Eksotisme Garut V : Dari Cikelet ke Ranca Buaya

Ternyata saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meneruskan sisa cerita perjalanan Garut selatan. Saya harus tulis secepatnya karena beberapa memory perjalanan tersebut sudah mulai bercampur dengan perjalanan berikutnya yang lebih fresh di otak diantaranya perjalanan Ciamis selatan, Situraja Sumedang sampai yang paling deket hunting poto di Jayagiri yang gagal total hehe. Selanjutnya sehabis sarapan pagi di Sayang Heulang perjalanan dilanjutkan, dan justru disinilah keindahan Garut selatan kembali muncul sepanjang perjalanan dengan kondisi jalan yang bagus sekali dan banyak banget jembatan2 yang masih baru menemani kami berlima dalam menikmati keindahan Pantai yang berada disisi sebelah kiri jalan. Perjalanan yang sebenarnya bisa saja di tempuh lebih cepat ternyata tidak bisa, karena keindahan pesisir pantai tersebut selalu mengundang kami untuk narsis ria ber poto2 haha.

Jalan besar yang kosong dan suasana pantai yang tidak banyak orang bahkan tidak ada orang sama sekali, serasa mempunyai private beach, mau melakukan apapun tidak akan ada orang yang memperhatikan. Sayang banget tidak ada yang mempromosikan tempat yang seindah ini mungkin harus menunggu di klaim oleh malaysia baru mulai gencar promosinya hehe. Tetapi disisi lain ketika tempat ini mulai terkenal akan muncul penyakit tempat2 wisata di indonesia yang sudah terkenal yaitu munculnya suasana bangunan kumuh,kotor,jorok dan ramai yang justru akan menutupi pantai tersebut. Jadi pilihannya cuman 2 tetap sepi,bersih, alami dan tetap membiarkan tersembunyi dan tidak tersentuh oleh promosi seperti ini atau menjadikanya ramai,kotor dan kumuh layaknya tempat2 wisata umum di Indonesia. Tapi sepertinya kondisi alami tersebut tidak akan berlangsung lama lagi karena sudah mulai ada beberapa investor yang hunting property di daerah tersebut. Bahkan ketika kami menepi di salah satu tempat untuk menikmati pantai sudah ada jeep cherokee yang stand by bahkan bertanya ke salah satu temen saya apakah tanah ini punya dia( hmmm emang dia punya tampang tuan tanah apa ?? ) soalnya dia lagi ngincer tanah di pantai ini.



Jujur bagi saya selama perjalanan ke ranca buaya benar2 ngak berkutik untuk ambil banyak poto karena saking bingungnya ambil gambar karena sejauh mata memandang bagus semua jadi ngak bisa fokus ke satu point of interest. Alih2 bingung yg ada malah menyesal karena ngak ambil banyak poto hahaha. Tetapi temen saya bingungnya lain lagi karena batre kamera dia sudah habis dan habis di tempat yang spotnya paling bagus hehe apes. Tapi dia tidak kehilangan akal batre SLR nya abis kamera HP pun jadi hahaha.
Sekitar tengah hari kami pun sampai di kampung nelayan Ranca Buaya. Suasana asri, alami dan sedikit tidak teratur :p menyambut kami di kampung nelayan ini. Selanjutnya kami hunting penginapan setelah cari kesana kesini ngak dapet yang sesuai atau penuh ternyata penjaga loket menawarkan villa. Setelah hopeless nyari penginapan yang layak tidak dapet, dan kami juga tidak terlalu berharap terhadap tawaran penjaga loket yang menawarkan villa nya. Tetapi setelah melihat ke villanya … hanya ada 3 huruf WOW. Serasa kami mendapakan jackpot melihat suasana villa ini. Villa 2 lantai yang berada di bukit tertinggi di Ranca Buaya dan menghadap pantai ini cukup besar sampai saya bertanya beberapa kali ke penjaganya apakah ini bener villanya haha. Dan ada satu lagi harga yang di tawarkan bener2 cukup untuk kantong kita. Dan sampai kita confirm beberapa kali apakah benar harganya segitu hahaha. Setelah mendapatkan villa tersebut saya sendiri tidak ingin jalan2 keluar villa .. soalnya rugi karena pemandangan sekitar villa lebih bagus di banding tempat wisata Ranca Buaya-nya. Karena kami ngak mau rugi dalam rangka menikmati keindahan pantai ranca buaya diatas bukit ini maka makan siang dan malam pun minta di anter sama penjaga villanya.


Setelah istirahat yang cukup lalu pagi2 nya kami belima langsung berkemas kembali karena perjalanan masih panjang. Kami masih belum tahu jalur mana yang akan di ambil apakah mau lewat pangalengan atau ke cidaun dan lewat ciwidey. Tetapi akhirnya kami putusnkan untuk lewat cidaun menuju ciwidey.

Link Lainnya :

Photo :

  1. pa kalo dari rancabuaya ke bandung lewat ciwidey brapa jam? jalanya udah bagus nggak? pengen kesana, cmn masih mikir2 lewat mana yang jalannya dah bagus… thx

    • @oki : terakhir dari sana 1 tahun yg lalu sih .. jalanya lumayan ok masih normal lah ada di beberapa titik jalurnya offroad banget tp pas saya kesana mang lagi di aspal dan di betulin mungkin sekarang dah mulus. Cuma sy ngak tau apakah kondisi 1 tahun kemaren masih tetap ok ato tidak, mudah2an sih masih ok.
      Cuman jalurnya saja pas mendekati kebun teh di ciwidey naik turunya lumayan curam.

    • @Risal : ke rancabuaya ? kebetulan saya cuman baru nyoba lewat ciwidey dan jalannya lumayan , ngak terlalu jelek, walopun naik turun aja dan perlu kendaraan yg fit.
      yg saya tau lewat pangalengan juga bisa tapi belum pernah coba

    • Buat Risal, saya orang Ciparay telah beberapa kali melakukan touring ke Rarancabuaya,kadang melalui Pangalengan, kadang lewat Ciwidey. Biasanya kalau berangkat lewat Pangalengan,pulangnya lewati Ciwidey atau sebaliknya. Selama perjalanan lewat kedua tempat tsb, mata kita akan dimanjakan pemandangan yang sangat indan jalan keduanya perpaduan antara naik-turun yang tajam, berkelok-kelok,hanya kalau lewat Pangalengan kita kadang menemukan beberapa longsoran tanah dan jalannya banyak yang masih jelek.

  2. Setuju BGT, waktu dari santolo arah ke ranca buaya kereen bgt..apalagi kalo lewat jembatan yang view sawah, sungai, sama laut nyatuuu gituu.. Wow..
    ya,,walaupun sampe ranca buaya agak kecewa, tapi kebayar laah sama perjalanannyaa.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *