Pulau Karya, Kepulauan Seribu

Walaupun sudah yang kesekian kalinya saya jalan ke tempat ini, tapi tidak ada (atau setidaknya sampai saat ini) sedikitpun rasa bosan untuk berkunjung ke kepulauan Seribu. Di setiap trip membuat saya semakin mencintai negeri kepulauan ini. Pernah menginap di rumah penduduk, pernah menginap di losmen/penginapan yg lumayan jauh dari dermaga .. pernah menginap juga di losmen dengan view terbaik (versi saya tentunya) di pulau pramuka walopun agak jauh ke dermaga, dan kesemuanya ini memberikan cerita perjalanan tersendiri yang unik dan berbeda-beda. Secara kondisi pulau, kalo boleh berkata jujur.. pulau pramuka tidak seindah pulau tidung dengan keindahan jembatan cintanya, tetapi di pulau pramuka segala sesuatunya lebih mudah. Penginapan yang banyak, rumah makan atau catering yg bertebaran, lebih banyak pilihan transportasi perahu dan juga fasilitas wisata yang lebih komplit seperti tempat penyewaan dan guide scuba diving yang selalu tersedia. Tapi dari sekian keuntungan dari pulau pramuka tersebut sepertinya tidak ada yang mengalahkan keuntungan kalau di sekitar pulau pramuka itu banyak sekali spot-spot buat olahraga air yang sangat indah dan juga berdekatan dengan beberapa pulau2 indah yang tidak berpenghuni yang masih sangat asri dan ini tidak di temukan di sekitar pulau Tidung. Pramuka hanya dijadikan sebagai basecamp saja, sedangkan aktifitas lebih banyak di lakukan di luar pulau pramuka seperti mengunjungi spot-spot buat diving atau snorkeling yang sangat banyak atau kalau ingin menikmati suasana pulau yang sangat menakjubkan bisa jalan ke pulau semak daun atau pulau air.


Perahu kayu lemot dari muara angke yang masih tetap bau, jadi penumpang ‘gelap’ kapal cepat yang menuju pulau Kotok, menunggu jembutan kapal cepat dari pulau Sepa, jadi penumpang yang ‘numpang’ ke speed boat super cepat (karena serasa terbang hehe) yang di sewa orang, sampai nyoba kapal cepat kerapu yang mesinnya mati ditengah laut sudah pernah saya alami. Mungkin itulah gambaran banyaknya alternatif transportasi buat ke pulau Pramuka. Tetapi dari bayaknya alternatif itu ada satu hal yang selalu menjengkelkan saya yaitu tidak adanya kepastian transportasi selain ojeg perahu kayu yg super lemot dan super berjubel. Bagi saya membayar lebih tetapi membuat kepastian jadwal yang jelas, tidak akan memberatkan kantong dibandingkan dengan kegiatan menunggu yang tidak ada kejelasan. Kerapu dalam jadwal jelas banget tapi tidak dapat di pastikan kebagian atau tidak. Alangkah indahnya apabila kapal kerapu bisa di pesan jauh2 hari tanpa harus mengantri. Dari sekian kali ke Pramuka baru ‘sekali’ saya mencoba kapal cepat kerapu, itu pun di kasih bonus terombang-ambing di dekat pulau bidadari karena masalah mesin. Sebenarnya kerapu jauh lebih unggul di banding transportasi lain yg pernah saya coba. Tiga keunggulan yang tidak bisa di lawan oleh kapal lain adalah ‘Murah’ , ‘Cepat’ dan ‘Nyaman’. Tapi perlu perjuangan buat mendapatkan tiketnya, apalagi kalau sudah long weekend.

Kurang lebih jam 10 pagi perahu kayu yang meluncur dari Muara Angke, dalam hitungan menit akan merapat di dermaga Pulau Pramuka. Mas Yudi contact person langganan kami buat ‘melayani’ kebutuhan kami di pulau sudah menjemput di dermaga. Kali ini saya lumayan surprise banget karena di kasih penginapan yang keren dan bersih karena masih baru. Sebenarnya saya minta di carikan penginapan yang dekat dengan dermaga, karena pengalaman terakhir ketika mendapatkan penginapan jauh dari dermaga lumayan membuat repot saya ketika harus bolak-balik dermaga-penginapan. Walaupun tetap jauh dari dermaga tetapi kali ini tidak membuat saya kecewa karena view langsung kelaut dan suasana sepi tidak banyak orang yang lalu lalang dengan di kombinasikan keadaan penginapan yang masih baru menggenapkan kesempurnaan perjalanan ini.


Halaman penginapan yang berpasir putih… pintu penginapan yang langsung mengarah ke laut jawa .. kondisi penginapan yang lapang dan masih sangat bersih hmmm bagi saya itu sudah lebih dari cukup dan saya tidak bisa meminta lebih dari apa yang telah tersedia hehe. Setelah unpacking barang2 kami menghubungi dive guide kami mas Lukman temennya bang Biis .. oh iya biasanya kita nyelem di temani bang Biis cuma karena bang Biis harus menjenguk sodaranya di Jakarta maka kami di temani oleh mas Lukman .. itu pun kami tahu setelah secara tidak sengaja kami bertemu ama bang Biis di muara angke. Setelah itu kita kontak dia buat ketemu dan ngobrolin persiapan buat nyelem.

Ketika telpon mau janjian di warung padang .. temen saya masih aja nanya warung padang yang mana ?? dengan entengnya dia jawab emang ada berapa warung padang di sini hahaha. Setelah makan siang dan ‘rapat’ konsolidasi persiapan menyelam yang super cepat di warung padang akhirnya kami pun balik ke penginaan buat menyiapin peralatan selam.

Spot yang akan di tuju kali ini di sekitar Pulau Karya tempat sangkar2 terumbu karang buatan dibenamkan. Syndrom tak kenal maka tegang, masih terjadi setiap mengunjungi spot penyelaman yang belum di kenal, ada perasaan was-was walopun cuma beberapa saat saja. Harusnya di lakukan penyesuaian/adaptasi dan pengenalan area sekitar supaya kita lebih comfort dalam penyelaman, salah satunya dengan snorkeling. Dan penyelaman paling nyaman yang pernah saya rasakan cuma di gosong cemara, karimunjawa. Karena sebelum menyelam saya sudah snorkeling lama melihat keadaan sekitar.

Ada lumayan banyak ‘sangkar2′ buat terumbu karang tetapi lagi2 semakin dalam sepertinya semakin kurang asik karena selain lebih gelap terumbu karangnya pun makin dikit. Dan tetap dengan formasi lama .. satu teman ber’dansa’ dengan guide, satu teman sibuk dengan buoyancy dan saya lebih asik dengan diri sendiri dan terlalu konsen dalam ambil dokumentasi, sampe2 ngak pernah memperhatikan jarum tangki oksigen hehe.

Note aja buat orang orang yg suka mengeluarkan kata2 ‘autis’ buat mendeskripsikan saking asik sendiri ato melakukan sesuatunya sendiri, fikir balik lagi karena ada beberapa temen saya yg ‘kebetulan’ mempunyai anak yang mengidap autis, sepertinya berkeberatan dengan statement2 seperti itu … karena kesannya anaknya dia itu menjadi bahan olok-olok saja.

Tips aja buat yang mau diving di daerah kep.seribu (ato sekitar pramuka), kalo cuma untuk menikmati terumbu karang, cukup dengan snorkeling aja soalnya semakin dalam suasana gelap dan tumpukan sampah mulai keliatan hehe.

Abis nyelem kembali kerutinitas di Pramuka .. buat mengunjungi Pulau Air yang tidak pernah bosan di pandang serta snorkeling sebentar, dan di akhiri dengan makan di Nusa Resto, dan tetap dengan wetsuit yg masih menempel di tubuh.

  1. hem keren bgt bisa liat indah’a dunia dalm air d kpulauan seribu..sayang’a hobby ini gk membtuhkan biaya kecil… menarik skali..dunia macro terumbu2 karang,ikan2 hias kecil…warna yg fantastic…hemmm hobby yang hars sya acungi jempol buat anda..

    trims..(~_~),

    • @Ariestanti : thanks .. Tp sebenarnya kalo untuk nikmati terumbukarang saja ngak perlu scuba diving, snorkeling yg murmer juga bisa , soalnya semakin dalam juga semakin gelap dan semakin dikit terumbu karangnya ..

  2. kulonuwun.. maap mau tanya boleh minta kontek person di pulau pramuka gak yaaa..??
    saya ada rencana kesana gitu.. terimakasih kalo booleh.. kalo gak boleh tetep makasih juga karena sudi membaca komen saya 🙂

  3. maap mau tanya.. boleh minta kontek person di pulau pramuka gak yaaa… kalo boleh makasih banget..kalo gak boleh tetep makasih karena sudah membalas komen saya 🙂

  4. salam kenal agaan.. :Shakehand
    salah satu blog yang harus masuk bookmarks niyh…
    karna bisa jadi referensi untuk ngetrip..

    • @Steffi : sekitar 250-300rb perhari keliling sekitar p.pramuka bisa muat untuk +-8orang lebih lah ….. ngak ada biaya buat masuk ke pulau-pulau sekitar pulau pramuka mah .. tapi kalau mau berhenti ke-pulaunya lebih enak di pulau semak daun sih .. agak jauhan dikit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *