pictures.maleber.net

‘Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?’ Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya, dan murid-muridnya menjawab Cina,Bulan bahkan Bintang di langit. Lalu Imam al-Ghazali pun menjelaskan bahwa itu semua benar, tetapi ada yang lebih tepat lagi yaitu masa lalu, mengapa masa lalu ??, al-Ghazali pun meneruskan bahwa apapun cara dan kendaraannya, kita tidak bisa kembali ke masa lalu, jadi pergunakanlah waktu tersebut dengan baik dan isilah waktu tersebut dengan amalan-amalan yang sesuai dengan ajaran agama.

Terbesit di pikiran sepertinya keinginan saya untuk mengulang masa lalu akan tetap berbeda dan tidak akan bisa menggantikannya walaupun kita mengulangi dengan situasi/kondisi yang 100% sama, tetap tidak akan pernah sampai 100% karena ada dimensi waktu yang berbeda.

Sekedar menjadikan sarana mesin waktu dan untuk mendokumentasikan hobi jalan2 (padahal jarang banget) serta sekaligus mengakomodir hobi amatiran saya untuk foto-foto, terbesit untuk membuat suatu website untuk men-share foto-foto saya, keiinginan ini sudah lama sekali terpendam sekitar tahun 2000/2001-an tetapi saya belum punya waktu untuk merealisasikannya. Alhamdullilah akhirnya, selama kurang lebih 9 bulan saya iseng-iseng coding di sela-sela waktu pulang kerja akhirnya selesai juga membuat website http://pictures.maleber.net/ walaupun belum rampung 100%, tapi setidaknya sudah bisa di publish.

hmmm gila lama juga yah .. hehe maklum itu juga tergantung mod-nya juga, kalo lagi OK ya lanjut kalo lagi males ya di biarin hehe. Juga dalam seminggu hanya ada waktu 4 hari, dan waktunya juga sekitar 1-2 jam untuk ngerjakannya. Malah ada satu bulan full idle ngak update2 coding nya hehe… . Cuman kalo di biarin terlalu lama, waiting list foto2 yang akan saya publish akan lebih menumpuk lagi he he.

Foto-foto yang saya upload pertama kali adalah foto2 lawas hasil scan(sebenarnya di foto ulang). Dengan semangat 45 saya mengumpulkan kembali berkas-berkas foto lama saya di lemari yang penuh dengan debu.Setelah melihat begitu banyak saya jadi ciut ketika mau men-scan satu persatu foto tsb, karena saya hanya punya waktu hari sabtu saja untuk mengumpulkan foto2 lama tsb (hehe hanya mengumpulkan bukan mendigitalisasikan gambar lawas tsb). Gileee banyak banget foto yang harus saya scan. Akhirnya saya sortir kembali foto-foto yang akan di publish dan ketika selesai di pilah-pilah ..hmmmm gila masih banyak juga yah hehe … akhirnya diputuskan untuk mem-foto kembali foto2 tersebut tanpa scan, dan ternyata lumayan menghemat waktu ..walaupun dalam sekali foto hanya dapat 2 gambar tetapi speed nya bener-bener cepet, bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan kalau saya tetep pake scanner. Dengan di temani Picassa dan the GIMP yang oke banget, lalu saya edit foto2 tersebut.

Mudah-mudahan foto-foto lawas tersebut akan mengingatkan saya akan sesuatu yang pernah saya jalani. Saya hanya bisa mengingat dan membayangkan saja walaupun saya kembali ke tempat tersebut, akan tetap berbeda. Seperti halnya ketika saya kembali ke Sedep daerah perkebunan teh di kaki gunung papandayan, saya hanya bisa menatap masjid dan warung tempat kami beristirahat 12 tahun yang lalu. Menatap ke gunung papandayan yang lumayan jauh menurut ukuran mata saya sekarang hmmmm… ngak habis pikir padahal perjalanan turun dari Kawah Papandayan ke desa tsb lumayan jauh dan hal itu pernah saya lakukan 12 tahun lalu.

dsc_1128.JPG dsc_1167-copy.JPG
Kawah gunung papandayan 12 tahun lalu (aneh juga lihat saya dulu pernah gondrong).vppdy.jpg
Lagi merenung dan membayangkan 12 tahun lalu kami berjalan kaki di balik gunung itu sampe ke tempat di mana saya berdiri.

Juga mudah-mudahan foto-foto lawas ini bisa mengingatkan ke temen-temen saya yang suka naik gunung, yang sekarang sudah susah untuk naik gunung lagi, jangankan naek gunung, untuk sekedar berkumpul juga sudah semakin sulit mengingat lokasi tempat tinggal yang berjauhan serta masing-masing punya acara dan kepentingan sendiri. Dan kalau ada foto2 lawas dari temen-temen yang tidak ada, boleh dikirim untuk saya publish dan di share ke yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *