Berlayar di Sumatera Barat #2

Pesisir Selatan Sumatera BaratBerjarak kurang lebih 15km ke arah selatan kalau berlayar dari teluk Bungus di Sumatera Barat, anda akan mendapatkan pemandangan pulau-pulau dan pantai dengan pasir putih yg sangat indah. Sepi, asri dan masih alami itu kesan pertama melihat keadaan sekitar ketika diatas perahu nelayan bercadik kecil yang membawa tubuh ini menuju pulau Pagang. Tidak banyak perahu yang hilir mudik yg biasa membawa wisatawan, menandakan kawasan ini belum seramai kawasan wisata air lainnya di Indonesia. Laju perahu yang cukup pelan seperti memberikan kesempatan untuk bisa lebih menikmati dan mensyukuri apa yang ada di hadapan mata. Ternyata Sumatera Barat tidak hanya Ngarai Sianok, Bukittinggi, Maninjau, Singkarak atau rumah Gadangnya saja yang menonjol tetapi pemandangan pulau2 kecil yang tidak jauh dari kota Padang juga tidak kalah bagusnya. Banyak pulau2 kecil yang mempunyai landscape yang bagus seperti Pulau Pasumpahan, Sironjong, Sikuai, Merak, Pagang, Pamutusan, Cubadak atau Carocok. Walau wisata pantai di Sumatera barat tidak seterkenal wilayah lain di Indonesia tetapi disekitar pesisir selatan pantai Sumatera Barat inilah akan lebih membuka mata anda kalau keindahan pantai dan pulau2 disini tidak kalah indah sama pemandangan pulau2 atau pantai seperti di Derawan, Belitung atau Karimunjawa. Akses yang sangat gampang dan dekat dari kota Padang juga harusnya bisa memberi nilai tambah ke wisata pulau2 pesisir selatan Sumatera Barat, walau kenyataannya di long weekend ketika mengunjungi pulau-pulau ini, sepi sekali dan pantai berpasir putih sekitar pulau serasa milik sendiri. Tujuan utama ketika mengunjungi Sumatera Barat sebenarnya karena keingintahuan akan pesona lautannya, setelah dua hari keliling Bukittinggi, Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Puncak Lawang, Istana Basa Pagaruyung dan Danau Singkarak di daratanya, di hari ketiga ini saatnya explore sisi lautnya.

Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat
Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Pagi hari peralatan snorkeling sudah tertata dengan rapi dan siap untuk di bawa. Peralatan dan bawaan kering lainnya seperti dompet dan gadget2 di simpan di Dry Bag. Pertama yg wajib dilakukan adalah sarapan yang banyak (sekali!!), untuk sarapan naik ke lantai 5 di HW Hotel Padang. Bangunan hotel HW ini masih baru jadi kebersihannya masih terjaga, juga menu sarapanya jauh lebih baik (atau jauh sekali tepatnya) di banding menu yang ada di Nuansa Maninjau Resort padahal secara cost, harga di HW hotel jauh lebih murah. Dari balkon tempat sarapan yang berada di lantai lima bisa memandang pantai Padang di kejauhan, walau pantainya tidak istimewa hehe. Sehari sebelumnya sudah minta kontak supir rental ke front office hotel buat janjian minta di antar ke Losmen Carlos di sekitar Bungus, tempat orang2 yang mau pergi ke pulau Pagang. Ternyata pak supirnya bener2 on-time, janjian jam 8 pagi dan sebelum jam 8 pagi dia sudah stand by di depan lobby. Berjarak kurang lebih 22km dari hotel tempat menginap ke losmen Carlos yang ada di Bungus. Kondisi jalan dari teluk bayur ke teluk bungus naik turun dan di sisi kanan dengan pemandangan laut sedangkan sisi kiri kadang tebing kadang perkampungan, sekitar sekitar 30-40 menit berlalu sudah berada di losmen Carlos. Nego sebentar dengan Uda Carlos yang punya losmen akhirnya sepakat menyewa perahu dan guide dari dia.

Perahu telah disiapkan, perbekalan makanan juga diangkut, terlihat satu buah semangka utuh menyembul terlihat di dalam kotak besar yang berisi perbekalan selama sehari. Sepertinya Uda Carlos sudah paham kalo makan semangka di terik matahari itu asik hehe. Walau membawa peralatan snorkeling sendiri tapi tetep dia sediakan fin,mask,snorkel dan life vest nya juga, sekilas fin yang disediakan juga cukup bermerk bukan sekedar fin abal-abal yang biasa kita lihat di tempat2 penyewaan wisata air yang lain. Fin boleh pakai punya siapa saja tetapi kalau sudah urusan masker dan snorkel buat itu sangat pribadi, entah kenapa merasa kurang nyaman kalau memakai mask dan snorkel punya orang. Mungkin karena ukurannya yg sudah pas di muka , atau juga karena sudah sangat terbiasa dengan dry snorkel yang kondisinya ok.

Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat
Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Sekitar jam 9.45 pagi perahu melaju ke arah selatan diatas perairan teluk Bungus yang lagi tenang. Dengan pelannya perahu kecil yang bergagang cadik lumayan panjang terus melaju menyusuri pinggir pantai. Belasan menit melaju dari teluk Bungus terlihat ada bangunan tinggi seperti mercusuar, dikejauhan hanya bisa menebak itu mercusuar, tetapi ternyata salah hehe. Itu salah satu bangunan PLTU baru yang lagi di bangun di sekitar Bungus. Dalam hitungan puluhan menit sampai di pulau pasumpahan di sekitar teluk sungai pisang. Berhenti disini untuk mencoba snorkeling , sayang sekali kondisi gelombang yang tinggi dan juga arus yg kenceng membuat pengalaman snorkeling kurang bisa maksimal. Tubuh serasa di lempar kesana kemari tidak karuan, serba salah berenang lebih ketengah dengan kondisi gelombang agak kecil, tetapi kurang ada pemandangan terumbu karangnya. Berenang agak ke tepian dengan harapan bisa melihat terumbu karang yg ok, tetapi justru disitulah ombak pecah yang akan lebih kuat membanting dan menyeret tubuh . Disinilah lutut dan tulang kering berdarah di sana sini terbentur batu karang hitam sekitar karena terlempar oleh pecahan ombak sekitar karang. Masih untung bukan kepala yang terbentur hehe, akhirnya sadar diri lebih baik berenang agak ketengah lautan dengan resiko terumbu karang yang sedikit dan ngak bisa poto2 underwater secara maksimal. Cukup puas berenang di gelombang yang kuat, ketika naik ke perahu barulah terlihat darah yang menetes di kaki kiri dan kanan yang cukup banyak hehe. Butuh 11 Handiplas ukuran jumbo buat menutup luka yang ada di lutut dan tulang kering saya.

Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat
Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Menurut cerita rakyat yang beredar disini, Pulau Pasumpahan merupakan tempat dimana Ibu Malin Kundang menyumpahi atau mengutuk anaknya, lalu perahu Malin Kundang karam di pantai Air Manis sekitar Padang beberapa puluh kilometer dari posisi Pulau ini.

Dan perahu melaju kembali ke arah pulau Sikuai, terlihat sepi karena memang resort di pulau Sikuai ini di tutup sampai waktu yang tidak di tentukan. Sangat disayangkan padahal secara fasilitas terlihat bangunan resort yang ada di pulau ini cukup bagus, yang ada seperti melihat kota mati tidak berpenghuni yang sudah lama di tinggalkan oleh penduduknya hehe. Selepas Sikuai pulau Pagang mendekat, perahu sengaja memutari pulau Pagang, disekitar pulau Pagang ini ada beberapa perahu nelayan besar yang membentangkan sayap cadiknya yang super besar guna menjaring ikan. Setelah memutari pulau Pagang sekitar pukul 11.30 akhirnya berlabuh di Pamutusan buat istirahat. Tidak salah kami beristirahat disini karena pemandangan pantai berpasir putihnya yang bagus, kilauan gradasi warna laut biru muda ke tua yang jernih terlihat sangat jelas. Yang unik disini, pantainya ada dua saling berhadap-hadapan yang hanya di pisahkan oleh pasir putih yang berjarak beberapa meter. Karena lokasi Pamutusan ini sebenarnya menyatu dengan daratan Sumatera tetapi di sambung oleh pasir putih yang cuma beberapa meter, maka terpaan angin akan sangat terasa dan menghembus terus sehingga udara terasa sejuk walau cuaca sangat panas.

Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Mungkin karena angin yang terus berhembus tersebut maka tidak banyak nyamuk berkeliaran disini, berbeda dengan di Pagang yang banyak nyamuk. Makan siang di sini dengan beralaskan tikar, makan siang sehabis snorkeling itu mantab apapun lauknya haha. Pasir putih yang masih asri, tidak banyak pengunjung, tidak banyak sampah, dengan suasana yang sepi dan dihimpit oleh dua laut yang yang bergradasi biru yang bisa buat snorkeling kapan saja, benar2 pantai ideal buat saya, bahkan disini pantai serasa punya sendiri hahaha. Mau guling2 nikmati pasir putih sambil tiduran ngak ada yang ganggu, mau bolak balik berenang ke laut tidak ada yang melarang, mau berpose bebas poto2 narsis tidak ada yang melihat. Ternyata di Pamutusan masih menyimpan frame-frame pemandangan alami yang ajib dan sayang untuk di lewatkan, itu terlihat ketika keliling dan mendaki bukit yang ada disini. Pemandangan di atas bukit Pamutusan ini benar-benar membuat takjub, hanya bisa berucap Subhanallah dan bersukur masih bisa di kasih kesempatan untuk menikmati pemandangan seindah ini. Walau ketika naik bukit disini tidak terlalu tinggi tetapi tingkat kecuramanya lumayan curam, dengan memakai baju renang yang menempel terus seharian saya mendaki terus ke atas. Cukup lama keliling diatas bukit dan ngak peduli waktu sudah menunjukan pukul 3 sore , ngak peduli juga kulit muka dan badan gosong , karena benar2 menikmati pemandangan yang indah ini.

Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat
Pesisir Selatan Sumatera Barat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Sebenarnya masih betah dan kalo perbekalannya cukup, memilih buat tidur semalam disini ngak peduli tidur diatas pasir pantai pun hehe. Tetapi waktu sudah mengarah ke pukul 4 sore, sedangkan perahu yang kami naiki speednya lemot banget hehe, akhirnya cabut dari pamutusan dan kembali ke bungus. Sampai di bungus sudah mencapai pukul 17.30. Istirahat sebentar di Carlos resto sambil ngobrol ngobrol sama uda Carlosnya, karena hari semakin gelap kami pamit pulang dan menuju HW hotel buat beristirahat karena esok hari jadwal balik ke Jakarta.

See you Sumatera Barat …. semoga di kasih kesempatan buat menikmati keindahan alamnya lagi.

 

Cerita sebelumnya : Sumatera Barat :  #1

    • Haloo Liana, Itu cuma perahu sama makan siang. Perlengkapan foto underwater saat itu kami bawa sendiri.
      INFO PENTING : Harap hati2 ketika mencari orang buat cariin perahu, seumur2 jalan2 di indonesia baru pertama kali kena tipu disini. Jadi jangan pernah keluarkan/transfer/bayar kalo barang belum ada.
      Contactnya hilang, tapi banyak di internet kok .. search aja Losmen Carlos di Bungus Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *