[Sepeda] Cipadung – Warban – Cartil

Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu) Setelah sebelumnya pulang dan pergi ke Caringin Tilu (Cartil) dan Warung Bandrek (Warban) melalui jalur yang sama, penasaran juga kalo ingin mencoba dari Warung Bandrek terus ke Caringin Tilu. Berlima kami yang notabenenya tetanggaan satu komplek yg hobby nggowes start dari Cipadung dan melalui jalan Cigadung. Kurang lebih 15 KM dari posisi start kami, tepatnya setelah pintu gerbang lapangan golf jalan Cigadung kamis istirahat sebentar setelah melalui tanjakan antara cikutra dan cigadung yg lumayan panjang. Setelah istirahat lalu lanjutkan nggowes kembali, kali ini nggowes lebih pelan dari biasanya karena trek masih panjang dan ingin menyimpan tenaga. Beberapa sepeda yang meluncur cepat turun dari atas di sekitar dago pakar membuat ngiler lutut saya, ironis sekali hehe yang dari arah atas sepeda meluncur dengan sekencang-kencangnya sedangkan saya yang dari bawah menaiki tanjakan sepelan-pelannya :p . Setelah melewati jalan yang mulus serta jalan yg ancur di tambah tanjakannya, kurang lebih 18.8km dari posisi start, kami istirahat sebentar, tepatnya di warung warban pertama di pertigaan pas tanjakan. Setelah itu lanjut nggowes di tanjakan yang jalannya ancur dan tepat 20km akhirnya sampe di warung bandrek Teh Erna yang ternyata sekarang ganti kulit.

Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)
Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)

Tidak hanya tulisan “Babe like this” yg hilang digantikan telkom speedy tetapi ada tulisan “Warung bu Ipah yang hebohhh”. Lhooo mana teh Erna-nya ??? setelah lama tidak ke warung bandrek langsung berubah deh tuh warung hehe. Ternyata teh Erna-nya masih tetap ada nawarin bandreknya hehe cuma labelnya aja yg jadi bu Ipah hehe. Setelah leha-leha sebentar akhirnya kami makan lotek di warung yang atasnya lagi. Dan setelah menyantap lotek + gorengannya akhirnya perut terisi penuh , padahal perjalanan masih harus di lanjutkan ke Cartil haha. Dan setelah lumayan lama istirahat dengan kondisi perut penuh kami pun ngowes ke arah Cartil dengan sedikit ogah-ogahan padahal trek tanjakan di depan akan lebih keren hehe. Pemandangan disini cukup keren, kiri kanan di tanami kebun sayuran dengan background di kejauhan cekungan Bandung. Beberapa kali kami melihat orang2 yang lagi memanen kentang di kebunnya. Melihat orang-orang memanen kentang di tengah suasana pemandangan yang menakjubkan keren juga, walopun kalu saya di suruh memanen kentangnya pasti gempor hehe. Mungkin itu juga yg ada di pemikirin orang2 yg manen kentang tersebut … ato bahkan mungkin berfikir ngapain ini orang2 iseng bersusah payah naik sepeda ke gunung hanya untuk melihat orang manen kentang , kurang kerjaan wakakakak.

Trek disini komplit, turunan curam dan tanjakan terjal silih berganti, jalan aspal lalu tanah lalu makadam juga silih berganti, yang pasti ngoowes disini agak2 sedikit keluar bau plat kopling haha. 3.5KM dari warban tepatnya didepan kandang sapi, kondisi jalan makadam nya yg kriting banget sampe2 ban depan sepeda saya terselip diantara 2 batu dan ngak bisa jalan harus di cabut dan angkat stang dengan tenaga yg lumayan. Tepat 5.3km dari warban akhirnya kami sampe di pertigaan jalan Cimenyan alias Cartil, tetapi dengan terlebih dahulu menghabiskan tanjakan terakhir dengan ngos-ngosan hahahaha. Di tanjakan terakhir tersebut semua sisa-sisa tenaga di betis, saya habiskan bahkan beberapa grup ngoweser yang sudah nongkrong di warung Cartil yang ada di atas terus menyemangati kami.. sampai teriak ngeledek “bauuu plat kopling” hehehe.

Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)
Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)

Setelah cuman istirahat sebentar di cartil akhirnya keinginan meluncur seperti orang2 yg meluncur turun di dago pakar terlaksanakan juga bahkan meluncur disini jauh lebih curam di bandingkan di dago pakar. Dengan singkat akhirnya kami sampai di ujung jalan padasuka cicaheum, dan seperti biasa rem cakram belakang saya bau hangus karena sangat panas. Nggowes di tengah terik matahari di tengah jalan raya amat sangat membosankan. Saya genjot pedal sepeda sekencang-kencangnya bahkan barengan motor ambil jalur tengah jalan raya untuk menyalip beberapa mobil yg tertahan sedikit oleh macet. Selepas Ujungberung hujan turun lumayan deras .. akhirnya kami berteduh dahulu dan lumayan lama kami berteduh menunggu hujan. Ketika sampai di rumah angka di GPS menunjukan 40.8km dan tidak kerasa ketika berangkat jam 6.30 sudah 5 jam 30 menit kami menggowes padahal lamanya sih ketika kita istirahat makan di warban dan nunggu hujan reda xixixi.

Dan ada suguhan istimewa dari pak RT kami hehe ketika sampe di komplek di suguhi es campur .. jagung dan segala macam makanan di keluarin bu RT hehe. Dan jujur es campurnya wuuuenak banget … pas banget abis cape di kasi es campur hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *