Penggalan Curhat di Nusa Pombo, Maluku Tengah

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurTeringat waktu itu ada salah satu TV lokal yang sedang meliput pameran Dema Show yang diadakan di Las Vegas. Dema show merupakan pameran yang mendedikasikan dibidang diving, watersports dan travel industries. Ada salah satu peserta orang asing yang diwawacarai mengatakan sebagian-besar photo-photo komersil bawah laut yang indah itu diambil di perairan Indonesia. Bahkan dia menambahkan : “Anda orang Indonesia, kalau belum pernah melihat keindahan bawah laut perairan Indonesia itu seperti anda punya Ferarri tetapi anda belum pernah mengendarainya”. Wow .. sebegitu indahnya kah pemandangan bawah laut Indonesia dimata orang asing. Tersenyum melihat penggalan wawancara tersebut. Bagi saya apa yang dibilang orang asing tersebut bukan sesuatu yang baru atau gimana, karena saya memang sudah dibikin woww dan terhipnotis oleh bawah laut kita dari beberapa tahun ke belakang xixi. Saya sampai kesusahan untuk menjelaskan bagaimana indahnya terumbu karang kita ke orang lain.

karimunjawa

Tetapi sepenggal hasil wawancara tersebut justru banyak memudahkan saya untuk menjelaskan keindahan bawah laut kita. Karena berikutnya setiap ada yang tanya gimana bagusnya terumbu karang kita, cukup dijawab dengan penggalan kalimat hasil wawancara diatas. Sebelumnya sangat susah untuk mendeskripsikan gimana indahnya bawah laut Belitung, birunya Karimunjawa dan Tanjung Bira, beningnya Jailolo dan Ternate, beranekaragamnya coral di Bunaken. Atau bahkan indahnya kepulauan Seribu yang masih masuk ke wilayah DKI Jakarta. Apalagi untuk mendeskripsikan pengalaman berenang dengan ubur-ubur besar di danau Kakaban, menyentuh pari Manta yang super besar di perairan Sangalaki ataupun berenang bareng Penyu Hijau yang segede meja makan di Derawan itu susah sekali untuk dijelaskan selain anda mengalaminya sendiri.

ternate

bunaken

Sekarang tangan kanan sedang mengerakan dan mengklak-klik mouse untuk menggeser dan men-zoom peta satelit pulau-pulau sekitar Maluku. Kini saatnya berwisata mengelilingi pulau-pulau di Indonesia tanpa harus keluar rumah, tanpa harus keluar biaya hanya dengan bantuan Internet saja 😉 . Dengan bantuan website Wikimapia.org, saya berwisata untuk melihat-lihat pulau-pulau sekitar Maluku. Tertarik sama salah satu pulau kecil yang terdapat cincin atol mengelilingi pulau tersebut. Terpesona melihat cincin atol yang membiru dengan pulau yang memanjang sepanjang +-700 meter, dengan lebar sekitar +-90 meter. Terlihat dari citra satelit, pasir putih mengelilingi pulau yang memanjang tersebut. Otak secara otomastis langsung menggambar bagaimana keindahan terumbu karang di pulau kecil tersebut.

derawan

Gambar satelit gugusan karang Atol yang membentuk Cincin tersebutlah yang selanjutnya mengundang saya untuk datang ke Maluku. Saya tidak tahu nama pulaunya tetapi pulau atol tersebut berada di selat Haruku sebelah timur pulau Ambon, sebelah barat Pulau Haruku dan sebelah selatan Pulau Seram. Setelah survey ternyata tempat tersebut bernama Pulau Pombo. Dan cincin atol tersebut sepertinya menjadi jaminan untuk melihat terumbu karang yang indah. Terlebih setelah tahu kalau pulau Pombo merupakan kawasan konservasi dan taman laut yang dijaga.

atolPombo

Dengan semangat 45 untuk melihat cincin atol, saya terbang ke Ambon. Dua hari sebelum ke Nusa Pombo saya mampir dulu di suatu tempat yang terkenal dengan terumbu karangnya juga. Nusa Telu atau pulau Tiga namanya, sesuai namanya disini ada tiga pulau kecil yang berjejer. Nusa Telu berada di Negeri Asilulu, sebelah barat laut pulau Ambon. Di Nusa Telu saya bener-bener puas melihat kejernihan air dan terumbu karang yang sehat, serta gerombolan ikan-ikan yang ukurannya besar-besar. Semakin penasaranlah untuk melihat Nusa Pombo disebelah timur pulau Ambon.

Sampai di pantai Liang, salah satu tempat untuk menyebrang ke Nusa Pombo, suasana sepi dengan pasir putih bersih yang panjang didepan mata. Berdiri di ujung dermaga untuk menikmati gradasi biru khas laut Indonesia, pemandangan yang spektakuler. Memandang kesebelah utara terdapat pulau Seram yang besar, memandang kesebelah tenggara terdapat pulau Haruku, dan didepan pulau Haruku terlihat Nusa Pombo pulau kecil yang akan menjadi tujuan utama datang ke pantai Liang. Melintas didepan kapal ferry dari pelabuhan Hunimua yang akan menuju pulau Seram. Oh iya pantai Liang sendiri sebenarnya bernama pantai Hunimua tetapi orang lebih banyak menyebutnya dengan pantai Liang.

Ok saatnya mencari orang yang punya speedboat kuning yang ada di pinggir pantai Liang. Setelah melihat suasana yang benar-benar sepi saya menawar ongkos speedboat tersebut setengah harga, terlebih harga awal yang dia tawarkan memang terlalu mahal. Tetapi akhirnya setuju diharga 300 ribu dan itu setidaknya cukuplah untuk membayar keindahan dan berlibur seharian di Nusa Pombo. Harga Rp.300rb juga harga yang sama ketika menyewa perahu di Asilulu.

dermaga-liang

Gelombang agak besar tetapi speedboat melaju ‘sangat’ kencang layaknya moto GP yang meliuk-liuk menghindari ombak. Speedboat mengarah ke ujung timur (timur laut) pulau Pombo, di cincin luar atol selatan pulau agak ke timur terlihat beberapa kumpulan terumbu karang diantara pasir putih dengan air yang jernih. Sebenarnya sudah tidak tahan untuk melihat disisi timur pulau. Walaupun terumbunya terlihat tidak banyak hanya bertebaran dibeberapa spot yang saling berjauhan ditengah pasir putih, lumayan penasaran juga buat turun. Tetapi karena gelombang yang lumayan besar serta terlihat arus yang kencang speedboat diarahkan kesebelah barat pulau, membelah cincin atol dengan mengelilingi pulau disisi utara. Dan sekarang saya berada dibagian dalam cincin atol pulau Pombo sebelah barat. Speedboat di tambatkan di pasir putih pulau. Terlihat banyak pengunjung dari Tulehu yang sedang kemping dipulau, dari anak-anak sampai ibu-ibu.

Pertama menginjakan dipasir putih pulau Pombo sudah kecewa. Tas punggung warna merah terlihat mengambang terombang ambing ombak di pinggir pantai. Kaki langsung menginjak sepatu olahraga putih yang sepertinya masih bagus. Mata langsung men-scan suasana sekitar. Wow kondisi dilapangan sangat berbeda sekali. Hanya bisa bilang MENGENASKAN!! sampah berserakan dimana-mana. Sisi kebersihan sangat jauh kondisinya dengan pantai Liang. Semangat untuk menikmati suasana pulau sempat hilang untuk sesaat. Menyemangati diri sendiri, ok kondisi pulau sangat kotor tetapi mudah-mudahan keindahan bawah lautnya tidak seperti kondisi pulau. Jadi tidak usah explore lebih lanjut isi pulau langsung snorkeling saja, itu pikir saya.

Masker+snorkel sudah terpasang, duduk dipasir putih yang banyak sampah untuk memakai fin. Kaki mengayuh fin perlahan-lahan, tak terasa kaki ini sudah mengayuh menyusuri pinggiran cincin atol bagian dalam dengan jauhnya. Cek di GPS wow.. kaki sudah mengayuh lebih dari 1.2km tapi mana terumbu karangnya???. Karang terbagus yang ada dalam kamera seperti gambar dibawah ini. Sisanya kondisi karang hancur karena ulah pengebom yang menangkap ikan. Terumbu disini memutih dan hancur berkeping-keping.

pombo

Setelah itu sama sekali tidak ada minat untuk melanjutkan pencarian terumbu karangnya. Ternyata kondisi bawah laut Nusa Pombo lebih MENGENASKAN dibanding kondisi pulaunya. Tidak ada minat untuk mendokumentasikan lebih lanjut, bahkan saya sama sekali tidak mendokumentasikan suasana atas pulaunya tersebut. Mudah-mudahan saya hanya melihat bagian jeleknya pulau Pombo saja. Dan mudah-mudahan masih ada sisi yang lebih bagus yang tidak sempat terlihat. Saya tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa berkontribusi buat pulau Pombo, tetapi dengan langsung mengarahkan speedboat kembali ke pantai Liang setidaknya tidak akan lebih membebani pulau dengan ikut-ikutn menyampah di pulau yang ‘harusnya’ indah ini. Ternyata di pantai Liang saya berhasil mendokumentasikan gambar ikan badut dengan anemonya yang bagus. Tidak perlu jauh-jauh menyebrang ke Pulau Pombo, bawah laut pantai Liang juga ternyata lebih bagus !!.

pantai-liangfish

Saya jauh lebih merekomendasikan untuk menikmati perairan Nusa Telu (pulau Tiga) di Asilulu dibanding pergi ke Nusa Pombo.

…… Pombo .. oh Pombo Riwayat mu kini …. ternyata angan-angan untuk melihat keindahan cincin atol yang membiru dari citra satelit tersebut berakhir dengan MENGENASKAN …. bahkan terumbu karang sekitar pulau Pramuka di kep.Seribu pun jauh lebih terawat. Yah betul kep.Seribu yang notabene-nya masih masuk kawasan DKI Jakarta yang konon perairannya banyak digelontori oleh limbah dan sampah Jakarta !!.

pramuka

Berharap Nila setitik ini tidak menghancurkan susu sebelangga, dan tidak bisa menurunkan niat saya untuk menikmati lebih lanjut perairan Nusantara. Karena keindahan laut Nusantara terlalu banyak dan terlalu indah untuk diabaikan.

–Nusa Pombo, Nov 2013–

Catatan Perjalanan Ambon lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *