Pelabuhanratu, Sukabumi

Pelabuhanratu merupakan Ibukota Kabupaten Sukabumi, dan saya sudah tidak ingat kapan terakhir kali kesini, mungkin sekitar tahun 1995 ato 1996 dan terakhir jalan ke daerah Sukabumi pun dah lama banget sekitar September 2006 ketika mau rafting di Arus Liar daerah Cikidang yang sebenarnya sudah dekat ke daerah Pelabuhanratu. Dan ketika hari libur nyepi tanggal 16 Maret 2010 yang HANYA satu hari dipaksakanlah jalan ke daerah Pelabuhanratu dan Sawarna daerah Bayah Banten selatan. Dengan modal survey googleearth dan bekal GPS, senin 15 Maret 2010 sekitar jam 8.30 malam 4 orang personil jalan2 sudah kumpul di dearah Karet, Setiabudi.

Dari Jakarta kami berangkat menuju Pelabuhanratu dengan ngendarai Xenia yang 1000cc hehe .. agak2 ketar ketir juga sih kuat ngak yah kalo lewat cikidang yang jalanya naik turun lumayan curam. Dan ternyata ketika sampai Cibadak, pertigaan Cikidang terlewatkan akhirnya lewat jalur biasa yang lewat warungkiara hehe. Tapi ada bagusnya lewat sini karena kondisi jalan yang tidak securam daerah cikidang 🙂 . Jam 00.30 malem sampe di Pelabuhanratu dan posisi GPS saya menunjukan tinggal beberapa ratus meter lagi menuju Hotel Bayu Amrta, tanpa survey tuk banding2in hotel sekitarnya, kami langsung masuk Hotel Bayu Amrta, karena cuman untuk tidur sebentar kami pilih kamar yang paling murah lalu penuh sesaklah kamar kecil tersebut oleh 4 orang yang sudah kecapean hehe.

Dua Villa yang berdampingan ini cukup bersejarah, villa pertama dimiliki oleh seorang pelukis lalu di beli oleh seseorang yang cukup berpengaruh di Indonesia. Selanjutnya orang yang cukup berpengaruh tersebut menukarkan villa yang di beli dari seorang pelukis tadi dengan villa sebelahnya. Dan di lokasi villa pertama tersebut jadilah Hotel Bayu Amrta sedangkan villa di lokasi kedua yang ada di sebelahnya jadilah Istana Kepresidenan Tenjoresmi sedangkan orang berpengaruh tersebut tak lain dan tak bukan ialah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Bayu AmrtaIstana Kepresidenan Tenjoresmi
Hotel Bayu Amrta & Istana Kepresidenan Tenjoresmi
Morning @Bayu Amrta
Morning @Bayu Amrta

Sekitar jam 8.15 pagi kami langsung cabut dari hotel dan sepanjang perjalanan menuju perbatasan antara provinsi Jawa Barat dan Banten kami berhenti di beberapa titik untuk menikmati sejenak lokasi2 tersebut. Karakteristik pantai di daerah Pelabuhanratu mirip2 seperti yang di Garut selatan, bibir pantai yang berpasir dengan sawah hijau yang subur saling berdampingan, dan di beberapa titik sudah banyak beberapa warung/saung tempat makan yang menutupi keindahan pantai dari sisi jalan. Akan lebih indah apabila jalan raya yang berada di samping pantai tidak ditutupi oleh warung2 tersebut. Sampai karang hawu banyak sekali orang-orang yang lagi main selancar.

Samudera Beach Hotel merupakan salah satu bangunan hotel mewah pertama yang ada di Indonesia yang di bangun oleh Ir. Soekarno bersamaan dengan bangunan mewah pertama lainnya yaitu Hotel Indonesia, Pertokoan Sarinah, Bali Beach Hotel, Hotel Ambarukmo Jogjakarta yang kesemuanya memakai dana pampasan perang dari Jepang
Sumber : Wikipedia

Samudera Beach HotelSamudera Beach Hotel
Samudera Beach Hotel

Selain Istana kepresidenan Tenjoresmi ada satu tempat yang juga cukup bersejarah yaitu Samudra Beach Hotel yang terkenal dengan kamar 308 yang di khususkan buat Ratu Pantai Selatan. Dan dikarenakan ada orang yang lagi bermeditasi di kamar tersebut kami berempat tidak bisa melihat suasana kamar tersebut. Sayang seribu sayang hotel yang sangat bersejarah tersebut terlihat tua dan usang. Tua dan usang kalau terawat dengan baik malah akan jadi nilai jual tersendiri tapi Hotel ini sudah tua dan usang tidak terawat dengan baik. Yang paling menyesakan adalah rate hotel ini bener2 tidak seimbang dengan kondisi yang ada. Ratenya mahal minta ampun dengan kondisi yang kotor tua dan tidak terawat, wajar suasana di hotel ini sepi. Tapi diluar jeleknya itu sebenarnya masih menyimpan nilai plus-nya juga yaitu perpaduan taman, kolam renang dan gazeboo2 di belakang hotel yang masih tertata dengan baik di tambah pemandangan yang menghadap ke Pantai selatan yang landai bisa jadi membuat anda terbuai hehe

Ada kejadian lucu di sekitar Cisolok kami dibuntuti oleh Ojek yang tanpa lelah di sepanjang perjalanan ke karang hawu dia terus mengikuti kita. Entah karena muka temen gw yang membutuhkan treatment dari Mak Erot ato apa hahaha dia dengan gigih menawarkan jasa untuk mengantar ke tempat praktek Mak Erot walaupun sudah dibilang TIDAK hahaha

Selancar di karang hawuSelancar di Karang Hawu
Peselancar anak-anak di Karang hawu

Perjalanan terus dilanjutkan.. jalanan mulai naik turun dan selepas Cibangban dekat Ocean Queen Resort dan Kuda Laut Resort barulah tanjakan yang sebenarnya bermunculan. Agak2 ngeri juga berhubung kami pakai mobil yg cc nya cuma 1000. Tetapi kengerian tersebut tidak ada artinya dibandingkan dengan pemandangan laut pelabuhanratu diatas ketinggian (juga biaya bensin yang super iriiiiiiit hehe). DI setiap spot tanjankan yang berpemandangan lepas menghadap teluk pelabuhanratu kami berhenti untuk ambil gambar, tapi sayang karena kondisi cuaca yang berkabut maka gambarnya tidak terlalu jelas. Perjalanan naik turun gunung dengan pemandangan ke laut masih terus berjalan, lalu mulai masuk ke areal perkebunan dan hutan yang di kanan jalan terpampang keindahan gunung2 yg terselimuti oleh kabut tebal. Perjalanan ini jadi mengingatkan saya ketika jalan dari Rancabuaya ke Ciwidey yg disuguhi jalanan naik turun yang tidak beradab.

View pelabuhan ratu dari bukitView Pelabuhanratu dari ketinggian
Teluk Pelabuhanratu dari atas bukit

Ditengah hutan yang sepi tersebut kami dikagetkan oleh seseorang yang ‘mungkin’ merasa dia pendekar setempat yang dengan berani berdiri di tengah jalan dan memberhentikan mobil kami dan meminta ‘upeti’ uang keamanan hahahaha walopun kita kasih ngak seberapa cuma 1000 rupiah tapi kejadian2 ginilah yang membikin orang2 kapok untuk datang kembali

Dan perjalanan pun terus di lanjutkan sampai ke daerah Bayah Banten ..

Artikel terkait :

  1. Pelabuhan ratu bagus juga buat santai.
    Tapi jalan ke sana butuh pengorbanan.
    Mulai dari Ciawi sampai Cibadak banyak titik macet.
    Kabar terakhir tahun 2012 jalan dari Cibadak ke pelabuhan ratu kurang bagus.
    Tapi ada rencana sih Juli ini ke sana. Mudah2 an kabar jalan kurang bagus
    ternyata salah. Cisolok juga bagus. Tapi ampun kotornya bukan main.
    Sampah bertebaran dimana-mana. Premannya banyak lagi.
    Jadi males ke sana. Buat nginep Bayu Amrta bagus.
    Samudra Beach Hotel kumuh, kuno dan ratenya mahal banget.
    Pantesan ga laku.

  2. woy pemerintah sukabumi yang baik hati,kapan jalan di desa buniwangi akan di rehabilitasi?
    kondisi jalan sudah ruksak total,tu khan jalan alternatif menuju pantai,kalu di biarkan trus pa kata dunia, malu deh saya selaku putra daerahy, mohon di perhatikan, thank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *