Pulau Air & Diving @Terusan Penyu, Kepulauan Seribu

7 & 8 Agustus 2010, Pulau Air ini juga merupakan pulau pribadi yang ‘katanya’  pulau ini dulunya satu tetapi di belah menjadi 2 oleh yang punya. Tetapi justru menjadi indah ketika kami melewati celah di antara dua pulau tersebut. Ketika masuk ke celah itu membuat kami takjub karena selain air yang sangat tenang  berwarna hijau agak kebiru2an  dihiasai  pohon cemara yang berjejer di kiri kanan pulau. Saya tidak tahu apakah pembelahan pulau ini ada dampak negatif ke lingkungan sekitarnya atau tidak, tetapi yang pasti pemandangan hasil pengerukan di celah antar 2 pulau tersebut Te O Pe Be Ge Te.

Setelah kami balik dari pulau Semak Daun lalu menuju daerah snorkeling di sebelah barat pulau Air (kalo ngak disorentasi mata angin hehe) . Dan disini dari kejauhan sudah terlihat banyak perahu yang ditambatkan dan banyak sekali gerombolan orang2 yg berwarna orange mengapung ke sana kemari. Setelah lebih dekat ke lokasi hmmm di sayangkan ada beberapa titik terumbu karang di jadikan pijakan pengunjung buat belajar snorkeling. Sampai2 banyak sekali terumbu karang yang lumayan dangkal menjadi gundul saking sering di pijak. Sedih juga melihatnya tapi yg pasti saya ngak bisa ngapa2in selain tetap snorkeling tanpa harus berpijak dan merusak terumbu karang tsb.

Setelah puas ber-snorkeling ria akhirnya naik lagi ke perahu untuk menuju spot snorkeling berikutnya. Dan ketika melewati celah pulau Air bener2 KEREN. Setelah keluar dari celah itu lalu menuju APL tempat penanaman terumbu karang. Dan lagi2 di daerah ini banyak perahu yg di tambat dan banyak orang yg bersnorkeling ria. Di spot ketiga inilah kepala saya mulai terasa pusing karena terombang ambing gelombang. Ternyata snorkeling lebih bikin pusing di banding diving. Dan untuk menghilangkan pusing tersebut naiklah ke kapal dan langsung menuju Nusa Resto, yaitu restaurant terapung di tengah laut di antara pulau Pramuka dan pulau Karya. Disini unik juga, tanpa malu saya masuk trus order dan makan di restaurant tsb dengan pakaian wetsuit yg masih nempel hahahaha. Kapan lagi bisa makan di restaurant dgn memakai wetsuit he2 :p.

Setelah kenyang, pusingnya pun berangsur2 mulai hilang 🙂 dan karena hari sudah mulai gelap maka balik lagi kita ke pulau Pramuka. Ketemu bang Bi’is untuk booking tabung buat diving besok paginya. Malamnya beli ikan bandeng duri lunak trus di bakar sendiri di kantor pulau-seribu.net, ternyata 1 bandeng di Nusa resto itu harganya sama dengan 3 bandeng di sini hehe ..sudah lebih murah lebih enak lagi :).

Pagi2 jam 6 lebih kami sudah ngumpul di dermaga buat diving ke spot yang namanya Terusan Penyu. Jujur saat itu gelombang nya lumayan membuat ciut nyali saya (terlebih temen2 saya hehe). Setelah adaptasi dan snorkeling sebentar buru2 turun kekedalaman laut. Buru2 turun karena snorkeling buat adaptasi di tempat yang bergelombang tinggi membuat perut saya mual dan sedikit mabok karena di ombang-ambing ombak. Setelah masuk ke kedalaman perlahan2 mualnya pun hilang dan lebih tenang menikmati kedalaman laut walaupun visibilitynya jelek. Maksimum kedalaman diving saat itu sekitar 18m karena ketika mau berlanjut tabung temen saya sudah merah. Dan disinilah seorang penyelam harus bersikap tenang jangan panik, walaupun kata temen saya sedikit panik karena octupus bang Bi’is kurang sempurna tapi semuanya berjalan dengan lancar sampe2 sy sudah siap untuk share udara kedia tp itu opsi terakhir selama octupus yg laen masih ok hehe .

Setelah udara di tabung saya juga menipis lalu naiklah ke permukaan dan ternyata, gelombang laut diatas lebih dashyat di banding ketika kami turun. Untuk menghilangkan mabok laut karena gelombang tsb saya langsung tidur terlentang dgn kondisi mata tertutup sambil menunggu jemputan perahu datang, dan saking pusingnya, jd sedikit pasrah ngak peduli gelombang laut mau membawa tubuh saya kemana hehe. Setelah naik ke perahu kondisi tetap dalam keadaan mabok laut, walopun berangsur-angsur mulai hilang.

Setelah istirahat sebentar di wisma akhirnya kami harus balik dan ketika balik melihat perahu regular sudah penuh akhirnya nunggu speed boat yg di rekomendasikan mas Yudi. Dan ternyata speed boatnya lagi2 keren banget dan super kenceng. Perahu reguler yg sudah berangkat 1 jam sebelumnya dalam kurang dari 20 menit sudah kekejar dan di susul hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *