Bersepeda ke Gunung Papandayan

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Kalau beruntung ketika cuaca bagus, dikejauhan dari jalan raya Bayongbong menghadap kearah gunung papandayan akan terlihat lubang putih yang mengeluarkan asap. Itu adalah kawah gunung Papandayan yang sudah sangat terkenal. Kiri kanan lubang kawah tersebut berjejer pegunungan. Di alun-alun Cisurupan terlihat jejeran pendaki gunung dengan tas kerilnya yang berwarna-warni sedang mempersiapkan diri buat naik keatas. Yah Cisurupan merupakan titik awal pendakian bagi yang mau berjalan kaki menuju kawah Papandayan. Bagi yang tidak mau jalan kaki dari Cisurupan, beberapa ojek dan supir mobil bak akan selalu menawarkan jasanya untuk mengantarkan kita keatas sampai kawah Papandayan . Mungkin karena tingkat kesulitan yang tidak terlalu extrim banyak pendaki-pendaki yang masih muda bahkan anak-anak beserta urang tuanya mendaki dan kemping di sekitar pondok Saladah. Tetapi jangan pernah berasumsi tidak terlalu extrim berarti mudah !!. Tidak terlalu extrim juga bukan berarti pemandangannya biasa-biasa. Justru tingkat kesulitan yang tidak terlalu extrim ditambah keindahan alamnya yang spektakuler membuat kawasan gunung ini selalu ramai di kunjungi oleh para pendaki. Disetiap weekend sabtu minggu apalagi long weekend, dipastikan kawasan gunung Papandayan akan ramai sekali.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..
Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Ahh entah sudah berapa kali saya mengunjungi kau kawan. Tetapi disetiap kunjungan memberikan pengalaman yang selalu berbeda. Jalan kaki dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan, bahkan Pangalengan pernah saya rasakan. Naik mobil dari Cisurupan sampai ke Kawah malah terlalu sering dilakukan. Kali ini merasakan pengalaman yang lebih berbeda dari pendakian-pendakian sebelumnya. Yah dari Cisurupan sekarang mencoba bersepeda sampai ke Kawah. Karena sudah tau bagaimana kondisi fisik kalau jalan kaki dari Cisurupan ke kawah, maka sebenarnya agak sedikit ragu apakah bisa naik keatas dengan menggenjot pedal sepeda. Tapi semua keraguan tersebut seolah-olah hilang karena rasa penasaran untuk bersepeda sampai keatas. Seharusnya ketika memulai perjalanan bersepeda yang lumayan berat diawali dengan pemanasan otot kaki dengan bersepeda dijalan yang datar. Tetapi kali ini tidak ada kesempatan untuk melemaskan otot betis. Didepan mata tanjakan sudah langsung menghadang. Yang ditakutkan terjadi, kombinasi menggenjot pedal yg terburu-buru karena belum adjust lapangan dengan kemiringan jalan yang cukup berat tanpa ada pemanasan membuat tenaga langsung terkuras habis. Untuk itu beristirahat buat makan makanan yang berat untuk memulihkan tenaga. Bekal sebungkus nasi dengan lauk ayam disantap dengan lahapnya.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..
Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Mulai unutk mengatur emosi dan ritme bersepeda. Ritme memutar pedal di atur sesuai dengan kemampuan otot betis, tanpa mengebu-gebu untuk segera sampai keatas. Pengaturan ritme bersepeda membuat segala sesuatunya membuat mudah. Beberapa pendaki yang berjalan kaki disalip satu persatu. Tetapi satu persatu beberapa pendaki yang menggunakan mobil bak menyalip saya hehe. Sambil mengatur ritme dengan kepala terus tertunduk kebawah tetapi kaki tetap mengayuh terus. Jalanan semakin menanjak dan gear sepeda sudah diposisi yang paling ringan. Tetapi tidak merasakan kesulitan yang berarti sampai akhirnya tiba digapura pintu masuk kawah Papandayan yang kosong melompong tidak ada orang. Dari sini menunggu rombongan yang masih tertinggal dibawah, karena tahu dari gapura ini masih lumayan jauh sampai pos masuk kawah Papandayan. Tetapi rombongan yang ditunggu tak kunjung sampai. Setelah saya kontak via telpon ternyata tertinggal cukup jauh akhirnya diputuskan untuk bersepeda terus ke kawah karena ingin langsung beristirahat.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Beberapa ratus meter menuju Kawah, kepulan asap kawah sudah mulai terlihat. Bebatuan dan tanah coklat sekitar kawah semakin jelas terlihat. Beberapa pohon yang mengering karena letusan papandayan ada dikiri dan kanan. Tenaga sudah lumayan terkuras, sambil beristirahat untuk meneguk air minum saya mendokumentasikan beberapa pemandangan kawah sekitar bersama satu teman bersepeda yang juga sudah sampai disini. Tetapi sepertinya saya lebih menginginkan berlama-lama disini, karena pemandangan kawah yang benar-benar terlihat jelas dan berbeda. Setelah cukup puas poto-poto akhirnya dilanjutkan kepos penjagaan di camp tempat parkir sebagai lokasi berkumpulnya para pendaki sebelum melintasi kawah menuju pondok Saladah atau tegal Alun.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..
Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Sesampainya di tempat parkir hal pertama yag dituju adalah me-refill botol minuman yang sudah terkuras habis di salah satu warung yang berjejer disini. Tak lupa menyantap gehu dan bala-bala yg sudah dingin tertiup dinginnya angin Papandayan. Karena merasa kondisi fisik sudah pulih dan rombongan besar sepeda belum sampai kesini, akhirnya menjemput rombongan dengan bersepeda kembali ke arah bawah. Untunglah rombongan yg dituju sudah tinggal beberapa ratus meter menuju pos penjagaan. Setelah mendokumentasikan rombongan besar langsung mengikutin rombongan dari belakang menuju pos penjagaan.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..
Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

Lumayan cukup beristirahat di salah satu warung dekat pos penjagaan, penasaran untuk naik ke ‘kawahnya’ dengan menggunakan sepeda. Yang terjadi adalah sepeda lebih banyak di tuntun karena bukan treknya hahaha. Setelah puas menikmati kawah Papandayan akhirnya waktu juga yang membatasi untuk segera kembali turun. Karena tidak berniat untuk menginap dan nge-camp di Papandayan, rombongan turun dengan kencangnya. Saking kencangnya tidak berapa lama sampai di alun-alun Cisurupan buat loading sepeda kembali ke Bandung.

Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..
Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..Trek lumayan cape, bersepeda dari Cisurupan sampai Kawah Papandayan..

See You Papandayan .. meski sudah lupa berapa kali saya mengunjungimu, tidak akan pernah bosan untuk kembali menjenguk engkau ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *