Revisit Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda PurwakartaBendungan Ir.H Djuanda atau yang lebih terkenal dengan nama bendungan Jatiluhur berada di ketinggian +-100 meter di atas permukaan laut di kabupaten Purwakarta serta berjarak kurang lebih 63km dari kota Bandung, atau kurang lebih berjarak 107km dari kota Jakarta dengan melalui pintu tol cipularang di kilometer 84. Sedangkan jarak dari pintu tol ke waduk Jatiluhur kurang lebih 9 km. Setelah puas nganter keliling Pangalengan dan Bandung di hari sabtu sebelumnya, maka di hari minggu pagi sebelum pulang balik ke Jakarta saya mengantar temen-temen buat belanja oleh-oleh Bandung. Tapi sebelumnya sengaja dibawa sarapan pagi ketempat nongkrong nggoweser di warung Inul di daerah dago resort. Mungkin mereka agak sedikit aneh ketika dibawa ketempat seperti ini, karena sebagian besar yang makan disini adalah nggoweser2 sekitar Bandung dengan perlengkapan sepedanya. Karena kondisi warung yang ramai oleh nggoweser kami booking bangku terlebih dahulu dan tak lupa memesan nasi goreng cikur Inul yg sangat ueeenak. Setelah kenyang makan di Warung Inul barulah keliling menuju tempat oleh2 makanan khas Bandung. Agak lama keliling Bandung terutama pas belanja di toko kue Primarasa yang di jalan Kemuning, tidak seperti biasanya di Primarasa kali ini tidak terlalu banyak yang antre di depan kasir hehee, dan setelah dari Primarasa langsung ke rumah ortu di daerah Maleber dulu buat kasi beberapa titipan di rumah ortu.

Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta
Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta

Akhirnya sektar jam 3.00 sore lanjut keluar dari kota Bandung menuju Purwakarta melalui pintu Tol Pasir Koja. Jam 4 sore sampai di Waduk Jatiluhur yang ketinggian airnya sedang surut. Ada yang aneh ketika memasuki daerah wisata tersebut ketika dengan jujur kami bilang bertiga si penjaga pintu dengan ramah bilang cukup dua orang saja dengan dua tiket juga tentunya, dan berarti satu orang dan mobil tidak dipungut biaya. Setelah mikir-mikir mungkin ini cara pengelola di Jatiluhur buat menarik wisatawan karena belakangan ini ternyata wisatawan yang datang ke Jatiluhur lagi sepi. Saya berasumsi demikian karena kami bayar dua orang dan dapet dua tiket berarti uang kami tidak masuk kantong penjaganya, berbeda kalau ketika dulu memasuki kawasan wisata karang nini , penjaganya cuma nge-charge beberapa orang saja tetapi kita tidak dikasih tiket juga.

Tanpa banyak membuang waktu akhirnya mencoba perahu buat keliling waduk, ada dua tujuan yaitu ke pulau yang ada di tengah waduk sama ke tempat jaring terapung. Berhubung ketempat jaring terapung sudah pernah dikunjungi akhirnya mencoba ke pulau yang ada di kejauhan. Cuma beberapa menit saja waktu yang dbutuhkan untuk menuju pulau kecil tersebut, dan setibanya disana tidak ada siapapun selain saya dan temen2 saya. Agak lama menikmati suasana sepi di tengah waduk dan tidak lama kemudian matahari pun segera turun.
Dan jujur suasana sepi seperti inilah yang diinginkan, dan pilihan untuk memilih pulau dibanding jaring terapung tepat sekali, karena terakhir ke jaring terapung suasananya ramai banget.

Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta
Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta

Spillway atau sumur pelimpah yang ada di Jatiluhur bertipe “Morning Glory” jadi ketika ketinggian air mencapai ketinggian tertentu air akan secara otomatis melimpah ke Spillway tersebut dan tidak akan melebihi tinggi tanggul.
Ketika melalui Spillway (lubang pelimpahan air) dalam perjalanan pulang pergi ke pulau saya benar2 ingin sekali melihat keatas spillway tersebut, karena beberapa kali ke Jatiluhur belum pernah jalan diatas bendungannya apalagi menaiki spilway-nya, karena alasan keamanan dan bangunan yang sudah berumur daerah bendungan tersebut tertutup untuk umum.

Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta
Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta Waduk Jatiluhur/Bendungan Ir.H.Djuanda Purwakarta

Tetapi tidak untuk kali ini, setelah merayu satpam yang ada di situ akhirnya diperbolehkan berjalan diatas tanggul bendungan tersebut. Pemandangan ketika berjalan di atas bendungan tersebut benar2 lain …. suasana yang sangat bersih dan terawat membuat betah dan ingin berlama2 di bendungannya. Apalagi ketika berjalan di atas Spillway-nya dan melihat ketengah2 spillway-nya .. benar-benar WOWWW … agak ngeri melihat lubang yang besar tersebut tetapi semuanya masih terawat dengan baik. Pariwisata di Indonesia seperti buah simalakama, ketika suatu tempat di buka untuk umum dan terkenal maka permasalahan no.1 tempat wisata di Indonesia muncul yaitu kumuh dan sampah yang bertebaran, tetapi ketika tempat tersebut di tutup untuk umum seperti halnya Bangunan Bendungan Ir.H.Djuanda maka keadaan sekitar tertata dengan sangat rapih dan bersih, tetapi sayang juga kerapihan dan kebersihan serta keindahan tempat tersebut tidak bisa dinikmati oleh khalayak ramai 🙁 .

Dengan agak berberat hati untuk meninggalkan lokasi ini, akhirnya hari semakin gelap dan langkah kaki ini mengarah ke pintu gerbang keluar… lalu menuju pintu tol Jatiluhur buat melaju kembali ke arah Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *