Goa Pawon, Citatah Kab. Bandung Barat

Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung BaratHidung meler dan bersin-bersin serasa asing dibadan. Sudah lama sekali sampai lupa terakhir sakit flu kapan, satu tahun full bahkan lebih sudah tidak pernah merasakan sakit flu. Mungkin setelah rutin bersepeda tiap minggu maka penyakit sialan ini seakan-akan menjauh. Hanya bisa menuduh “pelaku kejahatan ini” adalah debu-debu dan baunya kotoran kelelawar yang menyengat ketika memasuki goa Pawon. Ketika pertama kali memasuki mulut goa , aroma kotoran kelelawar yang tajam tercampur debu yang berterbangan memasuki hidung. Detik itu juga di tenggorokan sudah merasakan ada kejanggalan. Terbukti ketika keluar dari goa dan nyetir mobil sampai Jakarta, tak tehitung berapa kali bersin-bersin. Seolah-olah tenggorokan ini ingin mengeluarkan kotoran dan virus-virus yang memasuki badan. Sempet makan di puncak untuk memulihkan badan. Tetapi yang ada tenggorokan semakin gatal. Kembali beristirahat di rest area tol Jagorawi menuju Jakarta, untuk menikmati satu gelas Americano-nya StarBuck. Tetapi lagi-lagi gatal dan sakit ditenggorokan seakan menjadi-jadi. Akhirnya dari Jagorawi mobil dikebut untuk lebih cepat sampai Jakarta. Tetapi dengan extra hati-hati karena pasca kejadian tabrakan maut di Jagorawi masih terngiang-ngiang di kepala.

Dan ternyata dihari senin siang langsung tepar. Pulang kantor setelah makan siang karena ngak kuat. Sakit berlanjut ke hari berikutnya, hari selasa tidak masuk kantor. Walau dihari rabu dipaksain untuk masuk kantor. Itulah oleh-oleh ketika pulang dari Goa Pawon di Citatah, Kab Bandung Barat. Pulang ke Jakarta kali ini sengaja ingin melewati jalur puncak dan mampir ke Goa Pawon. Sudah lama sekali semenjak adanya tol cipularang , sudah dalam hitungan tahun tidak melewati jalur puncak. Sekarang sepanjang jalur puncak memang sudah banyak berubah hahaha. Jalan-jalan sekitar Cipanas dan Cisarua sudah lebar. Begitu pula bangunan kiri kanan jalan yang terus bertambah. Beberapa tempat yang dijadikan patokan jarak di otak ini sudah benar-benar berubah. Serasa asing dan jalan ini serasa pertama lagi dilalui. Tidak seperti jalur Cikampek-Purwakarta-Bandung yang seakan-akan mati karena tol Cipularang, di jalur puncak malah semakin ramai.

Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung BaratGoa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat
Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat

Minggu 22 September 2012, bangun agak siang setelah hari sabtunya pulang keliling-keliling main di Garut. Arah mobil langsung menuju tol Cipularang dan keluar di pintu tol Padalarang. Terhambat macet di depan pintu gerbang kota baru bumi Parahiyangan, selepas itu jalanan lancar. Terus melaju ke arah Cianjur mobil memasuki kawasan Karst Cipatat. Yang dikiri kanan jalan ini terdapat pabrik pengolah batu kapur. Agak sedih melihat kerusakan gunung-gunung kapur di sekitar sini. Masih ada beberapa gunung yang terselamatkan (atau mungkin belum di garap ???), tetapi kerusakan karena pertambangan batu kapur ini benar-benar ada di depan mata. Ketika memasuki belokan menuju gapura yang bertuliskan “Kawasan Wisata Goa Pawon” debu-debu kapur yang keluar dari pabrik pengolahan tersebut benar2 mengganggu penglihatan. Genteng-genteng rumah sekitar benar-benar memutih karena tertutup debu kapur. Kondisi jalan beton setapak lumayan bagus sampai ke tempat parkir lokasi goa Pawon. Cuma sempet ketar-ketir gimana kalau ada mobil di depan datang. Karena jalan beton ini cuma muat 1 mobil, ngak kebayang di tengah tengah ketemu mobil dan yang ngalah mundur siapa ???. Kerugian memakai jalan beton adalah batas beton dan tanah yang lumayan tinggi, yang tidak bisa dilalui oleh mobil. Tetapi alhamdulillah tidak berpapasan dengan mobil lain dan yang ada saya adalah mobil kedua yang sampai sini karena saya terus membuntuti mobil sedan di depan.

Sedih dan kagum ketika sampai di lokasi. Sedih karena melihat area sekeliling yang sudah memutih karena pertambangan kapur, tetapi kagum karena di tempat yang di kelilingi oleh tambang kapur masih ada tempat yang indah. Akan sangat disayangkan apabila tempat ini dijadikan tambang kapur. Yang pasti secara faktor ekonomi “mungkin” tambang kapur bisa lebih cepat menguntungkan tetapi dalam jangka panjang akankah terus menguntungkan ???. Semoga pengusulan kawasan ini menjadi Kawasan Cagar Alam Geologi menjadi kenyataan.Mudah-mudahan Gua Pawon yang konon akan menjadi prioritas pengembangan sektor wisata di Kabupaten Bandung tidak hanya wacana belaka.

Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat
Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat

Pakar Geologi Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus salah satu penemu pertama fosil manusia purba di Gua Pawon Budi Brahmantyo mengungkapkan, harus dibentuk tim khusus untuk menangani Gua Pawon jika memang pemkab hendak serius mengembangkan kompleks wisata ini. Ketidakseriusan perencanaan akan membuat nasib kompleks bernilai sejarah tinggi ini makin terkatung-katung. Sumber : HU Pikiran Rakyat, 22/01/2011

Keadaan sekitar yang berisik dan gunung-gunung sekitar berantakan karena ulah segelintir pengusaha, ketika memasuki lorong-lorong goa Pawon terasa damai. Bau kotoran kelelawar tidak pernah menghambat untuk memasuki lorong goa lebih dalam. Letak goa di ketinggian dan luang-lubang di goa yang menghadap keluar seolah-olah menjadi jendela alami goa. Jendela tersebut seakan-akan menjadi pembatas dari kedamaian goa dan kekerusakan alam akibat keserakahan manusia. Keringat lumayan mengucur diseluruh badan, tapi tidak menghambat untuk mengelilingi isi goa. Di beberapa titik saya lebih menikmati indahnya alam sekitar dilihat dari mulut goa.

Memasuki lebih dalam goa, terdapat lokasi tempat di temukannya fosil tengkorak manusia sebagaimana ditulis oleh sumber dibawah ini :

Dijelaskan Lutfi, beberapa manusia Goa Pawon yang pernah ditemukan sebelumnya selalu berada dalam lapisan tanah yang berbeda-beda. Ia mencontohkan ketika menemukan potongan tulang manusia berusia 6.600 tahun di kedalaman tanah 80 sentimeter.

Kemudian, potongan tulang manusia berusia 7.300 tahun di kedalaman tanah 120 cm, dan kerangka manusia Goa Pawon utuh berusia 9.500 tahun yang saat ini dipatungkan di dalam kompleks penggalian. Potongan itu ditemukan pada kedalaman tanah 143 cm.

“Kemudian pada kedalaman 2,1 meter kita menemukan manusia lagi. Menurut hukum stratigrafi, jika berada pada lapisan paling bawah, bisa dikatakan memiliki usia yang lebih tua,” paparnya.
Meski tidak mau berandai-andai, dari beberapa temuan sebelumnya, besar kemungkinan manusia yang ditemukan terakhir ini masih dalam satu ras yang sama. Sumber : Kompas

Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat
Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat Goa Pawon, Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat

Sebenarnya tidak ada rencana untuk explore goa Pawon ,itu terbukti dengan tidak adanya persiapan dan lupa kamera. Semua poto2 yang diambil semuanya memakai kamera HP. Baru kali ini jalan-jalan merindukan SLR buluk saya haha. Suatu saat akan kembali kesini dan mampir ke Taman Batu (Stone Garden) Bukit Pawon yang terkenal bagus. Dengan bawa SLR tentunya hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *