Perjalanan Makassar ke Tanjung Bira, Bulukumba

The Great PhinisiBeberapa hari sebelum tanggal keberangkatan ke Makassar, dalam perjalanan menuju Asep Strawberry di daerah Nagrek… tiba2 dapet pesan singkat di HP yang berbunyi : “Kita sudah booking pesawat Jakarta-Makassar PP buat berangkat tanggal 15 Nov 2012 dengan harga xxxx (lupa tepatnya)”. Dengan tanpa bertanya setuju tidaknya, temen jalan-jalan dengan percaya dirinya pesenin tiket pesawat Jakarta-Makassar PP secara tiba2. Kebetulan temen2 lagi berada di pameran travel di Grand Indonesia, pas lagi ada di stand penerbangan Citilink dia liat lagi ada tiket promo Jakarta – Makassar yang murah. Belakangan ini emang tujuan jalan2 tergantung kepada arah tiket pesawat yang murah mengarah, dimana ada tiket pesawat murah disitulah bakal berangkat. Sekarang emang suka di balik persiapan jalannya dan tujuan mau kemana di planning setelah tiket di tangan. Pesan singkat tersebut sebenarnya tidak DIperhatikan karena lagi di jalan dalam perjalanan ke Nagrek, setelah pulang dari Nagrek barulah otak berputar mau kemana yah kita kalo di Makassar hmmmm walau di otak ini kalo menyebut sulawesi selatan pasti tertuju ke Taman Laut Takabonerate. Seperti yang sudah-sudah urusan tempat tujuan yg di tuju selalu saya yang nge-arrange, lagi-lagi cuma mengandalkan googlemap buat melihat-lihat kandidat tempat yang mau dituju.

Setelah kotak-katik dan zoom-in zoom-out peta Sulawesi Selatan, posisi mouse selalu mengarah ke Takabonerate. Mouse dialihkan ke tempat lain tetapi tangan yang mengendalikan mouse tersebut selalu mengembalikan ke posisi Takabonerate. Tetapi apa daya waktu yang di butuhkan ke Takabonerate minimal harus 5 hari, sedangkan nanti cuma punya waktu 4 hari. Akhirnya dengan terpaksa tangan ini mengendalikan mouse ke arah lain, tetapi tetap tidak jauh dari Takabonerate hehehe. Posisi tempat yang beruntung tersebut adalah Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba-Sulsel, karena setelah googling ternyata lokasinya cocok buat yg menyukai suasana laut. DKriteria laut atau pantai yang bagus itu yang pertama adalah laut atau pantai dengan kondisi yang aman dan nyaman untuk berenang atau snorkeling. Otomatis kalau laut tersebut nyaman buat berenang berarti kondisi air lautnya harus bersih dan banyak terumbu karangnya. Biasanya kalau ada laut yang kondisi airnya bersih dan tidak bergelombang tinggi biasanya disitu pulalah terumbu karang bakal berada. Kalau bawah lautnya sudah ok biasanya juga pemandangan atas lautnya juga di jamin mantab.
Untuk sekarang suka gereget dan sayang kalau melihat pemandangan laut yang keren dan kondisi sekitar yang bersih tetapi lautnya ngak bisa di pakai buat berenang untuk dinikmati keindahan bawah lautnya. Seperti halnya ketika menyusur pantai2 yang ada di Gunung Kidul, bisa di pastikan pemandangan di daerah tersebut keren abis … tetapi bagi saya serasa ada yang mengganjal dan kurang karena kondisi gelombang pantai laut selatan yang terkenal dasyat yang tidak memungkinkan lautnya untuk dipakai buat berenang dan snorkeling.

Bulukumba - Sulsel Bulukumba - Sulsel
In the middle of nowhere @Flores sea

Berhubung pengetahuan geography dan skill membaca peta saya lebih baik di banding temen2 , maka mereka mempercayakan 100% dalam hal lokasi tujuan,itenary dll. Dengan berbekal pengetahuan dari peta google map, akhirnya Itenary dibikin dan Sulawesi Selatan bagian selatan-lah yang akan di coba untuk di kunjungi. Setelah beberapa kali revisi akhirnya jadi juga itenary buat perjalanan 4 hari yaitu Makassar-Tanjung Bira (Pulau Liukang+Kambing+Pantai Bara+Tanaberu+Pantai Lemo-lemo+Panrang Luhu dll)-Desa Adat Ammatoa di Tana Towa Kajang-Keliling Pulau sekitar Makassar (Pulau Samalona). Semua tempat di Itenary tersebut belum pernah ada yang dikunjungi, bahkan kelak nanti ketika pertama kali mendarat di Makassar, itu merupakan kota pertama di pulau Sulawesi yang pertama saya kunjungi.

Kurang lebih jam 02:15 kamis dini hari waktu setempat (WITA), pesawat yang ditumpangi mendarat di Sultan Hasanuddin International Airport, Makassar. Memang kebetulan jadwal Citilink Jakarta-Makassar adanya malam hari, berangkat dari Soekarno-Hatta Airport sekitar jam 22.50 WIB. Melihat kondisi bandara Sultan Hasanuddin benar-benar enak di mata karena bangunan yang masih baru dan bersih, sepertinya beberapa kota di Indonesia seperti Balikpapan dan Pekanbaru sedang membangun kembali Bandaranya dan ini semakin membuat bandara Husein Sastranegara di Bandung seperti Bandara kota2 terpencil di Indonesia bahkan bisa jadi lebih jelek, yang tempat parkirnya susahnya minta ampun saking kecilnya.

Jam masih menunjukan waktu dini hari, sambil menunggu jemputan mobil jam 4 pagi, nongkrong di kedai kopi bandara dengan kondisi mata yang mengantuk. Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 4 subuh serta supir mobil rental yang disewa sudah menunggu di tempat parkir. Perjalanan darat yang panjang siap menanti di depan, mungkin itulah yang ada di otak ini setelah membaca beberapa pengalaman orang-orang yang pernah jalan dari Makassar ke Tanjung Bira. Karena penasaran tentang jarak dan lamanya perjalanan ke tanjung bira, bertanya ke pak supir untuk memastikan waktu yg di butuhkan sampai ke anjung bira. Ternyata dengan sangat santai dia menjawab kalau waktu yang di butuhkan tidak akan lebih dari 4 jam jadi sekitar 3-4 jam-an. Hmmmm agak pesimis dan tidak percaya juga ketika pak supir bilang gitu, soalnya beberapa pengalaman orang di blog pada nulis diatas 5 jam.

TanaBeru, Bulukumba - Sulsel Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel
Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel
The Great Phinisi

Setelah itu kami serahkan seluruh perjalanan darat ini ke pak supir yang asli Makassar hehe. GPS dinyalakan dan titik 0 KM perhitungan awal berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Beberapa saat keluar dari bandara langsung masuk jalan tol, kurang lebih setelah perjalanan 16KM keluar dari pintu tol. Perjalanan terus mengarah ke arah selatan kota Makassar tepatnya menuju Takalar dengan melewati Gowa terlebih dahulu pastinya. Kira2 sekitar jam 5 subuh istirahat sebentar di pom bensin sambil melaksanakan sholat subuh, setelah itu perjalanan terus berlanjut, sekitar jam 6 kurang di jalan raya Takalar-Jeneponto sarapan pagi dengan menu seadanya yaitu Jala Kote (sejenis pastel) sama ketan tanpa isi. Lumayan lama istirahat, setelah kenyang perjalanan lanjut terus dan tak terasa jarak yang di tempuh sudah mencapai 100km lebih ketika sampai di Jeneponto. Bak supir Formula One, pak supir mengemudi dengan kencangnya saking kencangnya beberapa saat kemudian sudah mau keluar dari kota Bantaeng tepatnya di tempat wisata pantai di Bantaeng tepat sejauh 138km perjalanan dari bandara.

Ada pemandangan yang tidak biasa di sepanjang perjalanan Takalar-Jeneponto-Bantaeng, yaitu disisi kanan jalan raya yang di selingi pantai dan padang rumput sedangkan di sisi kiri jalan padang rumput serta pegunungan, pemandangan yang tidak biasa itu adalah banyaknya kuda-kuda yang berkeliaran di pandang rumput dengan di selingi jejeran pohon-pohon lontar dan bukan pohon kelapa. Banyaknya kuda mungkin karena disini Coto Kuda sudah menjadi makanan khas sekitar sini, jadi kuda2 tersebut ‘mungkin’ diambil dagingnya dan bukan tenaganya, karena kalo dilihat memang bentuk tubuh kudanya sepertinya bukan untuk kuda pacu tapi ‘mungkin’ kuda sayur karena kecil hehee.

Pantai Lemo-Lemo, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Lemo2 dan Tanjung Bira

Beberapa saat sebelum memasuki kota Bulukumba hujan deras turun dan ketika sampai di Bulukumba kilometer di GPS menunjukan jarak 168km. Melewati Bulukumba hujan semakin menjadi, jarak pandang semakin menipis, tapi untungnya tidak berlangsung lama karena di kilometer 191 tepatnya di pertigaan kawasan pengrajin perahu phinisi di Tanaberu cuaca kembali cerah. Tepat setelah melalui jarak 207KM dari bandara Hasanuddin pintu masuk kawasan wisata Tanjung Bira sudah menyambut, bayar tiket dan lanjut terus dan ternyata disisi kiri jalan menuju ujung jalan dan mentok di pantai banyak sekali penginapan2, sekitar 1 km dari pintu masuk atau di GPS tercatat 208KM GPS tepatnya jam 8.30 WITA GPS dimatikan karena di depan sudah ada pemandangan pantai yang sangat indah. Jadi total waktu yang dibutuhkan kurang lebih 4 jam 30 menit itupun sudah di termasuk 2 kali waktu istirahat untuk sholat subuh dan sarapan pagi yang cukup lama, mungkin total waktu istirahat yang kita ambil lebih dari 30 menit, jadi kalau nonstop ngebut tanpa istirahat dengan kondisi jalan sepi karena perjalanan subuh/pagi, memang waktu 4 jam itu waktu yang sudah lebih dari cukup untuk melintasi Tanjung Bira dari Makassar.

Walau masih pagi, cuaca yang cukup menyengat membuat keringat mengucur deras, kami keliling lihat-liat keadaan sekitar sambil mencari penginapan. Dan berhubung sekarang ini pas long weekend setelah kesana kemari cari penginapan yang kebanyakan sudah full akhirnya dapet juga di Hotel Sapolohe, itupun yang kosong cuma semalam dan malam berikutnya harus cari penginapan lagi. Kondisi hotel tepat menghadap pantai, jadi buat yang pengen seru-seruan main di pantai hotel ini cocok sekali, tetapi pelayanan hotel yang kamarna lumayan banyak di handle oleh 1 orang. Orang itu merangkap resepsionis dan house keeping hahahaa. Jadinya pelayanannya jauh dari yang diharapkan walau harganya lumayan mahal. Belum lagi kondisi kamarnya yang kurang ok .. tapi berhubung cuma hotel ini yang menyediakan kamar kosong dan posisi yang depan pantai, mau tidak mau kita booking.

Setelah dapat kamar .. hal pertama yang dilakukan adalah explore sekitar tanjung bira, kita coba mengunjungi Pantai Bara yang berada di sebelah barat Tanjung Bira. Jalan jelek berbatu yang mengecil mengarah ke arah rimbunan pepohonon, tetapi semakin ke dalam rimbunan pepohoan tersebut semakin banyak bangunan2 yang berbentuk kotak yang tidak besar dan hanya ada satu pintu kalau di lihat dari jalan. Bangunan satu pintu tersebut kalau di lihat dari luar kedalam bangunan benar2 gelap, ada banyak wanita2 yang ‘agak’ berdandan menor dengan pakaian u can see nya, lagi bersenda gurau. Hampir semua bangunan tersebut di depannya terpampang board merek Bir lokal terkenal, emang tempat ini “katanya” di kususkan buat tempat lokalisasi buat org2 yg mau melampiaskan hawa nafsunya. Setelah melewati tempat lokalisasi di tengah hutan tersebut jalan semakin ancur dan semakin mengecil, dibeberapa pertigaan jalan ada papan nama bertuliskan Pantai Bara, kami tetap mengikuti arah yang ditunjuk oleh papan nama tersebut.

Pantai Bara, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Bara, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Bara dan Tanjung Bira

Diujung jalan buntu akhirnya sampai di Hotel Tanjung Bara. Suasana sekitar benar2 sunyi dan sepi, sebenarnya tempat seperti inilah yg dikangenin, melihat kepantai yang sepi seolah2 hanya ada saya sendiri yang berdiri dihamparan pasir pantai putih yang bersih dan panjang. Sebentar menikmati keindahan pantai Bara selanjutnya menuju hotel buat istirahat sejenak sambil menunggu sore hari buat snorkeling di pantai tanjung bira-nya. Sebenarnya setelah melihat keadaan sekeliling, pemandangan sekitar sini ternyata dibawah ekspektasi saya, mungkin karena musim hujan, sepanjang hari terus turun hujan gerimis. Sore harinya ketika mencoba snorkeling di depan Pantai Bira nya kurang memuaskan karena tidak ada yang bisa di lihat hahaha.

Beberapa KM sebelum Tanjung Bira sebenarnya ada pusat pembuatan kapal Phinisi di 3 daerah yaitu Tana Beru, Lemo-lemo dan Panrang Luhu. Tetapi ketika berangkat mampir ke Panrang Luhu terlebih dahulu dan ternyata perahu-perahu phinisi yang di buat disini benar-benar perahu phinisi raksasa yang super besar. Lokasi pembuatan perahunya sendiri benar2 mengagumkan karena di belakang pemandangan pantai dengan pasir putihnya tersebut berdiri beberapa perahu Phinisi yang sedang di bangun dengan kokohnya. Perahu2 Phinisi tersebut diselubungi oleh kayu-kayu keras khas kapal phinisi. Setelah lumayan terkesima melihat ukuran perahu phinisi tersebut dengan meminta izin terlebih dahulu saya menaiki perahu2 yang setengah jadi tersebut. Semakin dekat, semakin takjub melihatnya karena ukuran balok kayu2 yang super besar tersebut di susun sedemikian rupa sehingga membentuk perahu yang sangat melegenda.

Malam hari di Tanjung Bira mengingatkan ke kawasan wisata pantai di Pangandaran, walau tidak seramai di Pangandaran tetapi sepertinya nanti sudah mulai mengarah ke suasana ramai seperti di Pangandaran. Setelah hunting makan malam yang tidak terlalu special (kelemahan wisata di Tanjung Bira sepertinya di makanan) langsung menuju bantal masing2 buat istirahat. Karena rencananya esok hari akan keliling pulau Kambing dan Liukang buat main air sepuasnya hehe.

Pagi hari cuaca mendung dan panasnya tidak menyengat seperti kemarin. Tetapi sayang tidak bisa menyewa perahu buat ke pulau Kambing dan Liukang karena perahu-perahu nya masih terdampar di tepi pantai yang berkarang dan harus menunggu laut pasang buat membawa perahu ke tengah laut. Ketika menunggu di warung di tepi Pantai Bira hujan turun lumayan deras, agak sedikit ragu apakah hari ini bisa main ke pulau2 tersebut atau tidak. Tetapi setelah di tunggu hujan reda dan laut sudah mulai pasang sehingga perahu sudah bisa keluar dari perangkap batu2 karang pantai Bira.

Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel
Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel

Pulau Kambing dan Pulau Liukang

Speedboat kecil yg disewa 250rb melaju dengan kencang menuju pulau Kambing yang tidak berpenghuni selain kambing (kata tukang perahunya hehe). Sampai di pulau Kambing tanpa banyak pertimbangan langsung pasang masker dan fin, bahkan tanpa disadari kaos luar yang dipakai sebagai pelapis rush guard di badan belum di buka dan baru sadar setelah melihat poto underwater kalo saya snorkeling sambil menggunakan kaos yg menempel di badan wkkk. Alhasil ketika keliling pulau basah-basahan terus sampai kering sendirinya karena tersengat matahari. Di bagian pulau Kambing yang didekati tidak terdapat pantai yang ada tebing2 lumayan curam sebagai pembatas air laut dan pulau, sehingga tidak sempet untuk mendarat dan menaiki pulau Kambing, hanya bisa menikmati suasana keindahan bawah laut sekitar pulau Kambing. Kondisi terumbu karang disini masih sangat terawat dan bersih, keadaan ini tentunya mengobati kekecewaan ketika snorkeling di pantai Tanjung Bira.

Setelah cukup puas main air di pulau Kambing, pulau Liukang jadi tujuan berikutnya. Pulau Liukang hanya berjarak beberapa menit memakai speedboat, ternyata pemandangan pantai yang putih serta pantulan warna laut dan pantai yang biru membuat unik pemandangan disini. Pemandangan biru lautnya lebih bagus di banding pulau Kambing tetapi tidak sempet snorkeling disekitar sini, hanya beristirahat di warung yang berada di atas laut sambil menikmati keindahan alam sekitar. Setelah cukup puas istirahat di warung makan di pulau Liukang, balik ke Pantai Bira untuk mengejar tujuan2 berikutnya.

Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel
Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel
Pulau Kambing dan Pulau Liukang

Setelah sampai di Tanjung Bira kembali, langsung chek out dan pindah hotel ke sebelah hotel sebelumnya. Setelah itu kembali keliling di sekitar Tanjung Bira, yaitu melihat-lihat pusat pembuatan perahu phinisi di Tana Beru. Ketika sampai di Tanaberu jujur tidak terlalu terkesima seperti ketika pertama melihat phinisi di Panrang Luhu. Mungkin karena ekspektasimya terlalu tinggi kalo Tana Beru itu sebagai pusat pembuatan Phinisi di Bulukumba, ternyata perahu-perahu yang di bikin disini tidak sebesar dan seraksasa yang dibikin di Panrang Luhu. Walau disini lebih banyak perahu (atau banyak sekali) yang berjejer sedang di bangun tapi secara ukuran tidak ada apa2nya di banding di Panrang Luhu. Begitupun pemandangan pantainya, di Tanaberu terlihat sedikit kumuh dan kotor sebaliknya di Panrang Luhu benar2 spektakuler. Setelah keliling di Tanaberu .. perjalanan di lanjutkan ke Pantai Lemo-Lemo yang menjadi salah satu pusat pembuatan Phinisi juga. Jalan menuju ke Pantai Lemo-pemo benar-benar sepi dan lumayan jauh, ketika sampai kesana pantainya benar2 sepi, disini pengrajin yg sedang mengerjakan Phinisi hanya ada 3 perahu dan itu pun kecil2.

Setelah keliling ke pengrajin kapal Phinisi, suasana gelap mulai menutupi langit Tanjung Bira, akhirnya harus beristirahat sebelum esok hari akan chek out dan keliling lebih jauh untuk menuju Desa Tana Towa di Kajang, yang diteruskan kembali ke arah Makassar. Bersambung… dan berlanjut disini

  1. Hai…salam kenal

    Seru bgt pengalamannya ke Tanjung Bira. Kereeennnnn.
    Kebetulan merencanakan perjalanan ke Tanjung Bira aroun sept ini.
    Boleh bagi info itinerary-nya dr Makasar sampe Tanjung bira, plus info2 lengkap lainnya.

    Boleh chat by PM di email kah..?
    Thx

  2. hi…

    boleh dibagi itinerary-nya kah? sudah booked tiket ke makasar buat akhir agustus,, rencananya mau ke tanjung bira :)

    bisa di rekomendasikan hotel disana yang ber Ac dan rate rata2 berapa ya?

    thanks

    _ira-

  3. kl agan agan ada yang mau ke pantai bira dan sekitarnya, bs hub sy..sy sdiakan mobil rental dan skaligus bs jd guide kmanapun gan…karena sy tinggal d blkmba…sy asli sunda yg udah mukim lama di bulukumba..081326955519..indri..

  4. Bisa jadi rujukan nich, kebetulan punya tiket ke makassar 14 orang. Niat nya mau ke Takabonerate tp waktu kita cuman 4 hari. Masih mikir2 mau sampai taka atau hanya selayar nya aja.

    Sempet nanya ngak ttg sewa speed boat dari tanjung bira ke taka kira2 ada ngak ???

  5. Hai, salam kenal.
    Bulan september nanti saya mau ke Makasar, pengen ke Tanjung Bira, bisa tolong bagi intinerary nya?
    kirim ke email saya yah. Thank you.

  6. Hi, salam kenal. Saya rencana ke tj.bira bulan september ini. Boleh share itenarary nya kah? Thank you sebelumnya.

  7. Thanks you, oom informasinya. memang idealnya sih berangkat dini hari dr Jakarta. itu carter mobilnya berarti nginep di bira juga dong ya.

    @indri . sewa mobilnya bisa sekalian jemput ke makasar gak ya?

  8. halo bro,.
    jdi tertarik ke tanjung bira,.
    blh dong email itinnya,. coz udah tiket ke makassar nih,.

    makasih yah,.
    Salam sukses,.

  9. nice info,mas.. kalo boleh nanya,,ada kontak penginapan di tanjung bara (yg sebelah bira)? makasih ya… =)

  10. halo, sy rencananya ke bira agustus nanti,boleh minta itinerary nya? supaya ada gambaran kesananya hehehe, makasih sebelumnya

  11. Haii Lagi 😀 Boleh di share contact di tanjung bira untuk penginapan dan sewa perahunya + Snorkling kah?

    soalnya november mau kesana? biaya sewa mobil kena berapa kemarn?

    Thx :)

  12. Mas, boleh japriin juga itenarary nya + detail dengan perkiraan budget ya..
    makasih yaa..
    Kerennn banget artikelnya deh.. :)

    • @sigit : saya dulu minta paket 3 hari saja +bensin. Cuma lupa tepatnya berapa tapi klo ngak salah sehari tuh 400-500rb-an. Tapi saya ngak tau klo sekarang pas BBM sudah naik

  13. wah saya malah sudah di makassar tapi blum sempet jalan jalan..hahahha
    bisa share itinery nya mas ?

    sama harga sewa mobil – hotel hotel selama disana
    dan mungkin tips atau spending lain di lokasi tsb

    pengen liat phinisi dan pantainya

    terimakasih

  14. Keren cerita perjalanannya, kmrn ke Makasar ngk sempet ke Tanjung Bira. Aku ada rencana ke daerah Sul-Sel lagi Mey 2014.. Mau terus ke Takabon ada ide ngk yah’tempat2 yg bagus sekalian lewat ke Takabon, rencana sih solo tapi kalau dapet teman hayo aja….thanks

  15. Sy orang Makassar, klw yg mau ke Biraaa mungkin sy bisa bantuu klw ada yg mau ditanya” . . Sy bantu sebisa sy deh 😀 contact sy aja dodhy_eaglez@yahoo.com ato bsa sms lah 085232749954 . .cuman ingin bantu teman” sebisa sy 😉

  16. Wah…keren bangettt..
    Saya rencana ke tanjung bira dlm waktu dekat. Boleh share itin n cp rental mobil,perahu?
    Thanks a lot.

  17. halo gunawan :) saya juga minta itinerary sama rincian biayanya ya.. sy rencana ke makassar n bira mnggu depan. terimakasiiih :)

  18. Hi,

    salam kenal saya Clea. rencananya mau liburan kesana bulan Mei nanti. boleh minta contact person (Sewa mobil, boat, sewa perlengkapan snorkling) dan price list nya.. Minta tolong kirim ke email saya.

    Terima kasih banyak Mas Gun :)

  19. Hi,
    salam kenal, saya berencana kesitu selama 3 hari. bisa minta itinery nya dan CP untuk transportasi? terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *