Kampung Toga, Sumedang

Villa di Kampung Toga

Sudah menjadi rutinitas saya 4 tahun terakhir ketika lebaran mengunjungi Sumedang ;). Macetnya jalur Bandung-Sumedang setiap lebaran seakan tidak pernah diingat-ingat ketika mau berangkat. Dan ketika terjebak di kemacetan lah baru mulai menggerutu hahaha. Pernah saya terjebak kemacetan dari Jatinangor sampe Cadas Pangeran :(, tapi yang paling sering biasanya di daerah jatinangor dan daerah pasar tanjung sari. Tujuan utama adalah daerah Situraja dan juga Darmaraja, hmm mungkin banyak raja atau keturunan raja kali yah didaerah situ hehe.

Warga sekitar Situraja sangat bangga sekali akan sosok Umar Wirahadikusumah, mantan Wakil Presiden RI ke-4 (1983-1988) seorang putra asli Situraja, Sumedang. Bahkan ‘dulu’ ada Pameo yang mengatakan kalau untuk masuk ABRI cukup dengan KTP Situraja saja hehe :p, atau setidaknya itulah ‘joke’ yg sering di ungkapkan Om saya seorang putra asli Situraja yang juga pensiunan pasukan marinir Indonesia.

Dan lagi2 kemacetan dari Jatinangor sampai pasar tanjung sari menyambut perjalanan saya tetapi selepas tanjung sari perjalanan kembali lancar. Setelah melewati patung Pangeran Kornel dan Daendels masuklah ke kawasan cadas pangeran yang merupakan jalan yang sangat bersejarah dan kalau dari kejauhan sebetulnya jalan tersebut seperti jembatan layang tetapi salah satu sisinya menempel ke dinding tebing, setelah beberapa saat meliuk-liuk di jalan cadas pangeran tersebut tibalah di alun-alun sumedang. Alun-alun yang masih mencerminkan pola alun-alun kota jaman baheula di Indonesia yang merupakan lapangan luas berbentuk persegi empat yang di kelilingi oleh masjid, kantor pemerintahan , pendopo bupati dan juga rumah tahanan.

Selepas alun-alun sumedang dan menuju Situraja pemandangan semakin ok, selain jalanan yang bagus juga di kiri kanan di hiasi hamparan sawah yang hijau dengan background gunung dan bukit-bukit yang terlihat rapih dan bersih. Semakin membuat hati ini berkhayal untuk tinggal di daerah seperti ini wakakakak. Setelah sampai ke tempat tujuan sekitar pasar Situraja lalu di suguhi ikan goreng yg masih fresh dari kolam pemancingan dan di tambah ikan beunteur yang kecil2 hasil dari sungai sekitar dan tidak lupa di temani berbagai olahan tahu sumedang hmmm mak nyosss.

Saya punya pengalaman menarik ketika sepupu saya yg dari Darmaraja ‘merekomendasikan’ tahu sumedangnya yg di daerah Tanjung Sari, tapi dia lupa nama tempat jualannya yang dia ingat cuman ada kata ‘sari’ nya dan ada di pinggir kali. Dan ketika saya susuri sepanjang jalan Sumedang hingga tanjungsari untuk mencari tempat jualan tahu sumedang yang ada kata ‘sari’nya dan bused deh…. Ternyata 95% (hahaha statistik asal jgn di percaya) tempat jualan tahu sumedang mengandung kata ‘sari’ wakakakakak, dari Palasari,bumisari, dan serba sari lainnya. Dan ternyata sampai tempatnya pun mengandung kata sari yaitu tanjung sari wakakakak. Tapi belakangan yg dia maksud adalah Tahu sari kedelai yang ternyata lebih dekat ke Jatinangor di banding ke tanjungsari. Dan ternyata tiap orang punya favorit tahu sumedang masing-masing dan yg enak menurut saya adalah Bungkeng, Sari Kedelai, Palasari dan (lupa namanya) tempat jualan tahu yg di sebrang palasari.

Setelah kenyang makan ikan lalu saya menuju daerah yang selama bolak-balik ke Sumedang selalu terlewatkan, yaitu Kampung Toga. Untuk menuju ke Kampung Toga dari situraja saya harus balik lagi ke alun-alun sumedang dan belok kiri di polres sumedang (kalo dari arah bandung belok kanan yg menuju gunung puyuh makamnya pahlawan nasional Tjut Nyak Dien).

View Sumedang dari Bukit Toga
View Sumedang dari Bukit Toga
View Sumedang dari Bukit Toga
View Sumedang dari Bukit Toga
View Sumedang dari Bukit Toga

Dan ternyata untuk menuju ke Kampung Toga ini selain jalanya yg super duper jelek tanjakannya pun mengingatkan saya ketika di daerah rancabuaya menuju ciwidey atau di daerah karang bolong di kebumen. Sampai-sampai plat kopling mobil pun mengeluarkan bau hangus hehe. Tetapi ketika sampai di atas (dengan jalan kaki karena mobilnya ngak kuat hehe) di suguhi pemandangan kota sumedang dari ketinggian yang keren. Tenang, sepi dan damai itulah suasana ketika berada di puncak kampung Toga. Oh iya kampung toga merupakan resort yg menyediakan villa yang di sewakan di bibir bukit yang menghadap ke kota sumedang. Kampung toga juga tempat buat penggila olahraga udara karena lokasi yg berada di ketinggian.
Kalau jalan menuju bukit toga-nya dipebaiki, sebenarnya Kampung toga mempunyai potensi sebagai tambahan icon tujuan wisata kota Sumedang yang sangat minim, karena selama ini Sumedang seperti halnya Purwakarta tidak telalu di perhatikan karena hanya sebagai jalan lintas 2 kota Bandung dan Cirebon. Padahal pemandangan alam Sumedang termasuk bagus. Juga Sumedang termasuk kota yang bersih dan rapih terutama daerah yg menuju daerah Situraja dan Darmaraja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *