Gunawan IP

Berawal dari mimpi seorang anak penggila Atlas yang berasal dari salah satu Gang sempit di jalan Maleber Utara kota Bandung, yang berkeinginan untuk menjelajahi Nusantara.

Jelajah pulau Weh, Sabang

Tidak butuh waktu yang lama untuk jelajah pulau Weh dengan menyusuri jalan raya pinggiran pulaunya. Seluruh pulau akan bisa dikelilingi dalam satu hari. Tak usah risau akan tersesat, apalagi memikirkan masalah kemacetan seperti di Jakarta. Benar-benar kondisi jalan yang sangat ideal bagi warga Jakarta. Tapi semuanya harus dengan satu syarat , yaitu memakai kendaraan sendiri, karena sepertinya saya sama sekali tidak melihat kendaraan umum. Overall kondisi jalan-jalan utama di pulau Weh sangat bai...

Geotrek : Lintas Kars Rajamandala

Posted on
Perbukitan kapur didaerah Bandung Barat ini selalu terlewati ketika awal-awal saya bekerja di Jakarta. Karena Tol Cipularang masih belum ada, ketika itu hanya ada dua alternatif jalur transportasi dari Bandung menuju Jakarta. Yaitu kereta api yang melewati jalur Cikampek dan bis kota yang melewati puncak Bogor. Sehingga hapal betul titik-titik gunung kapur itu semakin hari semakin berkurang dan hancur. Kars yang akan teringat terlewati pertama kali dari Bandung adalah Gunung Hawu dengan lobang ...

Iboih & Pulau Rubiah : The Unexpected Things

Posted on
Iboih, sebuah desa kecil disebelah barat Sabang ini menjadi lokasi favorit wisatawan yang mengunjungi Sabang. Sebagian besar pengunjung yang mengunjungi Iboih, dipastikan akan menyeberang kepulau Rubiah. Pulau ketiga terbesar di kota Sabang ini hanya berjarak kurang dari 300m dari dermaga pantai Teupin Layeu, Iboih. Sebenarnya pantai putih didesa Iboih ini namanya pantai Teupin Layeu, tetapi orang lebih mengenal dengan nama pantai Iboih. Kawasan wisata Iboih dan hutannya berbentuk seperti "semen...

Kilometer Nol Indonesia, Sabang

Posted on
Awan mendung diselingi gerimis kecil masih menutupi langit diatas pulau Weh, Sabang. Tanpa membuang waktu, bang Midi, supir yang akan menemani jalan selama dipulau Weh langsung membawa kami keluar dari pelabuhan Balohan yang berada disisi selatan pulau. Mobil terus meluncur dijalan aspal basah yang mulus dan sepi. Sinar matahari tertahan awan hitam sehingga langit terlihat lebih gelap dibanding waktu sebenarnya. Walau begitu hujan tak kunjung turun dengan besar, hanya gerimis kecil yang kadang...

Kampung Cai, Ranca Upas

Posted on
Ciwidey, yang berada di kawasan selatan Kota Bandung semakin lama semakin menjadi kawasan wisata favorit banyak orang ketika mengunjungi Bandung. Suasana pegunungan yang dingin serta hamparan kebun tehnya menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik wisatawan. Spot wisata sangat banyak yang berkumpul disatu tempat menjadi daya tarik Ciwidey yang unik. Dari Kawah Putih yang menjadi icon wisata Ciwidey, Situ (Danau) Patengang yang masih memancarkan keindahannya sampai pemandian air panas yang ban...

Selamat datang di Pelabuhan Balohan Pulau Weh, Sabang

Posted on
Pulau Weh Sabang yang secara administratif masuk wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini secara de facto bukan pulau paling barat dan utara Indonesia, tetapi sudah identik sebagai pulau dibagian paling barat dan utara Indonesia. Mirip dengan pulau Rote di Nusa Tenggara Timur yang menyandang nama sebagai pulau paling selatan Indonesia walau secara de facto masih ada pulau bernama Ndana yang berada disisi sebelah selatan pulau Rote. Bahkan lirik lagu perjuangan karya R. Surarjo yang ber...

Semalam di Banda Aceh

Posted on
Apabila menyebut kata Aceh, yang keluar secara spontan dimemori saya hanya empat hal yaitu Masjid Raya Baiturrahman, Cut Nyak Dien, Kopi dan tentunya Pulau Weh Sabang. Pertama, Masjid Baiturrahman Aceh akan selalu diingat karena sudah terlalu sering menghiasi kalendar-kalendar dirumah semenjak kecil. Kedua, nama Cut Nyak Dien akan terus menempel dimemori karena pernah mengunjungi makamnya di Sumedang. Selain itu Cut Nyak Dien sangat special karena untuk pertama kalinya nonton film berjudul Cut N...

32 Jam berwisata Belanja dan Kuliner di Bandung

Posted on
Tidak terhitung sudah berapa kali mengantar temen dari luar Bandung untuk jalan-jalan di Bandung sekitarnya. Bahkan beberapa temen (dan juga temenya temen), sudah menganggap saya sebagai "guide beneran" untuk jalan-jalan di Bandung. Dari semua tujuan dan tempat wisata yang pernah saya antar belum pernah sekalipun merekomendasikan untuk wisata belanja. Merekomendasikan dan mengantar untuk berwisata kuliner pun bisa dihitung sama jari tangan. Tempat-tempat yang dituju selalu diarahkan ke Bandung c...

Malam Minggu, Ayo jalan-jalan ke Braga Culinary Night

Posted on
Berawal dari banyaknya toko-toko yang menjual barang-barang dari Paris, Konon julukan Paris Van Java untuk Bandung berawal dari jalan ini. Toko pakaian mewah ala Paris sempat berdiri disini, dan restaurant khas Paris yang dijadikan tempat berkumpulnya pengusaha Hindia Belanda dan Eropa membuat suasana dijalan ini semakin bernuansa Eropa. Ini sejalan dengan perintah dari Walikota Bandung jaman Hindia Belanda yaitu Bertus Coops, untuk menjadikan jalan ini sebagai pusat perbelanjaan bangsa eropa d...

Braga Huis, Secangkir kopi di Hindia Belanda

Jalan ini memang terkenal semenjak tahun 1920 sebagai jalan yang sangat elit sampai jaman pendudukan Jepang. Dahulu jalan ini dijadikan sebagai sentra dagang buat orang-orang Belanda, sehingga para Nyonya dan Tuan Belanda suka menjadikan jalan ini sebagai tempat berkumpul untuk bersosialisasi. Di Jalan Braga Bandung, terlihat salah satu bangunan dengan tumpukan bata merah yang dicat putih terekspos dari luar ini berada disekitar bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial. Kanopi hijau terbuat ...

Ambon III : Natsepa, Tulehu, Waai & Liang

Posted on
Sebelah barat jazirah Leihitu sudah dikelilingi di hari pertama. Hari berikutnya giliran jazirah Leitimur dan kota Ambonya yang dikunjungi. Tinggal bagian timur pulau Ambon yaitu daerah Salahutu yang akan dinikmati keindahannya. Nama Salahutu diotak ini masih terlalu asing dibanding nama Natsepa, Liang, Tulehu atau pun Waai. Salahutu seakan-akan tersisihkan oleh nama Natsepa yang sudah menjadi wisata andalan pulau Ambon. Tertendang oleh nama negeri Tulehu yang kondang sebagai sumber bibit-bibit...

Penggalan Curhat di Nusa Pombo, Maluku Tengah

Posted on
Teringat waktu itu ada salah satu TV lokal yang sedang meliput pameran Dema Show yang diadakan di Las Vegas. Dema show merupakan pameran yang mendedikasikan dibidang diving, watersports dan travel industries. Ada salah satu peserta orang asing yang diwawacarai mengatakan sebagian-besar photo-photo komersil bawah laut yang indah itu diambil di perairan Indonesia. Bahkan dia menambahkan : "Anda orang Indonesia, kalau belum pernah melihat keindahan bawah laut perairan Indonesia itu seperti anda ...

Gowes santai Gunung Nini, titik tertinggi perkebunan Teh Malabar

Posted on
Keringat tidak sepenuhnya keluar dari badan. Padahal kayuhan sepeda sudah berada diketinggian serta tidak ada titik yang lebih tinggi dari tempat kaki berpijak. Tiupan angin yang sangat dingin ketika menaiki gazebo menyebabkan tubuh sangat irit mengeluarkan keringat. Gazebo ini sangat cocok dijadikan gardu pandang untuk memandang kesegala arah. KAR Bosscha sangat jeli melihat tempat ini sehingga mendirikan shelter atau gazebo yang tepat berada di titik tertinggi perkebunan teh Malabar. Sejauh...

Ambon II : Benteng Portugis yang Menjelma Menjadi Kota Terbesar di Maluku

Posted on
Sejarah kota Ambon jauh lebih muda di banding sejarah kesultanan yang ada di Maluku utara. Di kala Ambon masih belum jadi apa-apa, di utara Maluku sudah berdiri beberapa kerajaan yang terkenal dengan Moloku Kie Raha yaitu persukutuan 4 raja Maluku. Bahkan salah satu kerajaan tersebut menjadi kesultanan Islam yang merupakan salah satu kesultanan islam tertua di Indonesia, yaitu kesultanan Ternate. Bisa dikatakan kota Ambon terbentuk akibat kekalahan Portugis di Ternate sekitar tahun 1575. Kesulta...

Ambon I : Jazirah Leihitu, Negeri para Raja

Posted on
Leihitu merupakan suatu jazirah yang berada di sebelah utara pulau. Jazirah Leitimur yang lebih kecil ada disebelah selatan. Kedua jazirah tersebut disambungkan oleh daratan sempit bernama Paso, sehingga membentuk satu pulau yang sekarang kita kenal sebagai pulau Ambon. Jazirah Leihitu sebagian besar dihuni oleh penduduk yang beragama Islam dan secara administrasi, sebagian besar wilayah jazirah ini masuk wilayah kabupaten Maluku Tengah. Sebaliknya Leitimur dihuni oleh penduduk yang sebagian bes...

NTT IV : Batu Termanu dan Goa Kristal di akhir perjalanan

Posted on
Dua tempat yang harus dikunjungi diakhir perjalanan ini adalah : Goa Kristal dan Batu Termanu. Karena terpukau sama keindahan Goa Kristal ketika berkunjung dihari pertama mendarat di Kupang, maka saya harus kembali menyempatkan diri untuk menikmati keindahan Goa Kristal sambil berenang di air yang sebening kristal untuk kedua kalinya sebelum kembali ke Jakarta. Yah seperti ditulis sebelumnya, boleh melewatkan semuanya di Kupang, tetapi tidak untuk melewatkan Goa Kristal. Kedua, sebelum kemb...

NTT III : Boa & Nemberala, Kampung Nelayan yang Mendunia

Posted on
Hallo Mister", "Morning", "Selamat Pagi" atau "How is your Day ?", itulah kata-kata sapaan bersahabat yang selalu keluar dari mulut traveller luar negeri atau pun anak-anak kecil di pantai Nemberala setiap kali bertemu atau berpapasan. Tanpa memberikan kesempatan untuk menyapa lebih dulu, mereka selalu mendahului untuk menyapa. Ikatan keakraban sesama traveller semakin lekat tatkala berada di meja makan. Karena setiap kali makan kami selalu berada dalam satu meja serta berbagi makanan yg disedi...

NTT II : Rote Ndao, di ujung selatan Republik Indonesia

Posted on
Serasa berada di negeri yang asing karena segala sesuatunya berbeda dengan tempat dimana saya tinggal yaitu pulau Jawa. Kultur, bahasa atau kebiasaan-kebiasaan dan detail-detail lainya yang membuat tempat ini serasa berbeda. Vegetasi dan landscape daratanya semakin menambah keasingan tempat ini. Jejeran pohon lontar dan jenis pohon-pohon yang baru pertama kali saya lihat menghiasi pemandangan sepanjang jalan. Suasana hijau silih berganti dengan suasana yang coklat ketika memasuki daerah yang t...

NTT I : Mendadak Kupang, Nusa Tenggara Timur

Posted on
"Penumpang yang terhormat, sebentar lagi kita akan mendarat di bandara El-Tari Kupang". Suara tersebut keluar dari pengeras suara beberapa saat sebelum pesawat yang ditumpangi mendarat di Kupang. Jam menunjukan sekitar jam 6:10 WITA. Tetapi sensor tubuh masih ada di jam 5:10 WIB dan mata masih ngantuk, sehingga otak masih terlalu santai dan lemot untuk mengolah informasi tentang apa yang harus pertama kali dilakukan setiba di Bandara. Walau tanpa ada itinerary yg terencana, tetap santai dan...
Page 1 of 712345...Last »