[Sepeda] Oray Tapa – Desa Mekarmanik, Cimenyan

Oray Tapa merupakan salah satu Bumi perkemahan di sekitaran Bandung timur yang tidak seramai dan seterkenal Bumi Perkemahan Ranca Upas atau Cikole Lembang atau bahkan KiaraPayung, sepertinya beberapa Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur tenggelam dengan nama2 besar bumi perkemahan Bandung Utara atau Selatan. Padahal secara letak geography Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur benar2 dekat dengan pusat kota. Dan walaupun dekat dengan pusat kota tetapi suasana ketinggian dan hutan yang masih sejuk di tambah view kota bandung yang menawan menjadikan menjadikan Oray Tapa nilai plus sendiri. Berdasarkan angka GPS yg ada di gadget saya ketinggian gerbang Oray Tapa berada di titik 1279 meter diatas permukaaan laut dan lokasi Latitude di angka -6.8573211 serta Longitude di angka 107.6932883. Tidak heran suasana sejuk menyelimuti daerah ini.



Dan sekarang giliran Oray Tapa yang akan di sambangi sepeda saya hehe. Berbeda dari hari ‘wajib’ jalan-jalan tim-nya nggoweser Eastern Hills yang biasa hari minggu pagi. Kali ini di luar jadwal dan dilaksanakan sabtu pagi. Karena perbedaan jadwal tersebut maka tidak semua tim ikut. Kenapa berbeda ??? … Karena Kru nggoweser EH sabtu malam ada tambahan extra kurikuler yaitu main bulu tangkis sampe gempor :p. Dan saking gempornya, minggu paginya kru yg ikut nggowes jadi susah bangun jadinya nggowes minggu pagi di trek yg dekat2 hahaha. Jadilah mencoba nggowes di sabtu pagi karena ingin mencoba trek yg ‘agak’ jauhan dikit hehe.

Jam 6.30 pagi saya sudah ready tetapi berangkat dari rumah sekitar jam 6-an. Kali ini ngak sempet sarapan roti atau sereal karena kepagian, jadi masih dalam kondisi perut kosong langsung nggowes. Turun dari Eastern Hills di jalan ds.cipadung ke arah jalan AH. Nasution lalu berbelok kanan ke arah Ujung Berung, dan kurang lebih 3.5km sampai di pasar ujung berung. Terus menuju arah cicaheum dan ketika angka di GPS menunjukan kilometer 6.1 tibalah di pertigaan jalan AH.Nasution – Arcamanik Sindanglaya. Dari sini belok kanan ke arah jalan Arcamanik-Sindanglaya, jalan masih tidak terlalu menanjak tetapi beberapa ratus meter kemudian jalan mulai menanjak, tidak curam tapi tidak ada ujungnya :p.


Nanjak terus dan beberapa saat kemudian istirahat sebentar tarik napas dan nanjak lagi ..kira2 seperti itulah kondisi jalan menuju oray tapa. Tanjakannya Oray Tapa tidak securam tanjakan panjang di Cigending Ujung Berung atau tanjakan Batu Kuda tetapi tanjakan di sini konsntan dan sangat panjang, untunglah dibantu oleh kondisi jalan aspal yg mulus. Setalah tanya beberapa kali ke orang sekitar karena takut salah jalan, akhirnya sampai kita di ujung jalan aspal dan mulai memasuki jalan makadam. Dan trek ini benar2 menguras tenaga di paha saya, beberapa ratus meter menuju pintu gerbang Oray Tapa jalan semakin tidak karuan. Dan akhirnya ketika tiba di pintu gerbang masuk Bumi Perkemahan Oray Tapa , angka di GPS menunjukan kilometer 13.7. Artinya sekitar kurang lebih 7.6km panjang tanjakan konstant yg harus di lalui.


Sampe di atas saking laparnya 5 biji gehu mang Ako langsung habis hehe. Dan ternyata nggowes dalam keadaan perut kosong benar2 tidak mengenakan. Apakah karena sugesti belum sarapan atau emang cape banget tapi yg pasti jalur ini cukup membuat paha dan betis keras. Tetapi sampai di atas yang ada kepuasan karena bisa melihat pemandangan yang keren banget. Hamparan kota Bandung dari ketinggian dan suasana yang sejuk benar2 melupakan kelelahan yg menghiggapi saya.


Setelah beristirahat dan 5 gehu abis maka di putuskan untuk balik lagi … dan kali ini ketika turun, saya benar2 menikmatinya. Mungkin ini jalur turunan sepeda ternikmat yang pernah saya coba hehe. Setelah beberapa ratus meter melewati jalan yang hancur lalu masuk ke jalan aspal yang mulus dan berkelak-kelok turun terus membuat laju sepeda lumayan kenceng sampai menyalip beberapa sepeda motor di depan. Setelah melewati turunan tadi, membuat saya sampai bertanya dalam hati kalo tadi pagi benar2 kelelahan karena emang nanjaknya jauh banget hehe. Dan wajar ketika nggowes nanjak sampe bertanya koq ngak ada ujungnya hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *