Malabar-Pangalengan

Masih di bulan Juni 2008, ada satu tempat yang dituju buat saya dan temen2 kantor kalo lagi sumpek kerjaan yaitu Malabar Pangalengan. Perkebunan teh Malabar bagi saya pribadi sudah serasa menjadi charger alami untuk memenuhi semangat kerja kalau sudah low bat. Kami cuman punya waktu saptu-minggu untuk mencharge suasana hati kami.

Dan tetap masih dengan tim jalan-jalannya kantor yang sama Addy,Bruss,Garry,Ulfa dan sekarang ditambah dengan adiknya Addy. Kami menginap di Citere Resort Hotel, kalau dari arah bandung menuju pertigaan pasar Pangalengan ambil kiri ke arah pintu perkebunan Malabar kalau ke kanan menuju Situ Cileunca. Walaupun sering mengunjungi Perkebunan ini tak pernah bosan bagi saya untuk tetap berkunjung ke makam Bosscha. Ada yang berbeda dengan kunjungan kami ke Malabar kali ini yaitu pertama kalinya saya masuk ke area pabrik teh Malabar dan mendapat sambutan beserta guide yang amat-sangat ramah sekali, kami di ajak keliling melihat-lihat suasana pabrik beserta penjelasannya tentu. Dan sampai tiba di ruang pengecekan teh pun kita malah di suguhi teh yang masih freshhhhhhhh dari pabriknya langsung, hmmm guidenya bener-bener tahu cara melayani tamu hehehe.

PLTA Lamajan PLTA Lamajan
PLTA Lamajan yang berdiri tahun 1925

Pabrik Teh MalabarPabrik Teh Malabar
Suasana didalam Pabri Teh Malabar

Pabrik Teh Malabar Pabrik Teh Malabar
Pegawai pabrik gadungan hehe yang lagi bergaya .. tp gw mana yah ??

Awalnya kami ragu apakah bisa masuk ke area pabrik tersebut atau tidak, soalnya ada papan yang bertuliskan ‘Yang tidak berkepentingan dilarang masuk’ dan ada satu papan warning lagi yang membuat saya benar-benar lemes yaitu ‘Dilarang Membawa Tustel/Camera kedalam Area Pabrik’. Tapi ternyata keraguan saya tidak terbukti malah saya di perbolehkan membawa camera kedalam area pabrik.
Situ Cileunca
Situ Cileunca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *