NTT IV : Batu Termanu dan Goa Kristal di akhir perjalanan

Dokumentasi perjalanan ke Nusa Tenggara TimurDua tempat yang harus dikunjungi diakhir perjalanan ini adalah : Goa Kristal dan Batu Termanu. Karena terpukau sama keindahan Goa Kristal ketika berkunjung dihari pertama mendarat di Kupang, maka saya harus kembali menyempatkan diri untuk menikmati keindahan Goa Kristal sambil berenang di air yang sebening kristal untuk kedua kalinya sebelum kembali ke Jakarta. Yah seperti ditulis sebelumnya, boleh melewatkan semuanya di Kupang, tetapi tidak untuk melewatkan Goa Kristal. Kedua, sebelum kembali menyeberang ke Kupang harus mampir di kawasan Batu Termanu di pesisir utara pulau Rote sekitar 20-30 menit sebelah timur kota Ba’a. Awalnya Batu Termanu sama sekali diluar jangkauan rencana. Batu besar ini terlihat diatas lautan ketika melintas melewatinya dan terlihat jelas di jendela kapal cepat Express Bahari beberapa saat sebelum kapal berlabuh di pelabuhan Ba’a. Batu yang tegak yang berdiri kokoh dengan urat-urat batu yang berwarna putih ini, benar-benar terlihat lain. Ditambah keindahan birunya gradasi air laut di tepi pantai Batu Termanu, semakin mempercantik landscape-nya.

Tirosa

Suasana cerah pagi hari di Nemberala akan dimanfaatkan buat sekedar keliling desa memperhatikan denyut ekonomi Nemberala di pagi hari. Terlihat bule Australia yang sudah berumur lanjut sedang mempersiapkan motor untuk perjalanan panjang selanjutnya. Bule Aussie ini bener-bener rider sejati. Dia sengaja membawa motor honda langsung dari Australia. Sama sekali tidak mengenal jenis motor yang dibawanya. Tas yang selalu di pakai rider motor sudah di naikan ke atas motor. Dengan teliti dia memeriksa kondisi motor dari ban, rem sampai kotak katik blok mesin yang kurang dimengerti. Di siang hari sebelumnya ketika sampai dihotel, bule Aussie itu sedang asik di depan notebooknya. Apakah dia sedang melihat-lihat poto perjalananya ataukah sedang menulis artikel buat blog atau apa tidak tahu. Bahkan bisa juga dia sedang membuka buka peta satelit, karena bagi para travellers membuka notebook untuk melihat peta satelit adalah hal yang jamak dilakukan, termasuk saya. Tanpa sarapan bareng dengan tamu lain, rider Aussie itu sepertinya sedang mengejar waktu untuk berangkat di pagi hari. Dia pamitan untuk berangkat pagi. Sambil menyalakan motor dia berkata “Good luck and have fun ..blablabla” selanjutnya ngak mengerti apa yang dia omongin. Saya hanya bisa membalas ‘Good luck for your ride and take care’. Dimana lagi anda bisa melihat seorang tamu hotel dengan ramahnya berpamitan seperti yang dilakukan bule Aussie tersebut. Atau di hotel seperti apa lagi yang bisa membuat tamu hotel bener-bener akrab seperti satu keluarga besar. Hanya ditempat tempat-tempat seperti inilah anda akan menemukan travellers yang satu hobby yang penuh dengan keakraban.

Aussie Rider

Berjalan di jalanan desa Nemberala sambil menghirup udara pagi untuk yang terakhir kalinya. Anak-anak kecil selalu menyapa dengan sapaan “Hello Mister”. Entah kenapa semenjak hari pertama di NTT beberapa orang selalu memanggil saya mister. Petugas Polisi Air yang ada di pelabuhan bolok Kupang pun memanggil mister. Apa logat sunda yang sangat kental ini seperti bahasa asing bagi mereka. Ada yang tidak biasa, ketika melihat anak kecil yang habis menangis dengan muka masih basah oleh air mata berjalan berpapasan dengan saya. Sempat sempatnya anak itu berkata “Helo Mister” sambil tangan kanannya mengusap air mata di mukanya. Hal sepele yang sepertinya cuma ada di pelajaran Pancasila, PKN atau budi pekerti ini kini saya alami. Semoga keramahan ini akan tetap terjaga selamanya.

Selain bule Aussie yang telah lebih dulu jalan tidak ada tamu hotel lain yang sudah bangun. Bemo yang dipesan buat mengantar ke pelabuhan Ba’a sudah menunggu di depan hotel. Ketika melangkah beberapa langkah menuju bemo untuk menaruh tas, salah satu bule Slovenia ternyata sudah bangun. Dengan kondisi rambut acak-acak kan dia menghampiri untuk mengucapkan good bye, dan saya pamitan good bye ke dia. Sarapan kali ini tidak di temani tamu yang lain. Menu sarapannya adalah pancake, belum pernah makan pancake dengan diolesi madu khas rote seenak ini. Padahal mama yang membuat pancake hanya mengandalkan kayu bakar dan wajan yang sudah menghitam buat memasak. Walau disajikan dalam piring kaleng tetap makan pancake yang hanya di lumuri madu benar-benar maknyosss.

Pamit sama Mama, langsung menuju bemo. Terlalu cepat meninggalkan Nemberala. Keindahan pantai Boa dan suasana petang di pinggir pantai Nemberala masih membekas sangat jelas diingatan. Tapi the show must go on, bemo dalam sekejap langsung meninggalkan jejeran pohon kelapa yang menghijau mengarah ke perbukitan yang tandus. Kembali melewati sumber air tempat pengembalaan hewan ternak. Sang empunya bemo menjelaskan sumber mata air ini merupakan tempat yang paling diperebutkan oleh penduduk antar desa di pulau Rote. Bahkan menurut cerita dia perebutan sumber mata air tersebut sampai memecah peperangan antar warga desa. Untunglah sekarang sudah tidak terjadi perebutan sumber mata air tersebut. Disuatu titik jalanan, yang di hari kemarin sangat sepi berubah menjadi pasar kaget. Mobil mengantri untuk melewati kerumunan orang. Beruntung bemo tidak tertahan lama karena kalau sampe lama tidak akan pernah bisa untuk mampir ke Batu Termanu.

Termanu-Pantai2

Sampai di pelabuhan Ba’a, pas dua jam sebelum jadwal keberangkatan kapal ke pelabuhan Tenau Kupang. Masih ada sisa waktu buat mengunjungi batu Termanu. Bemo menyusuri jalan pinggir pantai ke arah timur pelabuhan Ba’a. Lagi-lagi keindahan pesisir pantai dengan pasirnya yang putih benar-benar tidak terdeteksi oleh radar wisatawan domestik. Bahkan pantai pasir putih pinggir jalan pun masih jauh lebih indah dibanding tempat-tempat wisata pantai sekitar Jakarta. Dikejauhan terlihat batu berdiri dengan tegak. Tetapi disini sedikit kecewa melihat sampah plastik bekas botol atau gelas minuman mineral bertebaran. Sedih melihat keindahan pantai ternodai sama sampah. Untunglah sampah plastik tersebut hanya banyak di tepi pantai Termanu. Disaat kaki menaiki tanah yang lebih tinggi ke arah batu besar, sampah berkurang.

Termanu-Batu

Dari dekat barulah terlihat besarnya batu yang berdiri tegak itu seperti terdiri dari beberapa jenis batu yang berbeda warna. Guratan batu yang berbeda warna tersebut membuat batu ini istimewa. Batu yang berdiri tersebut diselimuti langit dan awan yang begitu cerah. Dari atas pemandangan laut Sawu yang biru terlihat dengan jelas. Tidak heran lokasi ini dijadikan tempat wisata favorit warga kota Ba’a, karena selain keindahan batunya ternyata pantai Termanu dimana batu ini berada tidak kalah indah. Beberapa saat lagi jadwal kapal cepat akan segera berlabuh di pelabuhan Ba’a, harus kembali ke pelabuhan dan menunggu kapal cepat dari Kupang merapat guna kembali mengangkut penumpang balik ke kota Kupang. Sekitar jam 10.15 wita dari kejauhan kapal cepat Express Bahari sudah menunjukan batang hidungnya. Jam 10.45 wita, kapal selesai menurunkan penumpang dari Kupang dan segera mengangkut penumpang dari Ba’a untuk kembali ke Kupang.

Termanu-Pantai1

Jam 13.00 wita, kapal sudah menambatkan diri di pelabuhan Tenau Kupang. Di ujung pelabuhan Rius pemuda Timor teman baru di Kupang sudah menunggu. Tidak mau menyianyiakan waktu, bilang ke Rius untuk kembali menuju Goa Kristal sebelum sinar matahari tidak lagi menyinari lobang goa. Tips untuk mengunjungi goa kristal bagusnya diwaktu sinar matahari tepat menyinari lobang goa. Sehingga di dalam goa tidak akan terlalu gelap. Waktu yang tepat diantara jam 11 sampe jam 13, dimana sinar matahari tepat akan memasuki lubang goa. Tidak seperti banyak goa wisata yang masuknya seperti pintu masuk biasa yang datar, lobang goa kristal bentuknya seperti sumur yang agak miring mengarah ke perut bumi sehingga untuk memasuki goanya harus extra hati hati.

Goa Kristal - Sekitarnya

Tidak ada pintu gerbang, tidak ada papan penunjuk arah, tidak ada loket masuk, tidak ada tanda-tanda kalau tempat ini ada. Bahkan beberapa orang Kupang ketika ditanya dimana letak Goa Kristal, mereka malah bengong dan balik bertanya tempat apaan itu. Tetapi siapa sangka belasan meter dikedalaman mulut goa yang gelap, seram dan sama sekali tidak menarik itu menyimpan suasana yang sangat indah. Walau sangat sulit dicari tetapi nama Goa Kristal sangat terkenal bagi travellers dalam dan luar negeri yg sengaja datang jauh-jauh hanya untuk melihat seperti apa keindahannya

Goa Kristal - Pelabuhan Bolok

Sebelumnya di hari pertama tiba di Kupang, saya orang pertama dan satu-satunya orang indonesia yang berenang disini. Setelah kemudian tiga orang bule datang belakangan. Padahal ketika sampai di mulut goa ada seorang bapak dan anaknya yang sepertinya ragu-ragu untuk masuk dan turun kebawah goa. Tetapi bapak tersebut akhirnya mengikuti turun walau tidak sampai turun kebawah cuma setengah jalan dan mereka hanya bisa melihat saya berenang di ketinggian goa itupun tidak begitu lama.

Goa Kristal - Monkey Forrest

Orang tidak akan ada yang menyangka di lubang kecil yang menyeramkan yang dalam bayangan ini sangat cocok menjadi tempat sarang ular ini menyimpan pemandangan yang luar biasa. Air di goa kristal ini payau tapi tetapi lebih ke arah tawar, karena tempat bertemunya sumber mata air bawah tanah yang bercampur dengan air laut. Berbeda dengan payaunya danau Kakaban di Derawan yang benar benar asin seperti air laut. Kolam dalam goa kristal ini akan naik dan turun sesuai dangan pasang surut air laut. Air yang sangat bening ini benar benar segar, ada celah gelap yang sangat dalam diantara bebatuan yang terlihat seperti tidak berdasar. Ketika berenang di atas celah tersebut agak sedikit seram dan ngeri. Belum pernah berenang di manapun dengan kondisi jantung yang berdebar kencang, sekencang kali ini. Saking kencangnya , mungkin kalau berenang dilaut detak jantung ini akan terdeteksi oleh hiu dalam hitungan kilometer. Tetapi semakin lama berada didalam goa semakin rileks dan nyaman. Bahkan sama sekali tidak berkeinginan untuk keluar dari goa. Berenang mengambang di atas air goa benar-benar membuat rileks, melupakan semua masalah yang ada.

Goa Kristal - Lubang

Untuk mencapai goa ini sebenarnya gampang gampang susah. Bagi orang yang belum pernah kesini dijamin kelimpungan untuk mencari letak mulut goanya. Karena walau mulut goanya terlihat, anda dijamin akan ragu apakah ini benar yang dinamakan goa kristal atau bukan. Begitu pula dikesempatan kedua kali ini terlihat sepasang perempuan dan laki yang sedang kotak katik hp, mumgkin sedang lihat peta GPS, browsing atau chat dan sms temenya untuk mencari cari di mana letak mulut goa kristalnya. Mereka melihat kami sedang berjalan menuju mulut goa, lalu mereka mengikuti dari belakang. Setelah tidak secara langsung mereka terbantu menemukan mulut goa, mereka bertanya asal saya dari mana. Dijawab dari Bandung. Giliran saya yang bertanya ke mereka, lelaki tersebut menjawab “dari tadi” dengan sangat arogan dan tidak sopannya serta tanpa menjelaskan lagi dari mananya, wooow WTF. Bro, lu harus belajar untuk lebih sopan dalam bersosialisasi, apalagi kalau berkunjung kenegeri orang. Untunglah hanya satu orang lelaki itu yang kelihatan arogan dan belagu, yang lainnya tidak, malah asik ngobrol sama temen-temenya yang datang belakangan.

Goa Kristal - Santai

Dikesempatan kali ini pengunjung goa cukup ramai. Ketika turun kedalam goa sudah ada dua orang yang berenang. Tak lama kemudian rombongan backpacker Kupang teman dari dua orang tadi yang salah satunya kurang ajar, sudah memenuhi goa ini. Termasuk traveller asal Samarinda yang kemarin ketemu di pantai Boa sekarang ketemu lagi di goa kristal. Kunjungan kedua di goa kristal benar benar meriah. Tetapi dari sekian banyak rombongan tersebut tidak secara seperempak berenang semuanya. Mungkin karena aura goa yang sedikit seram atau tidak bawa baju salin sebagian terlihat ragu. Tapi itu sangat wajar dan saya alami juga ketika pertama kesini. Walau akhirnya terlihat mereka turun juga.

Goa Kristal - Berenang

Ketika suasana cukup ramai, akhirnya saya naik. Saatnya mengisi perut yang baru diisi oleh satu buah pancake. Kembali Rius membawa mobil melewati kawasan goa monyet untuk Menuju Kupang. Pemandangan pantai-pantai sekitar pelabuhan Bolok dan Pelabuhan Tenau juga sebenarnya asik buat di pakai berenang. Karena waktu yang sudah mendekati jam 16.00 wita, Kali ini keindahan pantai putih yang menghadap laut biru ini hanya bisa dinikmati diatas mobil.

Perjalanan kali ini benar-benar membuka mata kalau potensi wisata Nusa Tenggara Timur sangat besar. Dari sekian banyak pulau di NTT baru satu dua pulau yang saya kunjungi di perjalanan ini. Ttidak bisa membayangkan gimana jadinya industri wisata NTT kalau berada di tangan yang tepat yang bisa mengeksploitasi semua kelebihan ini. Bisa jadi bakal menjelma jadi kawasan favorit di Indonesia, semoga saja.

Batu Termanu dan Goa Kristal menutup perjalanan di Nusa Tenggara Timur dengan indahnya. Semoga masih bisa menikmati keindahan alam Indonesia di tempat yang lain.

Seri perjalanan NTT

  1. Oalaaaaa Topppp deh ceritanya … Terharu saya baca bagian anak kecil abis menagis tapi sempat bilang helo mister … xixixixi

  2. Salam kenal, kang Gunawan. Ini kebetulan saya mau ke Kupang, dan tertarik mengunjungi gua Kristal.
    Btw suka freedive juga? Itu meni lengkap bawa fin segala, hehe..

  3. Mantap kang…mdh2an ada keinginan buat datang ke Rote lagi soalnya ini yg baru di explore cuma 1/2nya Rote,yg 1/2 lagi belum tuh kang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *