GeoTrek Kaldera Gunung Sunda – Situ Lembang

Gunung Sunda ?? pasti banyak orang akan mengernyitkan dahinya .. dan bertanya ada yah gunung yang bernama Gunung Sunda ?. Ya gunung sunda merupakan “Orang Tua” dari gunung Tangkubanperahu. Dan Gunung Tangkubanperahu tersebut sebenarnya hasil dari letusan dasyat Gunung Sunda , saking dasyatnya letusan tersebut membentuk kaldera yang sangat luas dan ditengah kaldera tersebut munculah gunung yang sekarang di namakan Gunung Tangkubanperahu. Kalau di runut kebelakang lagi sebenarnya masih ada “kakek-nya” Gunung Tangkubanperahu yang bernama Gunung Sunda Purba, atau kalau Pak T.Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung menamakannya gunung Jayagiri. Jadi dari gunung Jayagiri/Sunda Purba meletus muncul Gunung Sunda dan Gunung Sunda meletus muncul Gunung Tangkubanperahu.

Situ Lembang, lembah sempit berbentengkan dinding kaldera gunung Sunda. Di timur terlihat gunung berselimit kabut, Gunung Tangkubanperahu membiru (2.084 m.dpl). Dari Situ Lembang, bentuk gunung ini terlihat tidak seperti perahu yang terbalik. Jadi sangat mungkin, yang menciptakan sakakala Sang Kuriang – Dayang Sumbi itu adalah orang dari selatan gunung ini, yang setiap hari melihatbentuk gunung seperti perahu yang terbalik.
Di Barat dan uatara danau, sejak lawang angin hingga di utara Situ Lembang, membentang dinding kaldera Gunung Sunda, saksi sejarah keberadaan raksasa Gunung Sunda (+-4000 m.dpl) yang meletus dasyat hingga membentuk kaldera, kawah raksasa dengan garis tengahnya sepanjang tujuh kilkometer. (sumber T.Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung).


Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali mengunjungi Situ Lembang tapi berhubung sekarang daerah tersebut di ‘Pegang’ oleh Kopassus maka tidak sembarangan orang di kasih izin buat mengunjungi daerah tersebut. Keinginan saya tersebut semakin besar setelah membaca (atau lebih tepatnya ‘teracuni’ ) buku karangan Pak T.Bachtiar dan Pak Budi Brahmantyo (Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung — KRCB) yang berjudul “Wisata Bumi Cekungan Bandung”. Saya terkesan sekali baca buku itu .. dan jujur saya katakan itu buku kedua bagi saya dan keluarga saya yang menjadi bacaan wajib kami semua yang tentunya buku pertama itu adalah buku2 tebal dan lecek2 karangan kuncen Bandung, Haryonto Kunto (“Semerbak Bunga di Bandung Raya” dan “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe”), dan tidak ada paksaan untuk membaca buku tersebut malah antri menunggu giliran hehe . Membaca buku2 tersebut seperti mengendarai mesin waktu buat melintas di lorong waktu dan membebaskan pikiran kita untuk berimajinasi sendiri dan kembali ke waktu dimana buku tersebut bercerita. Beruntung kali ini saya bisa berjumpa dan bahkan mendapat penerangan yang lebih dari yang saya perkirakan dari para penulis buku tersebut. Dan berbeda dengan buku2 sebelumnya yang saya sendiri tidak sempat melihat atau bercakap dengan penulisnya (Alm. Haryonto Kunto)

Dan kebetulan Matabumi sebagai komunitas dari pembaca buku “Wisata Bumi Cekungan Bandung” meng-invite saya di pesbuk dalam rangka GeoTrek ke Situ Lembang, dan tanpa pikir panjang langsung saya confirm hehe. Ada dua alasan utama kenapa saya ikut, pertama sebenarnya tour geotrek ini dah sering di adakan dan saya belum pernah satu kalipun ikut, kedua saya ingin melihat 2 orang sosok yang tidak bertanggung jawab yang dengan tega telah memenuhi racun wisata bumi cekungan Bandung di otak saya dengan tulisan2 di bukunya hehe :D.


Sabtu 12 February 2011, pagi2 jam setengah 6 saya sudah siap berangkat ke kampus UPI Bandung, padahal malamnya saya baru sampe ke Bandung dari Jakarta sekitar jam 8 malem dan kebetulan baru turun dari kereta ada yg ngajakin nongkrong di dago atas sampe malam sekitar jam 11 malem , nyampe rumah sekitar jam setengah satu malem. Tapi tetep bisa bangun pagi2 karena emang akan melakukan sesuatu yang saya sukai hehe. Yang saya takutkan cuma satu apakah trekingnya berat atau tidak karena benar2 kurang tidur. Dan ternyata komunitas ini cair banget dari peserta yang masih duduk di bangku SD sampe kakek yang berumur 72 tahun ikut .. dari sini saya lebih percaya diri kalo trek yg akan di lalui tidak akan sulit. Dan perkiraan saya 100% bener trek yang di lalui benar-benar nyantei dan tidak sulit tetapi tetap memberikan pengetahuan yang luas karena sepanjang perjalanan Pak Budi sama Pak T.Bachtiar tanpa henti memberikan penjelasan tentang ilmu bumi.

Setelah jalan-jalan (lupa berapa lamanya hehe) keliling di hutan dan sampai di Situ Lembang, saya agak terpana melihat keindahan dan KEBERSIHAN-nya, saya lalu berpikir kembali mungkin pengelolaan Situ Lembang yg sekarang tertutup dan di pegang Kopassus memberikan manfaat lebih buat keasrian,kelestarian dan kebersihan Situ Lembang.  “Kuliah umum’ kembali di lanjutkan pasca istirahat makan siang setelah itu  sholat dan sesi poto2, akhirnya waktu juga yg membuat kami harus berpisah …

Thanks to Matabumi, Pak T.Bachtiar, Pak Budi Brahmantyo & Kopassus … atas terlaksananya acara ini

Situ Lembang …semoga tetap terjaga selamanya ..

  1. Saya bersyukur melihat dan mendengar bahwa keasrian ,keindahan dan kebersihan kawasan situ lembang dan Gunung Sunda masih terjaga , sewaktu saya duduk di bangku SMP tahun 1969 saya “bermain” ke kawasan Situ Lembang menyusuri punggung pinggir G Tangkubanparahu yang berbatasan dengan G Burangrang dan sampai di Lawang Angin dan terkesan dengan suara angin nya yang meniup pepohonan pinus sungguh sesuatu pengalaman yang takan bisa dilupakan dan sangat berkesan banged terakhir tahun 2006 saya mengunjungi Situ lembang menyusuri jalan yang sama dan berkemah di sekitar lembah kecil yang dinamai dengan nama seorang nona Belanda ( lupa namanya, n gak ngerti mengapa dinamai demikian ) disekitar itu ada sungai kecil yang mengalir ke arah Cimahi ,sewaktu berjalan melewati Situ Lembang nampak Air danau yang bersih dan diatasnya nampak kabut menutupi sebagian Situ Lembang .its very amazing …….and .very very beautifull …..dulu ada mitos atau cerita bahwa di Situ Lembang di huni oleh seorang Nenek yang di temani oleh Maung (macan) ………………mudah2 an keindahan dan keasrian Situ Lembang abadi selalu tidak tercemar oleh bangunan dan hunian orang 2 yg tak bertanggung jawab……Amin ( Ketakutan dari Para Pencinta Alam )

  2. SUARA SITULEMBANG
    Saya sepintas baca comment2 kawan2 jadi terasa tergelitik…kebetulan saya dines di kopassus, dan slma ini memang kamilah yg sedikit merawat Situlembang. Keagungan dan keasrian ciptaan Tuhan kami rasakan setiap kali kami masuk ke kawasan dan berlatih disitu, seolah menambah kekuatan anak-anak didik kami sbg calon praj pasukan khusus. Namun demikian bolehlah kami bagi sedikit cerita bahwa tak kurang-kurang setiap saat kami mendapat info ttg isu isu yg membenturkan institusi kami dg rakyat sekitar dg dalih perlindungan hutan, eko wisata dsb. Padahal coba scr logis kita renungkan, sejak tahun 1952 kami jaga keasriannya utk kepentingan latihan kami, kawasan lawang angin hingga “gudang seng” krg lebih 4,5 km dulunya kebun ilegal masyarakat, skrg silahkan lihat, sudah menjadi hutan lebat. Mungkin tidak tersurat bhw kami berniat melestarikan alam, tapi dengan cara kami menjaga utk kepentingan latihan gunung hutan, saya pikir itu sudah merupakan cara terbaik dan konsisten menjaga lestarinya situlembang dan sekitarnya. Saat ini kami sedang dlm tahap dialog dg kemhut utk legalisasi penggunaan lahan sbg daerah latihan militer, Keberadaan kami menjaga situlembang selama ini dianggap sebagai hal yg ilegal. Mudah-mudahan inisiasi ini tidak justru menjadikan akses bagi org org tak bertanggung jawab utk menguasai kawasan ini utk kepentingan pribadi entah apapun dalihnya, krn di negara kita sementara ini masih banyak org2 besar yg lihai bermain di belakang.

    dan tambahan info buat rekan-rekan, beberapa kali kami mengadakan acara gowes bersama terutama dg sohib sohib kami dari KGB dan Pikiran Rakyat. Sebenarnya kami bukan sembarang melarang orang masuk, tapi sekedar membatasi agar alam itu biarlah tenang jangan banyak dijamah tak ramah dg sampah. Kami sebenarnya takut kehilangan tempat kami latihan plus sangat takut kehilangan aset alam yg luar biasa. Bagi yg berminat utk sedikit melihat misteri dan elegi situlembang, kami silahkan utk contact ke Pusdikpassus Kopassus, with great welcome

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *