Road to Garut Selatan : Bumi Priangan memamerkan diri

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung4 tahun yang lalu, itulah perjalanan terakhir saya untuk menikmati keindahan alam bumi Priangan ketika menyusuri Garut Selatan. Tahun terakhir dimana tanggal 17 Agustus masih belum masuk ke bulan suci Ramadhan. Dimana kegiatan acara 17 Agustus lebih semarak dengan kegiatan fisik. 4 tahun kemudian tanggal 17 Agustus sekarang sudah tidak bertepatan dengan bulan ramadhan. 17 Agustus tahun 2013 sekarang karena diluar bulan ramadhan banyak aktifitas perlombaan yang menguras tenaga. Ini mengingatkan saya kembali, ketika itu merayakan 17 Agustus di perjalanan antara Rancabuaya ke Bandung melalui Ciwidey. Sepanjang jalan tersendat karena perayaan 17 Agustusan tersebut. Bahkan saya masih sempet mendokumentasikan upacara di daerah Cidaun. Karena terus teringat dan terngiang-ngiang keindahan alam ketika perjalanan ke Pameungpeuk maka pada 7 September 2013 langsung cabut untuk mengulang perjalanan tersebut. Tetapi kali ini rute dibalik. Dahulu rute dari Bandung ke Garut mampir ke Papandayan lalu ke arah Cikajang, Pameungpeuk , Santolo dan Rancabuaya. Dari Rancabuaya perjalanan pulang melalui Ciwidey. Sekarang dari Bandung menuju ke arah Pangalengan. Dari Pangalengan lanjut ke arah Cisewu lalu Rancabuaya. Nah dari Rancabuaya susur pantai selatan ke arah Santolo, Pameungpeuk. Dari Pameungpeuk lalu naik lagi ke arah Cikajang lalu Garut dan terakhir kembali ke Bandung.

Dinginya pagi di Bandung tidak pernah membuat malas untuk packing buat jalan2. Dengan meninggalkan rumah yg berantakan karena ngak sempet beres2, kendaraan melaju menuju Pangalengan. Meliuk-liuk di jalan yang mulus sebelum memasuki Pangalengan sambil melihat keadaan sekitar tidak pernah dibuat bosan. Sudah tidak tehitung berapa kali melewati jalan yang sama tetapi pengalamannya tetap seperti pertama kali ke sini. Sekitar jam setengah sembilan lebih, mobil sudah berada di pertigaan dikota Pangalengan. Kiri kearah kebun teh Malabar dan Kanan kearah Situ Cileunca. Kali ini tidak mengambil arah kiri dan sepertinya baru pertama kali pergi ke Pangalengan tanpa mampir di wisma Malabar dengan hamparan kebun teh Malabarnya. Mobil melaju kearah kanan, karena tujuannya menuju arah Cisewu. Beberapa saat selepas Situ Cileunca kondisi jalan sangat mulus. Aspal yang masih berwarna hitam menandakan jalan yang masih baru dan tanah didinding kiri atau kanan jalan yang masih berwarna merah tanpa ada rumput menandakan baru ada pelebaran jalan. Memang salah satu alasan kenapa pilih jalur Pangalengan, karena ada info tentang perbaikan dan pelebaran jalan di jalur ini. Pameran keindahan landscape Priangan dimulai dari sini.

Rumah Jerman di Perkebunan Teh Cukul

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Pemandangan yang sungguh indah terus menemani sampai akhirnya sampai dirumah Jerman di perkebunan Teh Cukul. Dari kejauhan arsitektur rumah sudah kelihatan berbeda dengan design rumah yang biasa kita lihat. Sebenarnya dari dulu penasaran ingin melihat rumah ini. Keinginan ingin melihat rumah ini sempat sirna setelah tahu rumah ini di robohkan karena rusak akibat gempa . Tetapi akhirnya masih ada orang2 yang care terhadap rumah ini dan akhirnya di bangun kembali walau sekarang sudah menggunakan beton tidak lagi menggunakan tiang-tiang dari kayu. Suasana sekitar rumah benar-benar seperti yang biasa kita lihat di film-film, rumah besar di kelilingi lembah dan bukit yang ditanami kebun teh di lengkapi oleh danau tepat didepan rumah.

Antara Pangalengan-Cisewu

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Karena keadaan sekitar laju mobil agak sedikit memelan. Bahkan sampai berhenti total di beberapa titik. Bukan karena kondisi jalan yang rusak :p. Tetapi karena keadaan alam yang indah sampai sayang di lewatkan begitu cepat hehe. Dibeberapa titik berhenti untuk mendokumentasikan keindahannya. Perpaduan kebun teh yang berada dilembah,gunung dan bukit dikejauhan terus menurus menemani. Semakin jauh kondisi kebun teh mulai menghilang dan di gantikan oleh hutan. Memasuki Cisewu, saya berfikir seharusnya kondisi jalan yang bagus seperti ini sudah ada dari dulu. Sehingga beberapa pelosok Jabar Selatan bisa jauh lebih berkembang dan tidak terisolasi. Saya suka bergumam dalam hati, beberapa tahun kebelakang masih ada tempat di pulau Jawa khususnya Jawa Barat selatan yang secara lokasi sebenarnya tidak jauh tetapi seperti ada tembok atau jurang yang memisahkannya. Mungkin anda juga akan merasakannya ketika memasuki daerah ini. Mudah-mudahan dengan adanya pelebaran dan perbaikan jalan ini membuat roda ekonomi Jabar Selatan lebih maju.

Rancabuaya

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Dipuncak tertinggi sebelum memasuki Rancabuaya, kondisi laut selatan sudah memunculkan diri. Gulungan ombak putih yang pecah dari kejauhan sudah terlihat. Pantai di Rancabuaya khas dengan hamparan batu karangnya. Ketika memasuki kawasan wisata Rancabuaya yang sebenarnya seperti perkampungan nelayan masih sama seperti dulu. Masih sepi dan tidak banyak pengunjung. Diujung kawasan sebelum naik ke bukit beristirahat sebentar. Habis makan siang kembali menjelajah pantai selatan Garut ini. Setelah melihat Rancabuaya dari pantainya, sekarang naik ke bukit untuk melihat view Rancabuaya dari atas. Ternyata Rancabuaya emang lebih indah kalau di lihat dari kejauhan hehe.

Puncak Guha

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Dari bukit Rancabuaya kearah timur anda akan melihat ada bukit lagi dan di kejauhan terlihat ada gazebo. Inilah yang dinamakan Puncak Guha. Mobil keluar dari kawasan wisata Rancabuaya menuju puncak guha. Dari sini pemandangan lebih bagus lagi. Kondisi rumput diatas bukit/tebing ini seperti terawat. Benar-benar betah berlama-lama memandang hamparan samudra Indonesia dari ketinggian. Sebenarnya tempat ini berada tepat diatas goa tempat sarang kelelawar berada. Memasuki areal ini akan tercium sedikit bau kotoran kelelawar walau tidak sampai mengganggu. Kalau tidak ingat waktu sepertinya akan berlama-lama disini.

Pantai Cicalobak

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Lepas dari Puncak Guha, Pantai Cicalobak menjadi destinasi berikutnya. Berbeda dengan kondisi Cicalobak 4 tahun silam, sekarang kita tidak bisa ambil gambar view pantai dari kejauhan karena tertutup warung dan tembok pembatas kawasan ini. Sangat di sayangkan, walau masih meninggalkan sisa2 keindahanya tetapi tidak di pungkiri bagi saya pantai Cicalobak sudah tidak seseksi waktu pertama kali melihatnya. Warung2 sekitar karang sudah membuat pemandangan agak kumuh. Khas kawasan wisata di Indonesia kalau sudah mulai ramai. Ketakutan tentang alam Cicalobak 4 tahun silam terbukti sekarang. Keliling-keliling sekitar batu karang Cicalobak tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16.30. Masih banyak spot pantai diantara Cicalobak dan Santolo yang sebenarnya bisa dikunjungi. Tetapi waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya mobil di gas agak sedikit ngebut ke arah Santolo dan melewati spot-spot indah sepanjang jalan untuk mengejar sunset di Santolo.

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Sayang anda tidak akan pernah bisa melihat keadaan pantai Cicalobak se-Natural ini seperti halnya gambar yang diambil 4 tahun yang lalu, Karena beberapa warung sudah memenuhi kawasan ini.

Santolo

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung
Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - BandungSeri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Pameungeuk - Cikajang - Garut - Bandung

Tepat beberapa menit sebelum matahari senja menghilang dari bumi, sampai di pantai Santolo. Ketika merasakan deburan ombak menghantam kaki barulah merasakan kalau air laut di pantai Santolo masih tetap dingin atau air laut yang paling dingin yang pernah saya rasakan. Mungkin karena bulan2 ini di bumi bagian selatan lagi musim dingin jadilah air pantai disini benar-benar dingin. Senja berlalu sangat cepat. Tidak terasa suasana semakin gelap, hal pertama yang dilakukan langsung mencari penginapan untuk memulihkan tenaga buat esok hari. Pagi harinya sempatkan buat menyebrang ke pulau (??) Santolo sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Garut lewat Cikajang. Air laut Santolo dipagi hari ternyata jauh lebih dingin dari kemaren sore.

Cikajang
Keluar dari Santolo menuju Pameungpeuk, jalan benar2 banyak lubangnya. Untungnya hanya beberapa saat saja setelah itu jalan beraspal mulus yang meliuk-liuk dan naik sudah menanti di depan mata. Selepas Cisompet ketika memasuki gunung Gelap, alam kembali memerlihatkan keindahannya. Seperti namanya “gunung Gelap” disini kondisi jalan emang lebih teduh karena tertutup oleh rimbunan pohon-pohon. Selepas batu numpang di Cikajang, banyak sekali orang-orang yang sedang bersepeda di tempat ini. Jadi ngiler melihat rombongan sepeda yang lagi bergowes disini hehe.

Curug (Air Terjun) Orok

Seri perjalanan Keliling Garut Selatan, dengan rute : Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Santolo - Cikajang - Garut - BandungCurug Orok, Cikajang Garut
Curug Orok, Cikajang GarutCurug Orok, Cikajang Garut

Di pertigaan antara jalan ke Garut dan Bungbulang, mobil mengarah kearah Bungbulang untuk mampir di Curug orok. Sekitar 10km dari pertigaan tersebut sampailah di belokan ke Curug Orok. Walau bukan Curug/Air Terjun terindah yang pernah saya lihat (yang terindah yang pernah saya lihat adalah Curug Cikaso di Ujung Genteng) tetapi tetap memberikan warna tersendiri diperjalanan ini. Istirahat sebentar disini sambil menikmati suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Jam sudah menunjukan jam 12.30 siang, tetapi ketika mandi disini, suhu airnya masih dingin seperti air yang baru dikeluarkan dari kulkas hehe.

Kebun Mawar Situhapa

Sebuah resort/penginapan dengan tema Kebun Mawar, yang berada didaerah Samarang Garut, setelah Kampung Sampireun dan Sebelum Kawah Kamojang.Sebuah resort/penginapan dengan tema Kebun Mawar, yang berada didaerah Samarang Garut, setelah Kampung Sampireun dan Sebelum Kawah Kamojang.
Sebuah resort/penginapan dengan tema Kebun Mawar, yang berada didaerah Samarang Garut, setelah Kampung Sampireun dan Sebelum Kawah Kamojang.Sebuah resort/penginapan dengan tema Kebun Mawar, yang berada didaerah Samarang Garut, setelah Kampung Sampireun dan Sebelum Kawah Kamojang.

Kebun Mawar Situhapa di Samarang merupakan tujuan penutup dan bonus tujuan terakhir. Setelah lelah melakukan perjalanan jauh, menikmati keindahan kebun disini membuat rileks. Bagi saya, ini adalah kunjungan yang kedua-kali dalam 1 minggu terakhir. Yupp tepat seminggu sebelumnya, saya habis jalan-jalan kesini juga, selepas pulang berendam di Puncak Darajat hehe. Ulasan khusus Kebun Mawar Situhapa ada disini.

“Beautiful Scenery” hanya dua kata itu yang bisa menggambarkan keadaan alamnya. Dibeberapa titik lagi ada perbaikan atau pelebaran jalan sehingga jalan masih berbentuk batu/tanah atau aspal terkelupas tapi itu dikit dan tidak panjang. Mungkin sekitar 6 bulan kedepan semoga pekerjaan jalan sudah selesai. Jalan aspal sedikit bergelombang ada dibeberapa ruas jalan itupun tidak banyak. Tapi overall kondisi jalan aspal naik turun yang sangat mulus dan bersih akan lebih banyak kita temui. Tapi yang paling berkesan adalah Landscape Priyangan yang spektakuler. Perkebunan teh Cukul yang rapih sampai gunung, bukit, sawah dan hutan yang dilalui memberikan kesan tersendiri. Lepas dari suasana kebun teh dan pegunugan, pemandangan dan suara deburan ombak sudah menunggu. Tebing-tebing tinggi dan batu karang yang dihantam kerasnya ombak laut, itulah karakter yang khas dari pantai selatan Jawa Barat. Berbeda dengan 4 tahun yang lalu ketika kondisi jalan mulus, sekarang sepanjang jalan pantai Selatan Garut jalannya rusak dan lumayan mengganggu perjalanan. Keluar dari pantai selatan jalan aspal mulus digunung gelap yang terkenal dengan hutannya yang masih rimbun meliuk-liuk naik dan mengiris gunung serta hutan. Mampir ke Curug (Air Terjun) Orok daerah Cikajang juga memberikan warna tersendiri di perjalanan ini. Ditutup ketika menikmati keindahan Kebun Mawar Situhapa di daerah Samarang.

Note : kondisi jalan yang saya deskripsikan itu dibulan September 2013, kedepan ngak tahu apakah akan lebih mulus atau lebih ancur. Seperti halnya 4 tahun yang lalu antara Santolo dan Rancabuaya yang beraspal bagus sekarang hancur. Tetapi dulu dari Cisompet ke Pameungpeuk yang beraspal bergelombang sekarang mulus sekali.

  1. Bagus banger tulusannya. Sy Jodi pengen nyusurin Rancabuaya Dan santolo. Dari BDG burp jam kl lewatmana ciwidey mas ? Bagusan nginep di Rancabuaya ato Santolo?

    Kereeeennn banger! Thanks sdh berbagi….

    • @Krisnadi : thanks …dari bandung saya jalan santai dan banyak berhentinya sekitar 5-6 jam-an itu lewat pangalengan … lewat Ciwidey lebih lama dikit …Kalo nginep itu selera.. penginapan di Rancabuaya dan Santolo kalo yang sederhananya sih kurleb sama .. tapi di Rancabuaya bnyk penginapan yang jauh lebih bagus di banding Santolo .. Kalau main air di pasir pantai lebih asik di Santolo kalo ingin lihat batu karang atau melihat pantai diketingian enak di Rancabuaya

  2. Setyju bangeeet sayah..laling indah air tejun cikaso,ujung genteng
    bdw ud pernah ke air terjun madakaripura?probolinggo?waaah…itu kereen juga lhoo ;)beberapa bulan lalu sebelum Ke bromo saya mampir ke air terjun inih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *