[Sepeda] Nggowes ke Caringin Tilu aka CARTIL

Caringin Tilu

“Mun ti Bandung ka palih kaler
aya tempat anu endah pisan
nu kiwari jadi pangjugjugan”

Tiga bait pertama lagu Caringin Tilu oleh Darso, sudah cukup untuk mendeskripsikan Caringin Tilu secara singkat dan to the point. Yang berarti :

“Kalo di Bandung Sebelah Utara
ada tempat yang indah sekali
yang sekarang menjadi tempat yang dituju” CMIIW 😉

Sengaja saya ambil tiga bait pertama saja karena di bait selanjutnya kesannya Caringin Tilu (aka Cartil) hanya tempat tujuan buat bermesra-mesraan. Dan terbukti ‘setidaknya’ oleh saya kalo cartil juga sebagai tujuan buat orang untuk melampiaskan hobby nggowesnya atau bersepeda. Kali ini lagi2 diluar hari kebiasaan bersepeda yang biasa hari minggu pagi pindah ke hari sabtu pagi, supaya bisa beristirahat setelah bersepeda :p.

Setelah seminggu sebelumnya menamatkan pekerjaan yang dulu belum kelar2 yaitu menamatkan trek Palintang, sekarang giliran Cartil yg ingin di kunjungi. Masih dari area komplek Eastern Hills Cipadung Bandung sebagai posisi start, sekitar jam 6.00 pagi kami sudah cabut dari area komplek menuju jalan Pasirlayung di pertigaan Suci-Padasuka di sekitar terminal Cicaheum. Ini merupakan 9 KM yang sangat membosankan untuk menuju pertigaan Padasuka tersebut. Walaopun kami berangkat pagi hari tetapi tetap kami harus bersaing dengan angkot,bis dalam dan luar kota, juga sepeda motor yang berseliweran di sepanjang jalan raya antara Cipadung-Cicaheum. Belum lagi asap knalpot yg cukup membuat mata pedih selain susah buat mengambil napas dengan udara yang bersih.

Caringin TiluCaringin Tilu
Caringin TiluCaringin Tilu

Akhirnya siksaan jalan raya sepanjang 9KM tersebut berlalu dan sampailah di jalan Pasirlayung sekitar 720mdpl di pertigaan Padasuka yang menuju saung angklung Ujo, dan disini merupakan titik awal tanjakan untuk menuju Cartil. Setelah masuk ke pertigaan Padasuka tersebut, persaigan lumayan berkurang, kami tidak lagi bersaing dengan bus2 dalam dan luar kota ataupun mobil. Tetapi persaingan kali ini di lakukan dengan sepeda motor walopun intensitasnya semakin berkurang. Sekitar 3.3 KM dari titik awal tanjakan dan di ketinggian 850mdpl ,salah satu anggota nggoweser kami ada yang memerlukan bensin karena belum sarapan pagi. Akhirnya sambil menarik napas lumayan dalem hehe saya menunggu salah satu tim yang sarapan Surabi. Setelah cukup waktu buat sarapan juga tarik napas hehe akhirnya perjalanan di lanjutkan.

Ternyata trek ini kurang variasi “hanya” memiliki satu trek nanjak saja. Yaitu dari titik awal tanjakan jalannya menanjak terus hahaha. Setelah semakin lama speed sepeda semakin memelan, gear depan sudah ada di gear yang paling kecil sedangkan gear belakang sudah mentok di piringan yang paling besar .. sepertinya saya lebih membutuhkan gear belakang sebesar tutup panci buat menuntaskan tanjakan ini hehe.

Tanjakan semakin menjadi di kilometer 4.8 sekitar ketinggian 1091 mdpl, dengan dalih berhenti untuk memotret pemandangan :p akhirnya bisa tarik napas beberapa saat sambil ambil gambar nggoweser yang lain juga hehe. 700 meter perjalanan terakhir benar2 membuat kaki semakin berat untuk mengayuh sepeda. Untunglah ada kru kamerawan tipi local Bandung (PJTV) yang dengan setia terus mendokumentasikan perjalanan nggowes kami. Kenapa untung karena di tanjakan terakhir sebenarnya betis sudah meminta turun untuk menuntun sepeda tetapi di karenakan saya tepat di depan sorotan kamera tipi maka keinginan betis buat menuntun sepeda di kesampingkan terlebih dahulu demi gambar yang bagus buat kamerawannya hahahaha.

Caringin TiluCaringin Tilu
Caringin TiluCaringin Tilu

Tepat di 5.5 KM dari titik awal tanjakan jalan Pasirlayung dan di ketinggian sekitar 1204mdpl sampai juga di tujuan. Dan tetap tujuan utama kami adalah warung hahaha, karena selain hobby sepeda kami pun hobby nongkrong di warung buat makan selepas cape bersepeda xixixi. Setelah sampai dan istirahat sejenak ternyata kru tipi local Bandung tersebut gatal ingin mewawancara kami tentang suasana Caringin Tilu, sepertinya dia menunggu sambil memberi kesempatan kita buat istirahat baru minta wawancara hahaha.
Akhirnya saya pun ngak bisa mendeskripsikan keindahan pemandangan caringin Tilu seperti apa .. biarlah photo2 disini yang mendeskripsikan seperti apa pemandangan di caringin tilu itu.

Andai saja kawasan ini lebih diperhatikan niscaya kawasan ini tidak kalah menarik di banding kawasan Dago atau Lembang dan parompongnya. Selain untuk menyebarkan kawasan wisata daerah Bandung yang tidak Lembang/Dago melulu , lokasi Cartil emang cocok sekali buat tempat berwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *