Jatiluhur

Panorama JatiluhurJatiluhur merupakan salah satu dari TRIO bendungan (Saguling,Cirata & Jatiluhur) di Jawa Barat yang saling berhubungan satu sama lainnya. Sumber air ketiganya bersumber dari sungai Citarum. Pertama air sungai Citarum mengairi Waduk Saguling, lalu dari Saguling turun menuju Waduk Cirata lalu selanjutnya diturunkan lagi ke Waduk Jatiluhur. Jadi kalau dari ketinggian Waduk Jatiluhur berada di tempat yang paling rendah. Dan berdasarkan petunjuk Om GoogleEarth ketinggiannya sekitar +-100m di atas permukaan laut, sedangkan Cirata berada +-200m, dan Saguling yang sudah masuk Kab.Bandung lebih tinggi lagi sekitar +-650m. Tetapi kalau diurutkan berdasarkan luas wilayahnya Jatiluhur merupakan yang paling besar, kedua Cirata dan terakhir Saguling. Dan kalu diurutkan berdasarkan tingkat pencemarannya Saguling menduduki peringkat pertama dalam hal pencemaran limbah. Sampai-sampai banyak yang menjuluki bahwa Saguling itu adalah Septik-Tank-nya kota Bandung hehe. Makin turun tingkat polusi limbah makin berkurang.

Turbin PLTADibangun sejak 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan potensi air +- 12,9 milyar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia yang selain menghasilkan listrik untuk pasokan Jawa-Bali juga berfungsi sebagai pemasok air irigasi, air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun.
Entah mimpi apa tiba-tiba saya kepengen aja pergi ke Jatiluhur, sepertinya gara-gara peta sebagian Waduk jatiluhur sudah jelas di googleearth yang membuat saya tertarik pergi kesana. Terakhir pergi sekitar tahun 1991 atau 1992 ketika umur 15 atau 16 tahunan, dimana itu merupakan pertama kalinya saya melakukan acara camping terlama di tempat yang entah berantah yang tidak terjangkau oleh orang dan akses masuk ke hutan tersebut harus melalui perahu lewat waduk jatiluhur (camping sekitar 4 hari, kalo acara camping yg pertama kali di gunung manglayang ketika saya berumur 11 atau 12 tahunan dan alhamdullilah saya nyicil rumah yang berada di kaki gunung manglayang view nya pun langsung ke gunung manglayang). Ketika melihat-lihat kembali Jatiluhur saya sudah tidak bisa mengingat di bagian mana saya dulu camping. Yang masih ingat dulu kami camping di tempat itu karena bapaknya temen saya bekerja di area sekitar Jatiluhur (??). Jadi dulu kami di antar menuju pos peristirahatan di hutan dan ditinggal selama 4 hari. Mungkin kalau ngak salah ingat sih dulu kami camping di sisi sebelah barat Waduk Jatiluhur yang kemungkinan besarnya adalah areal Perhutani daerah Sukasari Purwakarta. Jangankan di awal tahun 90-an sekarang-pun daerah Sukasari tersebut masih terisolir dari dunia luar.

Tiga dari lima desa yang ada, yaitu Desa Sukasari, Parung Banteng, dan Ciririp, hanya bisa didatangi melalui perjalanan air di Waduk Jatiluhur atau dengan berjalan kaki. Kompas

Dan kami sempet waswas di hari terakhir apakah perahu yang ngejemput akan datang atau tidak hehe, soalnya persediaan makanan sudah mulai habis dan uang sama sekali tidak bermanfaat disana, sampai-sampai kami melamun kalau selamanya terdampar di hutan tersebut tidak ada yang jemput … gimana hehehe.

Panorama diatas Perahu

Jatiluhur dapat diakses dengan mudah melalui Tol Cipularang. Tidak sampai 1 Jam waktu yang dibutuhkan dari Bandung untuk keluar pintu tol Jatiluhur di kilometer 84. Dengan adanya tol Cipularang seharusnya pengunjung object wisata tersebut lebih ramai tetapi kenyataanya tidak. Sekitar 15 menit dari pintu tol Jatiluhur barulah kita sampai di gerbang tempat Wisata Jatiluhur yang dikelola Kampung Airoleh Perum Jasa Tirta. Setelah membayar tiket masuk kami pun keliling-keliling daerah wisata tersebut. Tetapi ketika kami mau memasuki area Pembangkit Listriknya hmmmmmm sayang banget sekarang masyarakat umum tidak diperbolehkan masuk untuk melihat turbin PLTA. Jadinya kita cuman melihat-lihat bendungan disisi utara. Menakjubkan sekali melihat hasil karya manusia guna membendung air tersebut. Sampai-sampai saya berpikir kalau bendungan itu jebol gimana yah nasib Karawang hehe. Karena kebutuhan perut, tidak begitu lama lalu kami menuju bibir danau tersebut untuk menuju restoran terapung yaitu Kampung Air. Yah di sebelah timur / tenggara waduk terdapat banyak sekali jaring terapung untuk budidaya ikan. Salah satunya Kampung Air yang merupakan restoran yang berada di tengah waduk. Setelah nego sama tukang perahu akhirnya sepakat kami sewa perahu tersebut seharga Rp.60rb. Dengan harga tersebut perahu seperti milik kita , mau kemana dia selalu anterin bahkan ketika makan pun di tungguin hehehe. Setelah makan di Kampung Air lalu kami pun kembali pulang menuju Bandung kembali .. dan Saya harus istirahat soalnya besok senin harus kembali ke Jakarta untuk kerja kerja dan …kerja……..

  1. Waooo…infonya lengkap! Jatiluhur memang menarik (saya sih belum pernah pergi ke Saguling atau Cirata) tapi sayangnya panas….yang oke tuh pemandangan kapal kapal yang ditambatkan di bibir waduk. oke banget pemandangannya. btw, sayang ga sempet ke Restoran Terapung di tengah danau yang katanya keren…hehehe berbhubung mahal makanya ga jadi…hehehe….kapan2 mau ah ke Saguling ma Cirata…..adem kali yach ^^

    anyway, Cool BloG!

  2. waktu saya datang ke sana katanya pengunjung umum boleh tapi asal jalan kaki… karena mobil dah gboleh lewat di dam nya… yang bner yang mana ya? saya pengen bgd liat dalem waduknya

  3. @Raufan : pas dulu kesana sy bener2 di larang masuk (isu2 nya sih masalah keamanan) .. tp sy ngak nanya sih kalo jalan kaki boleh ato ngak … padahal sy kesitu gara2 liat ada mobil yg bolak balik diatas dam nya hehe mungkin itu mobil petugasnya kali ato sy salah liat itu bukan mobil hehe 😉
    Kalo suka wisata PLTA seperti ini .. PLTA di saguling juga bagus … ato yang lebih Kuno PLTA lamajan yg di bangun di masa penjajahan Belanda di kawasan gunung tilu pangalengan dengan pipa pesat kuningnya yg keliatan jelas di googleearth.. serta lori curamnya yg menantang 😉 (http://wikimapia.org/#lat=-7.1424443&lon=107.552762&z=17&l=0&m=b&v=1) & http://pictures.maleber.net/index.php?catId=196

  4. Klo wisata airnya emang ada g?, koq g diceritain..
    atau ada di sisi yang lain? Info donk, mau bw anak jetski, klo g ada g jadi kayanya…tx b4..

  5. @Lili : wisata air juga ada, tp sy ngak nyobain .. cuman liat ada beberapa orang mainin kano, trus kalo jetski sy lupa kalo ngak salah tiket masuknya +-10rb sepertinya tiket tersebut buat tiket masuk jetski alias jetski nya bawa sendiri hehe CMIIW… soalnya kalo sewa jetski segitu murah banget 😉 … oh ada kolam renang mirip waterboom juga walopun kecil…

  6. dear gunawan.ip,

    tks for sharing.

    kalo harga makanan di restoran terapung (kampung air) gimana? mahal/murah?

    terus ada penginapannya ngga? bintang atau ngga? ada info kisaraan harganya?

    rgds,
    ade

  7. @Ade ..

    Harga makanan ngak terlalu mahal .. biasa2 aja … tp kebetulan ketika saya kesana orang2 yang makan tuh kebanyakan ngak suka ikan jadi kebanyakan pesen ayam, dan yg pesen ikan dikit .. dan kalo ayam bener2 ngak recomended, rasanya bisa dikatakan kurang enak, kalo ikannya masih lebih mendingan (untung sy pesen ikan) hehe

    kalo penginapan saya agak lupa, kalo ngak salah ada tapi jgn di bayangkan seperti hotel berbintang, kayak kabin terapung aja jadi secara fasilitas bener2 seadanya

    Btw. kalo untuk menginap sy sarankan nginap di penginapan yg sudah disediakan oleh perum jasa tirta deket pintu masuk jatiluhur, bisa lebih banyak beraktifitas ..

  8. Berhubung anak saya nanyain gimana sih caranya listrik di buat, nah lo.. akhir ketemu juga nih wisata jatiluhur. Kalo dari Jakarta, ke sana lewat tol Cipularang, kluar nya di Pintu mana ya ? Maklum saya jarang ke arah Bandung. trims penjelasannya.

    • @Pak Tenno : dari jakarta keluar di tol jatiluhur sekitar km 80-an (tepatnya lupa mungkin sekitar km 84) setelah itu ada plang untuk ke waduk jatiluhur tinggal ikuti aja ..

  9. klo bsa d prkua lg agar tidak trjad hal yg mmbawa bncana.
    karna sugai in adalah pusat d mana para sugai2kecil mmbuangya,,
    sungguh indah.

  10. Desa Sukasari sudah dimekarkan menjadi setingkat kecamatan. Alhamdulillah baru hari minggu kemarin (05 Juni 2011) saya sempat mampir ke desa tsb dengan berkendaraan motor. Memang jalan dari Desa Kertamanah masih jalan aspal namun sudah banyak bagian yang hancur. Secara umum, desa Sukasari sudah bagus dan terawat keadaannya.

    Ponco
    rph230373@yahoo.com

  11. bingung, sharian ini coba ngubungi no tlp yg ada di website jatiluhur hotel&resort kok ngga bisa bisa? diangkat malah ditutup? kami mau kesana, kebetulan bapak pengen banget kesana…. bagaimana ya caranya reservasi untuk 27-28Des ini? mohon info mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *