Nusa Lembongan, Bali : Bali Hai Cruise

Nusa Lembongan merupakan pulau kecil yang menjadi andalan pariwisata Bali karena keindahan bawah air dan pantai putihnya yang berada di sebelah tenggara pulau Bali, serta bertetanggaan dengan dua pulau lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Secara administratif Nusa Lembongan masuk ke wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Mata pencaharian yang utama penduduk Nusa Lembongan adalah petani rumput laut. Transportasi menuju Nusa Lembongan bisa dari Pantai Sanur menuju Jungutbatu di Nusa Lembongan dengan memakai perahu motor. Atau kita bisa ikut paket wisata cruise yaitu Bounty Cruises dan Bali Hai Cruises yang memakai kapal wisata yang sangat nyaman dan berangkat dari Benoa Harbour.

Beberapa kali main ke Bali tempat ini benar2 di luar radar saya, karena setiap kali jalan ke Bali terlalu focus ke mainland nya saja. Setelah agak bosan keliling2 di pulau Bali-nya dan mencari alternatif lain akhirnya ketemu juga suatu pulau yang bernama Lembongan. Dan setelah survei2 akhirnya kami ikut paket wisata Bali Hai Cruises dan ini merupakan kapal laut termewah dan terbesar yang pernah saya naiki hehe (**Norak Mode ON**) sebelumnya kapal terbaik yang pernah saya naiki adalah speedboat pribadi yg lumayan mewah ketika numpang pulang dari pulau pramuka dan kapal cepat Kartini ketika ke Karimunjawa. Malahan sebelumnya kapal atau perahu yang terbesar yang pernah saya naiki adalah perahu kayu seadanya yang menuju pulau Tidung atau Pramuka yang super pelan hehehe.
Dan ternyata Nusa Lembongan tidak meleset dari angan2 saya, setelah kapal berlabuh di pontoon Bali Hai yang cukup besar kami di antar menuju Nusa Lembongan dengan memakai perahu motor yang kecil. Dan sepanjang perjalanan dari pontoon ke Nusa Lembongan disuguhi pemandangan pantai yang keren dan juga banyak sekali resort-resort yang ‘nemplok’ di sisi tebing pantai.
Setelah sampai di tempat yang bernama Mushroom Bay yang merupakan Base Camp Bali Hai di Nusa Lembongan, pasir putih dan pantai yang biru Lembongan menyambut kami :). Setelah briefing sebentar oleh kru Bali Hai kita tinggal memilih paket jalan2 yang kita sukai. Disini semua acara benar-benar terjadwal dengan rapih supaya semuanya bisa menikmati dengan santai. Setelah melihat daftar paket jalan2nya akhirnya tim di bagi 2 ada yang mau tour jalan ke Desa dan ada yang ingin snorkeling terlebih dahulu di pontoon kecil dan sebenarnya yang ikut group snorkeling jauh lebih sedikit di banding yang jalan2 ke desa (karena kebanyakan tidak bisa berenang hehe). Saya sendiri memilih Snorkeling terlebih dahulu karena saking gatalnya melihat air laut yang dari tadi seakan2 memanggil saya hehe.


Ada yang membuat saya bertanya-tanya apakah saya emang benar2 lagi di Indonesia atau di mana karena dari sekian banyak orang yang ikut group snorkeling cuman saya dan temen2 saya yang berkulit sawo gosong, sisanya bule semua. Dalam satu perahu saya jadi celingukan dan ketawa-ketiwi sama temen saya dan yang lucu temen2 saya yang cuman bermodalkan nekad lupa mengambil jaket pelampung haha. Tapi ada untungnya juga temen2 saya tidak ambil jaket pelampung karena semua bule di situ tidak ada satu pun yang memakai jaket pelampung hahaha. Dan setelah sampai di pontoon kecil Bali Hai buat spot snorkeling makin jiper lah temen2 saya karena bule2 yang lain langsung nyebur seperti ikan, karena temen2 saya sebelumnya sama sekali belum pernah berenang di laut. Tapi saya patut ajungkan semua jempol saya buat temen2 saya, karena kita saya loncat duluan dengan maksud stand by di bawah supaya temen2 saya ngak panik dan akan saya suruh turun lewat tangga, malahan saya yang di buat kaget karena semua temen2 saya ngikutin saya loncat dari pontoon langsung ke laut hahahaha. Bused bener2 nekat semuanya secara ini baru pertama kali mereka terjun berenang di laut dan renangnya pun ngak ada yang bener tanpa pelampung lagi haha. Setelah beberapa saat saya seperti jadi induk ayam yang kesana kemari nge-jagain anak ayamnya, saya takut terjadi apa-apa dengan ‘anak ayam’ tsb, walopun akhirnya saya bisa menikmati juga keindahan bawah laut Lembongan setelah memastikan ‘anak ayam’ tersebut aman :).

Tips dari saya kalo ingin nyoba snorkeling ‘jangan takut’ akan tenggelam bawa rileks dan juga di usahakan posisi tubuh jangan terlalu sering berdiri (vertical) karena akan lebih cape buat menyeimbangkan badan supaya terus mengapung, saya sarankan posisi tubuh terus terlentang dangan kepala menghadap ke bawah jangan takut tenggelam (juga jgn takut ngak bisa napas kan ada snorkel) semakin anda rileks semakin anda melayang apalagi di atas air laut, posisi tengkurap juga mengurangi terkurasnya tenaga karena tidak banyak gerakan yang di butuhkan. Intinya semakin anda takut dan panik akan tenggelam maka akan semakin mempercepat tenggelamnya tubuh anda hehe, tetapi semakin anda tidak panik dan rilek maka semakin mengambang juga tubuh kita apalagi dengan posisi terlentang dengan tubuh menghadap kebawah.

Ketika saya enjoy photo2 underwater, saya menoleh kesalah satu temen saya yang mengacung-ngacungkan telunjuknya. Dengan sigap saya langsung ngasih kode OK ke dia dan saya mundur agak jauh karena dia terlalu dekat untuk di photo. Dan ketika saya dive ke bawah karena saya mau ambil gambar dia dari bawah sekitar 2 – 3 meteran koq dia keliatan panik haha dan saya sadar kalo temen saya tuh mengacung-ngacungkan telunjuknya bukan minta di photo tapi minta tolong karena tenggelam ketika salah satu fin yang di pakainya lepas dan dia langsung panik wakakakak. Dan disinilah saya ngeh kalo tugas life guard itu berat banget walopun saya menyeret dia sekitar belasan meter menuju pontoon tapi capenya luar biasa karena dia ngak mau diam dan sedikit panik.


Setelah snorkeling kami di jemput lagi ke Base Camp buat makan siang, dan temen2 saya yang ikut tour the village datang kemudian dan ternyata temen2 saya setelah tour the village langsung ikut tour kapal selam. Setelah makan siang melihat kano nganggur sayang juga kalo tidak di pakai karena paket disini semuanya free, kano dan banana boat bisa sepuasnya. Setelah maen kano penasaran pula buat naik banana boat hehe. Setelah itu saya melewatkan tour kapal selamnya karena saya berfikir lebih asik kalo badan saya nyemplung langsung dikedalaman di banding cuman melihat dari balik kaca kapal selam hehe akhirnya saya kembali ikut jadwal snorkeling berikutnya.

Selama beberapa kali main ke Bali pengalaman yang berkesan adalah ketika menyelam pertama kali tahun 2006 di Tanjung Benoa dan sekarang di akhir tahun 2010 ketika mengunjungi Nusa Lembongan. Siapapun yang turun untuk pertama kali di Nusa Lembongan pasti berdecak kagum akan keindahan pasir putihnya, tapi dengan catatan orang tersebut menyukai aktivitas di air kalau tidak menyukai aktivitas di air saya tidak akan pernah merekomendasikan Nusa Lembongantempat ini. Dan ini merupakan pengalaman pertama kali juga ikut paket Cruise -nya Bali Hai dimana aktivitas selain parasailing dan diving semuanya dah include paket. Bisa puas-puasan banana boat,kano snorkeling di pantainya (kalo snorkeling di spot snorkeling ada jadwalnya) ada tour the village melihat keindahan suasana desa Nusa Lembongan, ada jalan-jalan pake kapal selam buat melihat keindahan bawah laut dari balik kaca. Dan yang saya salut sama operatornya semuanya sudah di bikin jadwal yang pas supaya semuanya bisa menikmati tour secara merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *