Eksotisme Garut IV : Sayang Heulang Beach

Pantai Sayang Heulang bagi saya agak2 unik  … ada pasir pantainya yang putih tapi yg membuat unik hamparan gugusan batu karang dangkalnya yang luas, jadi kita bisa jalan agak ketengah lewati batu karang dengan catatan harus hati2 soalnya batu karangnya ngak se-flat yg dikira ada juga yang dalem hehe. Gulungan ombak disini gede banget tetapi akan mengecil bila sampe di bibir pantai karena terhalang oleh batu karang  yang katanya terdapat palung yg dalam diantara batu karang tersebut. Batas jalan sama pantai lumayan dalam jadi kalau masuk ke pantai kita agak turun terlebih dahulu tidak seperti pantai2 pada umumnya. Dan dari jalan pun cuma kelihatan samar2 karena tertutup oleh rimbunya pohon pandan ciri khas pantai ini.  Tetapi ketika kami mulai masuk kedalam pantainya barulah terlihat keindahan pantai Sayang Heulang sesungguhnya. Karakteristiknya tidak jauh beda dengan pantai di pulau santolo soalnya masih berdekatan dan kalau dari arah Pameungpeuk sebenarnya lebih enak ke Sayang Heulang terlebih dahulu baru ke Santolo.

Perbandingan Orang dan Ombak di Sayang Heulang
Perbandingan orang dan ombak yang sangat besar di Sayang Heulang, ombak akan pecah tertahan karang dan tidak sampai ke bibir pantai

Saya belum pernah merasakan dinginnya suasana pagi di pantai sedingin ketika saya mengunjungi Garut selatan ini, mungkin dikarenakan di bulan Agustus ini bumi bagian selatan lagi ada musim dingin dan juga lagi musim kemarau maka amat sangat tidak bijak apabila kami menginap di kamar yang ber-AC, walaupun kalau sudah siang suasana panas menyengat masih tetep seperti di pantai pada umumnya. Kami semua bangun dan mandi agak pagi karena jam 9.00 sudah harus pergi alias di usir hehe, dari pada di ingatkan untuk check out, lebih baik kami berinisiatif berangkat ke pantai sayang heulang dan check out lebih pagi hehe, padahal sih alasan utamanya berangkat lebih pagi karena masih akan melanjutkan perjalanan ke daerah Rancabuaya.

Jadi sekitar kurang lebih jam 6.45 pagi kami berangkat dari penginapan di Santolo menuju pantai Sayang Heulang dan sampai ke Pantai Sayang Heulang sekitar jam 7.00 pagi. Setelah parkir tanpa nunggu jeda lama langsung turun ke pantai dan langsung  poto2 narsis lagi hehe.Setelah cukup puas jalan2 di Sayang Heulang ternyata lagi2 urusan perut tidak bisa di ajak kompromi karena pas berangkat kami belum sarapan. Karena terngiang-ngiang saking enaknya makan lobster tadi malam dan lumayan membuat kami berlima menghitung ulang budget yang ada maka diputuskanlah kami down grade makanan yang cukup jomplang. Setelah menikmati mewahnya makan malam sama lobster maka untuk sarapan kali ini berhubung terbatasnya budget maka cukup dengan sarapan indomie saja eh salah sarimi saja hahahaha. Tidak sulit untuk mencari makanan di sini karena banyak warung yang berjejer di kawasan wisata ini. Dan ada yang khas juga di setiap warung yang ada tersedia baskom tempat menyimpan Mata Lembu makanan khas garut selatan. Sebenarnya bukan Mata Lembu yang diambil dari lembu hehe itu sejenis kerang2an yang  tutup kerangnya itu bener2 mirip banget sama mata kambing,lembu atau domba. Karena merasa jijik lihatnya kami pun mutuskan untuk tetep sarapan sarimi hehe, padahal alasan utamanya sih budget yang sudah membengkak.


Setelah tanya2 sebentar tentang kondisi jalan ke Rancabuaya ke teteh yang punya warung dan informasinya jalanya sudah bagus dan jembatannya sudah jadi maka berangkatlah kami berlima setelah menyelesaikan sarapan untuk pergi ke Rancabuaya …..

bersambung …

Link Lainnya :

Photo :

  1. bro itu jalan nya aman ga buat bisa masuk ke pantai sana?dpt info katanya rawan jlan disana sudah banyak kjdian begal.yg baik prjlan kesana hrus dr jam brp?dan gmna situasi jalan dsana ramai atau sepi.mlasih gan..

    • @irman : selama sy beberapa kali kesana jujur gak ada rasa rawan atao gimana … enjoy aja sih ..suasana jalannya sih emang gak ramai tapi gak seserem cerita orang sih ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *