[Sepeda] Nggowes Ciwidey : Rancaupas to Ciwalini

Tea Bike, Ciwalini CiwideyKawasan wisata Ciwidey berjarak kurang lebih 40KM arah barat daya kota Bandung yang masuk kawasan Bandung Selatan yang terkenal selain Pangalengan. Suasana sejuk dengan hamparan perkebunan teh yang berada di pegunungan menjadikan tempat ini favorit buat berlibur. Tetapi suasana sejuk akan berubah menjadi sangat dingin yang menusuk tulang kalau sudah memasuki malam hari hehe. Ada 4 lokasi yang wajib dikunjungi di kawasan wisata Ciwidey ini, yaitu Kawah Putih, Rancaupas, pemandian air panas Cimanggu+Ciwalini dan Situ Patengang. Beberapa tahun kebelakang hanya ada beberapa villa atau penginapan saja, tetapi sekarang karena kawasan ini semakin ramai, apalagi pas long weekend bisa di temukan penginapan dan villa yang lumayan banyak. Sepertinya kawasan wisata alam Ciwidey semakin hari semakin berbenah dan tambah banyak spot tempat wisatanya. Setiap kali main ke Ciwidey pasti terdapat wahana atau spot yang baru di bangun, begitu pula ketika saya sudah agak lama tidak jalan ke sana agak kaget juga kawasan Rancaupas yang sebelumnya ‘agak sedikit’ kumuh sekarang jauh lebih rapih dan juga ada water boom Kampung Cai di sebelah penangkaran rusa. Terakhir main ke Rancaupas pertengahan 2009 pas camping dan dirikan tenda tepat di tempat waterboom sekarang berada. Tetapi ada yang masih tetap seperti dahulu dan mudah-mudahan tetap begini yaitu cuaca malah hari yg super dingin hehe. Dan itu benar-benar khas Ciwidey dan selalu mengingatkan saya tentang masa orentasi kampus hehe, yang selalu diadakan di Rancaupas Ciwidey atau gunung Puntang yang sama dinginnya.

Rumah Kayu Kelapa - Ciwalini Kebun Teh Ciwalini
Kebun Teh Ciwalini Kebun Teh Ciwalini

Dan kali ini tanggal 14-15 April 2012 saya jalan ke Ciwidey dalam rangka ingin mencoba menikmati suasana bersepeda yg berbeda di Ciwidey tepatnya Rancaupas-Ciwalini, yang di adakan perkumpulan sepeda di komplek rumah yang lumayan aktif kalau sudah urusan jalan-jalan hehe. Setelah mencoba nggowes ke Sumedang, Pangandaran, Tangkubanperahu dll kali ini tim nggowes Eastern Hills setuju untuk mencoba nggowes di Ciwidey. Untung kami berangkat bukan di long week end, cuma sabtu minggu biasa jadi tingkat kepadatan dan kemacetan di kawasan Ciwidey tidak terlalu parah. Thanks buat panitia acara nggowes nih yang sudah bersusah-susah survey dan menfasilitasi terjadinya event nggowes kali ini, walopun berangkatnya pada pake mobil masing-masing tetapi masalah penginapan dan makanan semua sudah terkoordinir dengan rapih. Sepeda sudah di packing pake mobil pick-up dan sekitar jam 10 pagi langsung berangkat.

Setelah bermacet ria di jalan soekarno-hatta antara Cibiru dan Buahbatu akhirnya sekitar jam satu atau jam 2 siang sampai di villa tempat kami menginap yaitu di penginapan Rumah Kayu Kelapa daerah pemandian air panas Ciwalini. Harganya lumayan over-price kalo kita bandingkan fasilitasnya dengan hotel bintang 4 atau 5 di kota-kota besar tetapi cukup worth-it kalo kita melihat pemandangan sekitar yang cukup ok dan luasnya villa, apalagi kalo bayar penginapannya di keroyok rame2 hehe. Suasana Ciwidey sekarang benar-benar makin ramai dan tidak sesepi 15 atau 20 tahun yang lalu dan semoga semakin menjamurnya warung-warung pinggir jalan tidak menutupi keindahan alam sekitarnya. Penginapan berbentuk panggung dengan 2 kamar utama dan satu kamar mandi yang dilengkapi bathtube dengan air panas pegunungan yang mengalir terus. Dua kamar utama dan kamar mandi tersebut dilengkapi dengan ruang santai yang gabung sama ruang makan yang cukup besar di tambah dengan pantry/dapur + kompor gasnya yang lumayan luas juga. Setelah membuka pintu teras, hamparan luas perkebunan teh benar2 memanjakan mata kita.

Kampung Cai, Water boom Rancaupas, Ciwidey Kampung Cai, Water boom Rancaupas, Ciwidey
Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey

Setelah makan siang yg di lakukan selanjutnya adalah berendam dan berenang di pemandian air panas Ciwalini. Berbeda dengan pemandian air panas di Ciater yang agak lebih lux karena pasarnya buat orang-orang yang lebih berduit, disini semuanya serba sederhana tetapi cukup ok, apalagi kalau melihat perbandingkan ongkos masuk kesini sama Ciater hehe. Kalau masalah kebersihan dan kenyamanan, walaupun sudah berpengalaman lebih lama mengoperasikan pemandian air panas di banding dengan kawasan air panas kawah darajat Garut, sepertinya pemandian Ciwalini harus belajar gimana membuat suasana yang lebih rapih dan bersih seperti halnya di kawasan darajat Garut. Agak susah juga buat berenang di kolam yang dangkal soalnya kaki selalu menyentuh lantai hehe tetapi karena emang suka air, sedangkal apapun kolamnya tetap aja asik hehe. Habis berenang eh berendam di air panas akhirnya balik ke penginapan untuk istirahat karena malam harinya ada acara bakar-bakaran yang ternyata sebentar karena kayu bakarnya yang sedikit hehe. Yang lama malah nongkrong nyanyi-nyanyian di teras penginapan. Karena bsk pagi harus nggowes akhirnya jam 12 malam sudah langsung cabut buat tidur hehe.

Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey

Tetapi ketika menyentuh springbed dan sprei … bused.. sepertinya sprei tersebut baru di keluarkan dari kulkas yang dingin. Karena suhu yang sangat dingin, walopun disediakan selimut yang cukup tebal saya tetap memakai sleeping-bag saya yang selalu saya bawa terus kalau jalan ke tempat dingin. Jadi pasang sleeping bag tetapi selimut tetap di pake hehehe. Esok hari jam 6 pagi saya harus sudah menyiapkan peralatan sepeda, dan sekitar jam 6.30 pagi barulah semua tim nggowes sudah berkumpul, dengan tujuan menggowes dari Rancaupas ke Ciwalini. Dari penginapan kami menggowes ke arah Rancaupas dan sesampainya di Rancaupas, saya cukup terkejut melihat ada waterboom air panas ditengah-tengah bumi perkemahan hehe padahal sekitar dua tahun yang lalu saya pernah mendirikan tenda tepat di tengah-tengah waterboom sekarang berada.

Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey
Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey

Karena kami tidak survey trek terlebih dahulu akhirnya trek hiking yang ada di Rancaupas di pake buat bersepeda. Dan yang ada bukannya menggowes tetapi menggotong sepeda untuk melewati rintangan-rintangan yang memang ngak bisa di lalui oleh sepeda hehe. Setelah berjam-jam keliling trek hiking yang berlumpur tersebut akhirnya kami putuskan untuk balik lagi ke jalan raya biasa untuk sampai ke Ciwalini, dan dari Ciwalini kami keliling trek di perkebunan teh yang benar2 asik. Suasana bersepeda di perkebunan teh benar-benar ngangenin .. asik banget bisa explorasi sambil menikmati keindahan kebun teh yang luas tanpa harus berjalan kaki hehe. Dan karena waktu yang sudah siang akhirnya kami pun langsung balik ke penginapan karena harus siap-siap check out.

Nge-gowes di perkebunan teh benar-benar recomended banget selain sehat berolah-raga karena menghirup udara yang segar juga menikmati pemandangan kebun teh yang keren dan ngangenin banget. Dan trek di kawasan kebun teh benar-benar komplit dari trek yang hanya bersepeda santai saja sampai buat pecinta adrenalin yang mirip seperti trek down hills di Cikole juga ada.

Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey

Dan perjalanan ke Ciwidey ini menutup perjalan jalan-jalan marathon saya yang hampir dilaksanakan tiap sabtu-minggu tanpa henti dari jalan ke kawah Darajat Garut, kepulauan Derawan Kaltim, Gunungkidul Yogyakarta. Dan minggu berikutnya saya benar-benar harus beristirahat dari jalan-jalan karena isi dompet yang kelelahan hehe walopun perjalanan Wonosobo dan Ungaran Semarang sudah menunggu di depan .

  1. Kerjaan saya dikantor tambah satu lagi lhoo..
    yaitu, muter2 di blog yang satu ini.. 😀
    Seru bgt deh liat2 hobinya yang ngegowes dan perjalannanya..
    aku juga suka sepedahan, tp sepedahannya cuma sekedar keliling komplek aja… 😀

  2. 😉 kpn2 bolee yah agan ngetriip bareng,, 😀 hheehe
    bulan kemarin aku ke Pulau Sempu, coba deeeh…
    sama mampir ke bromo & curug madakaripura… aku rekomen agan buat kesana juga deh.. :p

    • @ay.ay : wah boleh benged tuh … seru kalo ktemu org yg hobby nya sama hehe… iya nih belum sempet2 ke sempu tuh .. padahal sudah lama masuk list daftar yg harus di kunjungi …

  3. iyah mas, harus coba kesanaa.. tapi kalo kesana jangan musin ujaan.. karena tracking lumayaaaaan beraat.. :p
    btw, aku add YM nyaa lhoo.. jarang aktif YM nyaaa yaah…
    😀

  4. Mas, kalau di kompleks wisata Ranca Upas kita mau keliling-keliling naik sepeda pemandangannya oke nggak sih? Rencananya mau sewa sepeda di Ranca Upas, tapi keliling-keliling disana apakah menyenangkan? Ada trek sepeda yang bisa diikuti nggak ya? Belum tau apa sepedanya bisa dibawa keluar atau hanya boleh dipakai di dalam kompleks wisata soalnya..

    • @desi : kalo bersepeda di ranca upas kayaknya kurang, karena bukan di peruntukan buat sepeda (walaupun dulu kata pengelolanya mau di bikin trek sepeda, sudah jadi atau belum treknya saya kurang tau). Trus sewa sepeda di ranca upas juga saya belum pernah dengar ada atau tidaknya 😉 , kalo sewa tenda ada. Kalo untuk sepeda lebih baik di kebun Teh sekitar Ciwalininya.

  5. oh gitu ya..sudah telfon ke pengelolanya katanya bisa sewa sepeda. Tapi saya belum tau medannya seperti apa. Kalau memang nggak oke untuk keliling-keliling dengan sepeda sih nggak jadi sewa sepeda deh… Tapi kalu untuk jalan kaki gimana mas? Pemandangan di dalam kawasan wisatanya sendiri bagus atau nggak ya?

    Rencana saya mau buat acara kantor. Sebagian mungkin ingin berenang air panas, sebagian bisa ke penangkaran rusa. Kita nggak berkemah di Ranca Upas, hanya mengunjungi saja tempat yang fasilitasnya komplit. Nah, untuk yang nggak kepingin berenang atau ke penangkaran rusa atau outbond, paling-paling jalan-jalan atau sepedahan keliling area ranca upas. Kalau pemandangannya oke kan lumayan tuh mas. Saya belum sempat tengok langsung kesana sih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *