Anyer & Carita, Banten

Mercusuar Cikoneng, AnyerKawasan Anyer (walaupun di beberapa papan nama banyak yang di tulis Anyar) dan Carita merupakan pesisir pantai barat provinsi banten yang menghadap ke selat sunda, Anyer sendiri masuk ke kabupaten Serang, sedangkan Carita masuk ke kabupaten Pandeglang. Hari jum’at tanggal 14 Mei 2010 merupakan hari kejepit yang sangat bermanfaat buat refreshing otak dan udah lama juga tidak pernah jalan bareng sama keluarga, dengan sangat mendadak (walopun planning mau jalan2 di hari kejepit ini dah 1 bulan sebelumnya tetapi belum ada tempat tujuan yang pasti) di hari rabu pagi tanggal 12 Mei 2010 saya telpon kakak saya buat konsolidasi siapa2 aja yang mau ikut dari Bandung.


Dan rabu siang saya booking penginapan di daerah Carita tepatnya Kondominium Lippo Carita (sekarang Carita Bay Resort). Kamis pagi sekitar jam 5 pagi mereka berangkat dari bandung dan sekitar jam 7.30 pagi sampai di Jakarta, dan saya di jemput di halteu karet sudirman. Setelah itu kembali masuk tol dan keluar tol di cilegon. Selepas keluar tol cilegon kondisi jalan menuju Anyer mulai banyak yang rusak dan bergelombang walaupun masih bisa di lalui dengan lancar dan tidak ada masalah tetapi membuat perjalanan lebih pelan dan lama. Dari cilegon ke Anyer di suguhi bangunan bangunan pabrik yang besar di kiri kanan jalan. Selepas suguhan bangunan pabrik tersebut baru munculah bangunan bangunan penginapan entah itu Hotel, Cottages , Villa ato losmen2 kecil yang lumayan banyak. Juga pintu2 gerbang kawasan wisata pantai yang banyak dan setiap masuk 1 pintu dipungut bayaran (wuahhhhh cuapeeeee deh) sedangkan sepanjang Anyer-Carita banyak banget Pantai. Untuk itu kita tidak berhenti dulu dan lansung saja menuju tujuan yaitu Pantai Carita. Kesan pertama saya ketika melihat kondisi jalur Anyer-Carita yaitu suatu kawasan wisata yang kurang dirawat dengan semestinya. Jalan2 di beberapa titik rusak, banyak bangunan penginapan yang tidak terawat, dan yang AMAT SANGAT saya SAYANGKAN seakan-akan daerah Banten atau setidaknya kawasan Anyer-Carita tidak mempunyai identitas budaya sendiri. Sepertinya mereka kurang bangga atau malah seperti malu menonjolkan budaya lokal mereka. Padahal bagi saya ketika mengunjungi suatu tempat justru ingin melihat budaya lokal nya, bukan budaya yang meniru-niru.


Mungkin bagi anda yang sering ke daerah ini apakah anda memperhatikan sepanjang perjalanan akan di suguhi bangunan bangunan yang ber-arsitektur Bali yang lumayan banyak, hmmmm ini Bali ato Banten kalo emang mau meniru Bali bagaimanapun tidak akan pernah bisa, oke lah kalo meniru bangunannya masih bisa, tetapi Bali sendiri mempunyai akar budaya dan seni yang amat sangat kuat yang tidak bisa atau sukar di tiru di tempat lain. Juga nama-nama penginapan nya pun berbau luar ada yang namanya Hawaii blablabla. Dan yang paling mengenaskan adalah ada satu kawasan pantai yang di papannya ditulis dengan jelas ‘Florida’ , walopun itu ‘katanya’ plesetan dari pulorida … Ohhh My God … kawasan Anyer-Carita benar-benar krisis identity. Ok itu jeleknya menurut saya, dan ternyata untungnya masih banyak juga penginapan2 yang bernuansa lokal entah itu dari bangunan ataupun namanya seperti ada Villa yang namanya ‘Bumina Teteh’ hmmm LIKE IT.

Jam 10.15 kami sudah sampai di Carita, berhubung checkin jam 2 sambil nunggu kami main-main dulu di pantainya .. dan… baru aja saya buka pintu mobil, mendadak serasa jadi artis terkenal banyak orang yg langsung menyerbu saya, tapi sayang yg menyerbu pedagang asongan hahaha. Bagi saya semakin mereka menawarkan paksa makin saya ngak mau, walopun dengan harga yg sangat murah pun. Itu terjadi ketika penjual otak-otak menawarkan dari harga 15.000 sampe ke harga 5000. Pas belum lama ternyata perut saya berbunyi sy panggil tukang otak2 tadi dan ketika mau beli dia keukeuh minta harga 15.000 hahaha langsung aja saya pindah ke tukang otak2 laen di depan dia hahaha. CULASNYA pedagang asongan disana ketika udah deal dengan harga 5.000 ketika saya bayar pake uang 10.000 di kembaliin 4.000 dan pedagannya memasang tampang bego lagi. Tanpa basa basi saya ambil lagi uang 10.000 dan di kasihin lagi otak2nya ngak jadi padahal dah di bungkusin. Walopun dia merengek balik lagi ke harga 5000 bagi saya dah selesai .. bukan urusan uang kecil tapi kelakuannya itu yang ngak saya suka.

Akhirnya kami pergi ke pasar ikan Carita guna menyalurkan kebutuhan perut dan ternyata harga seafood di sini murah buangetttttt tapi tidak semua harganya sama, yang murah dan enak ada di paling ujung pasar ikan sebelah kiri jalan (dari anyer) sedangkan warung2 seafood yang kelihatan besar dan banyak ada di sebelah kanan jalan tapi sedikit lebih mahal. 1 Kg udang windu yg super jumbo + 1 Kg Rajungan + 1 kg kerapu n kakap + 1 kg Cumi + Nasi 2 bakul+Teh botol tidak sampai menyentuh angka 200rb tepatnya 198rb. Wowwwww kalo saya bandingin udang windu yang sama di parit 9 bandung 1 Kg nya tuh kalo ngak salah sekitar 120rb.



Setelah perut kenyang langsung check-in ke penginapan, dan penginapannya cukup ok walaupun fisik bangunan agak kurang terawat tetapi karena lokasinya yang langsung menghadap pantai yang berpasir manambah nilai plus buat penginapan ini. Lokasi pantai sekitar lippo condominium selain lebih bagus di banding lokasi pantai wisatanya juga tidak terlalu ramai jadi bisa dengan tenang menikmati suasana pantai menghadap selat sunda. Selama 2 hari kerjanya bolak balik berenang di pantai dan berenang di kolam renang untuk bilas air pantai hehe, setelah itu pesta seafood tiap hari :). FYI di lippo condominium ada 2 condo yaitu utara dan selatan ada plus & minusnya, di selatan ada kolam renangnya sedangkan di utara tidak ada, dari pintu penginapan condo selatan langsung pantai, berbeda dengan yg di utara harus lewat paving block dulu beberapa meter, tetapi di utara lahan parkir luas dan di selatan tidak begitu luas tetapi selama liburan di condo selatan ngak pernah bermasalah dengan lahan parkir.

Dan dikawasan ini pula banyak wisata air seperti yang di Tanjung Benoa Bali, ada banana boat, jetski dan keliling perahu. Hari ketiga kami harus segera pulang setelah pesta seafood serta berenang di laut dan kolan renang lumayan puas. Dan ketika pulang kami mampir dulu di Mercusuar Cikoneng Anyer yang dijadikan patokan Kilometer Nol jalan raya pos Anyer-Panarukan). Kondisi Mercusuar di Anyer sangat kontras dengan Mercusuar yang di pulau Lengkus, Belitung. Di Anyer selain mercusuarnya yang terawat tetapi bangunan pendukungnya pun masih terawat dengan baik, berbeda dengan mercusuar yang di p.lengkuas yang kurang terawat, tetapi pemandangan laut di p.Lengkuas tidak bisa di bandingkan dengan Anyer hehe di p.lengkuas jauh lebih indah.

    • @mami Oi : sama2 …. itu cuma sharing yg subjectif dari sudut pandang saya saja hehe.. mungkin pandangan dan penilaian orang orang lain bisa berbeda 😉 ….. selamat berlibur ….

  1. Thanks for sharing. Nanya yah 😀

    Lippo Kondominium itu ngebookingnya gimana? Aman ngga yang lewat booking internet itu? Kalo langsung go-show ato check in on the spot aja gimana?

    Trus kondisi Lippo Kondominium katanya rada kurang terawat. Deskripsiin donk biar bisa ngebandingin 😛

    Thanks yaa

    • @Gilang : thanks juga dah mampir …
      mendingan booking dulu soalnya kalo go show yg punya/ngelola juga ngak nongkrong disitu (tp kalo tanya satpam situ mungkin tau sih) ..jd kondominium2 ini milik pribadi yg di sewain ngak seperti hotel dan yg punya biasanya sudah menyerahkan ke seseorang untuk ngelola jadi ada banyak orang2 yang ngelola kondominium ini. Kalau di search di google pakai keyword ‘lippo kondominium’ ada banyak yang ngelola tinggal pilih mana yang paling murah … saya kemaren sih dp 200rb dulu setelah sampai sana baru lunasin.

      Yup betul banget kondisinya kurang terawat terutama kondisi diluar luar gedung seperti cat dan beberapa kayu penyangga ada yang lapuk tapi kalau di dalam (setidaknya kamar yg saya sewa hehe soalnya kalau kamar2 lain kurang tahu) lumayan bersih dan masih ok serta fasilitas dapur yg komplit. Jadi harus pinter2 cari pengelola yang ok yang punya kamar terawat.
      Tapi secara lokasi untuk kawasan carita sepertinya lippo paling ok karena pintu kondo yang langsung ke pantai dan bisa nikmati pantai dari kondo.

      Selamat jalan2…

  2. carita punya cerita…..
    dulu waktu masih smu, tiap tahun baruan pasti disini, bikin tenda, berenang, maen gitar pinggir pantay, brsama sahabat2…
    kenangan manis…. 🙂

  3. Potensi pariwisata banten sebenarnya sangat besar mas,cuman sayang Pemdanya kurang sigap dalam menata baik itu sarana jalan,petunjuk arah jalan kelokasi wisata.Tapi gw sebagai orang serang sangat berterima kasih mas gun mau meluangkan waktunya buat jalan – jalan ke Banten,Klo boleh saya usulkan coba maen ke ujung kulon disitu pantainya juga bagus serta pantai bagedur di malimping.Selamat mencoba mas Gunawan.

    • Iya sebenarnya potensi pariwisata Banten kalau di kelola seperti di Bali bisa sangat bagus karena selain diberkahi keindahan alam yang sangat indah juga dekat banget dengan Jakarta, juga yg membedakan dengan Bali cuman pengelolaannya saja, di Bali pariwisata sudah benar2 menjadi suatu Industri yang menguntungkan (asal jangan terlalu komersil, salah satu kelemahan Pariwisata Bali adalah exploitasi komersil yang terlalu berlebihan). Mudah2an Industri pariwisata Banten yan di dukung keindahan alamnya bisa memberikan manfaat secara ekonomi ke masyarakat sekitarnya.

      Iya nih Ujung Kulon salah satu tujuan yang WAJIB di kunjungi mudah2an dalam waktu dekat bisa terealisasi.

    • @nova : hehe kalo “pesta” kesannya gimana … ini cuman makan seafood aja hehe .. pasar ikan dari carita deket sih .. cuma jangan salah pilih tempat makan walopun sama2 murah tapi rasanya agak beda .. yg pasti sy coba 2 warung seafood yg satu enak banget yg satu biasa2 saja .. cuma susah deskripsikan yg enak letaknya dimana soalnya berjejer dan banyak .. kalo ngak salah inget yg enak tuh kiri jalan (dari carita) dan warung paling terakhir (atau setidaknya warung yg sudah agak ujung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *