bisa sampai palintang mantap…
    saya kemaren ke palintang juga terus lanjut ke batu lonceng lewat single trek, temen2 bilang ini jalur palasari 3 terus turun lewat warung daweung-JSPD-tamiya-cicaheum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *