Gosong Balik Layar, Kepulauan Seribu

Jangan pernah meremehkan keindahan laut kepulauan seribu !!!. Untuk melihat gundukan gosong yang menakjubkan yang berpasir putih sebenarnya tidak perlu jauh2 ke Belitung atau Karimunjawa, kurang lebih 900m barat daya dari pulau semak daun ada suatu gosong yang mengingatkan saya ke keindahan gosong2/pulau pasir di Belitung .. juga mengingatkan saya ke gosong2 legendaris yang ada sekitar di Karimunjawa. Warna biru muda dari pantulan air laut yang berdasarkan pasir putih yang sangat dangkal benar-benar menjadikan saya disorientasi lokasi hehe, apakah saya lagi berada di gosong cemara Karimunjawa ato di pulau pasir Belitung hehe, sejenak saya tidak mempedulikan lagi ada dimana tapi lebih asik berenang kesana kemari buat menikmati dan mensyukuri atas karunia Allah SWT yang tidak ternilai ini.

Sore hari setelah makan puas di Nusa resto pas pulang nyelem dari Pulau Karya, saya manfaatkan buat menikmati suasana sekitar penginapan yang lumayan asik, dengan terlebih dahulu membilas semua bekas peralatan selam saya, yang kebetulan di penginapan ini benar2 mengerti kebutuhan penyelam dengan menyediakan tempat bilas yang luas dan air yang berlimpah dihalaman samping penginapan. Setelah menghitung budget dan minta kwitansi pembayaran ke mas Lukman .. (ternyata setelah di total2 lumayan ‘bersahabat’ tidak semahal biaya selam sebelum2nya ..cuma saya lupa bertapa totalnya hehe) di lanjutkan dengan ritual makan malam ditemani menu bakar bandeng tanpa duri yang mak nyosssss.


Karena abis nyelem yang lumayan cape, kali ini tidak ada acara jalan2 keliling pulau di malam hari, langsung tidur pulas karena besoknya masih ada acara buat snorkeling di daerah pulau semak daun. Malam hari yang turun hujan lumayan lebat, sama sekali tidak mengganggu acara tidur saya. Dan sebenarnya ketika hujan lebat lebih membuat suasana tidur semakin asik karena tidak merasakan gerah sama sekali yang ada tidur dengan di selimuti karpet dengan cara menggulung diri karena dinginnya. Dan acara menggulung diri dengan karpet ada manfaatnya juga, ternyata setalah bangun pagi baru tahu kalo malam benar2 hujan gede setelah melihat beberapa rembesan air yang masuk lewat pintu depan, dan kalo karpetnya ngak di gulung pasti kena ke karpet hehe.


Janjian jam 6 pagi dengan si abang yg punya perahu karena siang sudah harus balik, kembali meleset karena yg lain (bukan saya hehe) telat bangun. Setelah packing dan prepare peralatan snorkeling akhirnya dengan tergesa2 ke dermaga. Dan setelah sampai di dermaga penyakit ‘ketinggalan’ barang kembali ‘menghinggapi’ temen saya dan harus balik lagi buat mengambil yang ketinggalan hehe. Setelah ready perahu pun menjauh dari dermaga pramuka menuju pulau semak daun dengan melewati celah laut antara pulau panggang dan pulau karya. Di perjalanan ngobrol sama ‘supir‘ perahu tanya2 lokasi yang bagus buat snorkeling di sekitar pulau semak daun, dan ternyata dia merekomendasikan gosong balik layar yang berada 900m barat daya semak daun.

Dan ketika sampai dan melihat keadaan sekeliling terjadilah disorientasi lokasi hehe karena suasana pantulan cahaya dari pasir putih yang digenangi oleh air laut jernih yang sangat dangkal menghasilkan warna biru muda mengingatkan dengan gosong2 yang ada di karimunjawa. Tanpa basa basi langsung terjun dan kebetulan lagi ada ‘gerombolan’ cumi kecil yang lagi sekolah atau bahasa kerennya squid schooling hehe yang lumayan banyak. Sebenarnya dari kejauhan saya kira itu ikan2 kecil kaya teri tetapi pas di lihat dari dekat .. wow ternyata sekumpulan cumi kecil yang banyak, dan itu baru pertama kalinya saya lihat di sini. Serba salah melihat gerombolan itu, setiap kali saya mendekat gerombolan cumi tersebut langsung pecah dan menghilang dan tiba2 terbentuk dikejauhan dan terus begitu ketika saya mendekat, bener2 hopeless buat di ambil gambarnya.

Setelah lumayan lama bermain di gosong balik layar, akhirnya waktu jugalah yang memaksa saya harus balik ke dermaga pramuka lagi. Karena mengejar jadwal kapal kerapu yang katanya sekitar jam 12-an dan harus antri untuk mendapatkan tiketnya terlebih dahulu. Setelah menunggu dan menunggu yang lumayan lama waktu pun sudah lewat jam 12, tiket belum di jual … terus menunggu akhirnya sekitar jam 2.00 barulah tiket di buka 🙁 . Ini pertama kali saya coba pakai kapal kerapu, dan transport ini benar2 transport terbaik di lihat dari sisi biaya dan fasilitas. Biaya murah dan kondisi perahu yang masih bagus dan yang paling penting kenceng tidak seperti perahu kayu yang dari muara angke. Kalau ngak salah liat dan ingatan saya belum ngaco kecepatan kapal kerapu berdasarkan angka di dashboard yg ada di depan nakoda menunjukan sekitar 20 atau 25 Knot … CMIIW.


Kecepatan kapal yang cepat membawa saya sampai di pulau pari, mampir sebentar angkut penumpang dan tidak lama juga sampai di pulau untung jawa angkut penumpang lagi. Kesialan terjadi di sekitar pulau bidadari mesin kapal tiba2 mati haha … terombang ambing lah sekitar 1.5 – 2 jam perjalanan dari pulau bidadari ke dermaga Marina Ancol karena mesin kapal yang hanya bisa sampai kecepatan 9 knot, itupun setiap beberapa menit harus di matikan dan kemudian di nyalain lagi. Benar2 sial, apalagi ketika melihat beberapa kapal kerapu lain menyalip dari belakang dengan sangat meyakinkan dan membuat ‘eneg’ perut karena gelombang yang di hasilkan dari mesin kapal kerapu tadi membuat kapal yang saya tumpangi goyang lebih parah, kecepatan perahu seakan-akan jauh2 lebih lambat dari kapal kayu dari muara angke karena dalam beberapa menit mesin harus di matikan dan ketika dinyalain beberapa menit itupun maksimum kecepatan 9 knot.

Mungkin karena sudah sering jalan2 pake perahu melihat keadaan mesin perahu yang mati dan terombang ambing di tengah laut, benar2 tidak membuat saya (kami) panik mungkin ada beberapa penumpang yang pasang tampang cemas di raut mukanya tapi tidak dengan tim diving saya. Dengan enaknya saya masih bisa tiduran, karena suasana ombak yang lumayan gede dan keadaan mesin kapal mati akan mengenapkan goyangan kapal yang lumayan maknyoss dan tidurlah obat mujarab supaya tidak mabok. Juga dari pada pasang tampang panik yang sama sekali tidak membantu kru kapal lebih baik tidur karena saya percaya penuh ke kru kapal yang telah teruji pengalamannya. Daripada nge-grecoki apa yang harus dilakukan ke kru kapal yang sama sekali tidak membantu malah membuat suasana lebih tidak karuan lebih baik tidur hehe, karena kalo kita greceki kru kapal, sepertinya kaya kita menggarami air laut hehe.

Akhirnya menjelang maghrib sampai juga di dermaga Marina Ancol, walaupun dengan kondisi perahu yang tertatih-tatih di atas lautan hehe. Dan kembali mempersiapkan kerutinitas kerjaan esok hari, walopun dengan kondisi tubuh yang gosong dan rontok hehe.

    • @wiwik : kalau saya sih ngak pernah pake tour… booking penginapan,kapal dll sendiri.. tapi kalau belum hapal mending pake tour aja soalnya nanti bingung mau ngapain kalau belum hapal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *