Karimunjawa Part#3 (End) Sisi Barat KJ

Hari ketiga tanggal 15 Nov 2010, rencananya akan mencoba scuba diving disisi barat Karimunjawa tepatnya dilokasi kapal karam yaitu Indonor Wreck. Malam hari sebelumnya sudah briefing dengan dive guide Pak Nurul yang asli orang Karimunjawa, dia juga mantan penyelam tradisional yang memakai kompresor dari perahu yang dihubungkan dengan selang. Setelah mengalami dekompresi yang parah, kata dia sangat menyakitkan hampir membuat dia pensiun dari dunia selam ‘tradisional’ tetapi akhirnya dia ikut pelatihan diving sampai dapet lisensi buat rescue yang lumayan tinggi, dia juga pernah cerita setelah ikut pelatihan diving ternyata baru tahu setelah sekian lama jadi penyelam tradisional kalo diving yang benar dan aman itu tidak se-simple hanya nyemplung ke laut ada beberapa aturan buat naik atau turun kekedalaman yang tidak sembarangan. Akhirnya dia bisa make money menjadi dive guide yang lumayan profesional, mungkin hal beginilah yang patut di contoh bahwa industri pariwisata membawa manfaat bagi masyarakat lokal, lumayan banyak belajar dari pengalaman2 diving dia.


Lokasi penyelaman pertama : Indonor Wreck

Pagi hari belajar dari kesalahan kemarin, akhirnya bangun lebih pagi buat hunting sunrise di Nirwana Hotel berjalan di pagi hari dengan tergesa-gesa lalu hasilnya cukup memuaskan, mendapatkan gambar sunrise yang lumayan ok, untuk melihat suasana Nirwana Hotel di saat sunrise bisa di lihat disini. Setelah cukup puas melihat sunrise balik kembali ke hotel buat sarapan lalu siapin peralatan buat scuba diving.
Jam 08.00 kembali di jemput oleh ‘pick-up’ yang selalu menemani dengan tetap berangkat dari dermaga lama Karimunjawa. Disana pak Nurul sudah menyambut dengan peralatan scuba divingnya, ada sekitar 8 tabung oksigen , 4 set BCD beserta regulatornya. Sepertinya cuaca kali ini akan benar2 cerah sepanjang hari, tidak seperti kemaren cerah di awal, lalu hujan dan cerah lagi. Perahu di arahkan ke sisi barat pulau Karimunjawa , ketika melewati laut dangkal (benar2 dangkal mungkin maksimum kedalaman 1.5 m) dengan dasar pasir putih yang jelas serta warna laut berwarna hijau tosca yang amat sangat indah di sekitar Tanjung Gelam mengingatkan warna laut ketika di gosong Seloka tetapi dengan hamparan laut hijau tosca yang jauh lebih luas. Saat ini langsung berkesimpulan sisi barat Karimunjawa jauh .. jauh lebih indah di banding sisi timurnya tapi mungkin entah karena kemarin ketika jalan ke sisi timur dengan cuaca yg kurang mendukung.

Sekitar jam 9.30 sudah sampai di spot buat diving yaitu di kapal karam Indonor (Indonor Wreck), pak Nurul sudah bilang kalau sekarang ada arusnya, turunnya harus lewat tali tetapi kata dia kalau sudah di dalam arusnya ngak terlalu kencang. Tetapi level kenceng arusnya pak Nurul agak beda kalo ngak dikatakan beda jauh hehe. Ini merupakan arus terkuat yang pernah saya alami sampai-sampai beberapa kali terbawa arus sehingga hampir naik kembali ke permukaan.

Travelling kali ini sepertinya kehilangan jatidiri setidaknya ada krisis identitas haha, apakah berangkat sebagai penyelam, tukang renang, tukang photo, model photo atau penikmat alam. Karena biasanya ketika berangkat jalan-jalan cuma satu titik yang difocuskan dan biasanya adalah jadi tukang photo, resikonya kalau jadi tukang photo agak kurang menikmati suasana sekitar karena benar2 konsen melihat posisi pemandangan dalam view finder kamera, juga kurang berinteraksi dengan alamnya sendiri entah itu traking atau berenang, juga biasanya jumlah ‘photo diri’ benar2 minimalis. Tetapi tidak dengan perjalanan kali ini, insting photo pemandangan sekitar benar2 kuat, insting jadi ‘model’ jadi2an juga ok, full renang dilaut, full scuba diving di kedalaman dan amat sangat menikmati pemandangan sekitar. Ada kejadian lucu sih ketika Scuba Diving di lokasi Indonor Wreck yang lumayan seram dan ngeri karena suasana gelap dan arus yang kenceng membuat detak jantung lumayan kencang dan biasanya kalo adrenalin mulai naik dua buddy dive di pastikan dalam keadaan panik hahaha. Tapi di tengah2 kengerian itu masih sempat mendokumentasikan keadaan sekitar sambil main-main dengan men-shot muka saya haha. Padahal jangankan nge-shot, ketika menyerahkan underwater camera ke buddy dive dia menolak hahaha dan ngerti sih dia lagi dilanda kepanikan padahal tadinya pengen mendokumentasikan bagaimana badan terbawa arus yg kuat hehehe.

Kita sampe di kapal karam tersebut pak Nurul mengajak masuk kedalam kapal tersebut padahal agak2 ngeri melihat suasana yang agak angker hehe, perasaan ngeri, takut karena kelihatan angker tetapi penasaran juga pengen melihat dari dalam di tambah posisi udara sudah mulai menipis. Ketika mengelilingi sisi lain kapal karam tersebut arus benar2 kelihatan kenceng dengan di tandai banyak benda2 kecil laut yang berjalan berlawanan dengan arah menyelam yang lumayan kenceng. Setelah puas lalu naik melalui tali kembali dan disitulah ternyata perkiraan kepada dua buddy dive yang di pastikan dalam keadaan panik terjawab hahaha. Mereka malah bilang sendiri lumayan ngeri dan satu buddy dive hidungnya mengeluarkan darah. Mungkin equalisasi dia yang kurang baik sehingga ada selaput di THT yang sedikit pecah.

Setelah penyelaman pertama, harus istirahat yang lumayan lama dan sambil istirahat menuju pulau Cemara besar, dan disinilah menemukan keindahan sesungguhnya Karimunjawa hehe. Lagi-lagi hamparan pasir putih dan pantai yang gradasi warnanya keren banget dari putih jernih ke biru tosca muda hingga biru agak gelap yang jelas kelihatan dengan background pulau Karimunjawa yang membuat pemandangan sangat fantastis. Lagi2 tidak tahan tuk nyemplung berenang disini, ngak peduli muka akan gosong, tengah hari tetap berenang di kolam alami tengah laut yang lumayan besar. Buat orang2 yang ngak bisa berenang jangan khawatir disini air kelihatan tenang dan dangkal sekali dari yang 0.5 m juga ada dan airnya jernih banget.





Suasana Pulau Cemara besar yang fantastis, benar2 speechless

Tepat tengah hari bakar ikan di pulau Cemara Besar buat makan siang hmmm benar-benar nikmat membakar ikan yang fresh di tengah pulau kosong dengan di suguhi pemandangan pantai yang menakjubkan, jadi ingat film Cast Away yang di bintangi oleh Tam Hank hehe. Setelah puas jalan2,snorkeling dan photo2 akhirnya perjalanan di lanjutkan ke gosong cemara buat penyelaman kedua, dan di penyelaman kali ini benar-benar tidak mau meninggalkan spot diving di tengah terumbu2 karang yang menakjubkan sampai sampai pak Nurul yang mengajak pindah spot tidak dihiraukan benar2 autis untuk menikmati keindahan terumbu karang dengan cara scuba diving keliling di areal ini sesuka hati tanpa dive guide pak Nurul. Akhirnya buddy dive sayalah yang menemani dan beruntung punya buddy dive seperti dia, semuanya terserah saya mau kemana hahaha pokoknya dia dengan setia mengikuti hehe sampai2 jarang memperhatikan dia ada dimana karena terlalu percaya kalau dia selalu mengikuti saya thanks bro (btw ini jangan di contoh hehe).




Bawah laut Gosong Cemara

Setelah amat sangat kelelahan karena scuba diving yang benar2 autis hehe akhirnya naik karena tenaga benar2 drop dan ketika naik lagi2 arus lumayan kenceng ketika melawan arus buat menuju ke perahu seakan-akan berenang di tempat padahal kaki sudah di kayuh sedemikian rupa tetapi majunya dikit sekali, akhirnya diputuskan untuk menuju ke perahu dari kedalaman saja dan turun kembali ke kedalaman sekitar 2 atau 3 meteran karena mengayuh di kedalaman waktu itu lebih efisien di banding di permukaan dan setelah sampai di bawah perahu lalu naik ke permukaan.

Karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya penyelaman di hentikan dan dilanjutkan perjalananya ke Tanjung Gelam dan lagi2 di sini disuguhi pemandangan pantai yang kerennnn sampai2 temen menjuliki tempat ini surga dunia hehe. Disisi barat ini banyak tempat2 yang tidak sempat di kunjungi karena selalu lama menikmati di setiap spotnya hehe setelah lumayan menikmati sore hari di Tanjung Gelam akhirnya harus balik ke Hotel. Sampai hotel bener2 kelelahan padahal temen yang lain lagi2 ngajak jalan ke alun2 karimunjawa, tapi fisik tidak memungkinkan akhirnya waktu di habiskan buat mereview photo perjalanan melalui netbook temen.


Suasana Tanjung Gelam

Tanggal 16 Nov 2010 hari terakhir di Karimunjawa, segera packing di pagi hari setelah sarapan lalu menuju tempat souvenir setelah beli sedikit souvenir lalu menuju dermaga dan jam 10.00 KMC Kartini berangkat dan untuk jadwal hari selasa KMC Kartini mampir di Jepara lalu Ke Semarang. Ternyata penumpang hampir semuanya turun di Jepara akhirnya selepas Jepara penumpang benar2 kjosong melompong. Sekitar jam 16.45 an KMC Kartini mulai merapat ke Pelabuhan Tanjung Mas dan dari Tanjung Mas menuju ke station Kereta api Semarang Tawang karena jadwal kereta masih lama akhirnya diputuskan untuk menitipkan tas dipenitipan tas di station dan waktu yang masih banyak dimanfaatkan untuk beli oleh2 di pusat oleh2 Semarang. Jam 20.30 tepat kereta Harina yang menuju Bandung berangkat dan saya sendirian pake Harina karena ingin merayakan Idul Adha dengan keluarga diBandung, sedangkan 2 buddy dive yang lain memakai kereta Sembrani ke arah Jakarta dan jadwalnya sekitar jam 23.00.

Thanks to Monel yang dengan baik hati menjadi guide disana, juga Pak Nurul dive guide yang We O We hehe
Mudah2an bisa balik lagi dalam waktu dekat .. thank you Karimunjawa.

The END.

Seri Karimunjawa :

  • Karimunjawa Part#1
  • Karimunjawa Part#2 – Sisi Timur KJ
  • Karimunjawa Part#3 (END) – Sisi Barat KJ
  • Gambar-gambar Karimunjawa :

  • Sisi Barat Karimunjawa
  • Sisi Timur Karimunjawa
  • Nirwana Resort
  • Port Of Tanjung Mas, Semarang
  •  

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *